Tampilkan postingan dengan label Psikologi Klinis Dewasa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Psikologi Klinis Dewasa. Tampilkan semua postingan

Rabu, 10 Oktober 2012

" Memperingati Hari Kesehatan Mental Sedunia "




Hari ini, tanggal 10 Oktober diperingati sebagai Hari Kesehatan Mental Sedunia. Tema peringatan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia (World Mental Health Day) tahun ini (10 Oktober 2012) adalah Depression: A Global Crisis. Tema ini juga menandakan peringatan 20 tahun hari besar tersebut sejak dimulai tahun 1992. Menurut WHO di Hari Kesehatan Mental Sedunia sekarang ini terdapat 350 juta orang terkena DEPRESI.  (http://www.andriewongso.com)

Melihat data diatas...sebenarnya kita harus mawas diri dan memperhatikan lingkungan terdekat. Dengan demikian, kita akan bisa introspeksi, saling mengingatkan dan saling memberi solusi.

Menurut buku "Catatan Ilmu Kedokteran Jiwa" (1998:98) Expert Committee on Mental Health dari WHO, seseorang dikatakan sehat mental apabila dapat :
1. menyesuaikan diri secara konstruktif pada kenyataan, meskipun kenyataan itu buruk;
2. memperoleh kepuasan dari usahanya atau perjuangan hidupnya;
3. merasa lebih puas untuk memberi daripada menerima;
4. merasa bebas secara relatif dari ketegangan dan kecemasan;
5. berhubungan dengan orang lain secara tolong menolong dan saling memuaskan;
6. menerima kekecewaan ntuk dipakainya sebagai pelajaran dikemudian hari;
7. mengarahkan rasa bermusuhan kepada penyelesaian yang kreatif dan konstruktif;
8. dan akhirnya, tetapi tidak kalah pentingnya, mempunyai daya kasih sayang yang besar.

Tidaklah mudah untuk memenuhi semua kriteria diatas, namun...kita sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna dibandingkan yang lainnya PASTI BISA berusaha mendekati standart diatas. Dalam diri setiap orang hal itu akan bersifat variatif dan itu sangatlah wajar. Point mana yang paling menonjol atau point mana yang paling lemah tidaklah menjadi keharusan untuk sempurna.

Buat pembaca yang setia mengunjungi blog saya ini, sejak hari ini saya akan launching satu kategori baru...yaitu KAMUS PSIKOLOGI. Label atau kategori baru dari tulisan saya ini sengaja saya beri nama Kamus Psikologi sebagai dedikasi dan kecintaan saya terhadap ilmu PSIKOLOGI. Semoga nantinya bisa bermanfaat bagi siapa saja yang tertarik untuk mempelajari tentang Psikologi....amin.

Selamat memperingati Hari Kesehatan Mental Sedunia....
Mari kita jadikan hari ini sebagai momentum awal untuk meraih Mental Sehat....
Demi kualitas hidup yang lebih bahagia....KITA BISA !!!

Kamis, 13 September 2012

"Sederhananya Cara Mereka Menyenangkan Diri"

   Judul diatas sebenarnya hanyalah hasil dari senyum saya melihat ibu-ibu yang sedang bercengkerama dengan tetangganya. Saat menemani anak-anaknya main...mereka pun sebagai ibu-ibu yang tidak bekerja menghibur diri dengan bersosialisasi dengan tetangga. Waktu itu obrolan mereka sebenarnya sangat sederhana, seputar masakan, perabot rumah tangga, anak-anak dan becandaan ringan disela-selanya. Tapi dibalik obrolan sederhana itu...terlihat wajah-wajah wanita yang tersenyum seolah melupakan hal-hal yang membuat hidup mereka lupa sejenak dengan masalah atau kepenatan hidup yang mungkin mereka alami.
     Ibu-ibu yang tidak bekerja ini sungguh sangat mulia...mereka rela melupakan ambisi dan keinginan pribadi untuk menjaga putra-putri mereka dengan baik. Tapi mereka tetaplah manusia biasa...yang punya rasa lelah, bosan dan membutuhkan hiburan. Alangkah indahnya melihat mereka bisa tertawa bersama sebagai ibu-ibu yang punya kesibukan sama sebagai ibu rumah tangga. Mereka terlihat lebih cantik dan seolah tanpa beban menjalani semuanya. Subhanallah...Tidak selamanya ibu-ibu yang dirumah itu berkumpul untuk bergosip dan membicarakan hal-hal yang tidak penting serta mendatangkan fitnah. Mereka mempunyai topik-topik sederhana yang memang secara psikologis bisa memberikan rasa bahagia karena saling berbagi cerita, saling mengisi dengan pengalaman masing-masing serta sekedar bercanda yang sedikit "menggoda" untuk menghibur.
     Melihat mereka...jadi ingat ungkapan yang sering saya temui..."Bahagia itu Sederhana". Meskipun ibu-ibu rumah tangga ini tak memiliki jabatan atau karir yang menjanjikan namun mereka terlihat bahagia hanya dengan menjaga anak-anak nya dirumah sambil mengobrol dengan teman-temannya yang itu adalah tetangganya sendiri. 
    Kesederhanaan mereka dalam mencari kebahagiaan ini bisa kita contoh...bahagia tak selamanya karena kita memiliki harta yang banyak, fasilitas mewah dan hal-hal fisik yang bersifat materi lainnya. Tapi bahagia itu ada di hati...kekuatan psikologis yang diutamakan dan itu bisa kita raih dengan sederhana. Selagi kita bersyukur...bersilaturahim dengan baik terhadap siapapun terutama lingkungan terdekat kita, maka semua akan lebih mudah untuk membahagiakan karena ada rasa tenang dan nyaman. Bravo Ibu-Ibu Rumah Tangga...Keep Your Smile...:)
         

Kamis, 16 Juni 2011

Ngapain Ikut Psikotes ???

Ada sekelompok ibu-ibu yang sedang berbincang sore. Salah satu dari mereka mengajak ibu-ibu yang lain untuk mengikuti psikotes. Tiba-tiba dengan serta merta....beberapa dari mereka mengungkapkan bahwa "ngapain psikotes???kita kan udah ibu-ibu..buat apa???". Yah begitulah apabila kita kurang paham mengenai manfaat psikotes. Hal ini wajar, karena mereka terlalu menganggap bahwa psikotes identik hanya untuk anak-anak mereka atau untuk proses penerimaan kerja. Padahal sebenarnya tidaklah demikian.
Psikotes bisa bermanfaat untuk siapapun..tak terlepas bagi ibu-ibu yang hanya diam di rumah mengurus rumah dan anak-anak nya. Beberapa manfaat yang bisa diambil dari hasil mengikuti psikotes antara lain adalah :
* Menambah kepiawaian dalam beradaptasi melakukan psikotes yang biasanya dianggap "serius" dan menakutkan hasilnya. Sehingga hal ini setidaknya mampu melatih kepercayaan diri.
* Hasil psikotes dapat mengungkapkan potensi dan kelemahan diri individu yang dapat dijadikan dasar untuk proses pengembangan diri.
* Menambah wawasan akan pengetahuan psikologi, khususnya tentang psikodiagnostik (alat-alat tes psikologi).

Jadi...buat ibu-ibu yang enggan mengikuti psikotes...mari memberanikan diri untuk melakukannya supaya anggapan yang selama ini salah..berubah menjadi pemikiran positif yang bermanfaat untuk masa sekarang dan yang akan datang.

Don't worry...be happy moms N sista...^_^

Selasa, 16 Desember 2008

Pengendalian Amarah dengan Relaksasi Pernapasan

Salah satu bentuk ketidakstabilan emosi adalah munculnya rasa marah. Menurut para ahli ilmu jiwa, amarah adalah the chief saboteur of the mind yaitu faktor utama yang seringkali melumpuhkan kerja akal manusia yang sehat, seperti yang dikatakan oleh Mehrabian. Amarah dapat bersifat destruktif (merusak) khususnya jika itu merupakan ekspresi emosi yang tak terkendalikan, seperti yang diungkapkan oleh Freud (dalam Townsend, 1993:209) amarah merupakan ekspresi instinktual yang mendalam sebagai tindakan dari self-destructive. Akan tetapi amarah juga bisa bersifat konstruktif, kalau motivasi kita untuk mengoreksi kesalahan atau mengingatkan kita untuk dapat berpikir secara lebih baik.

Selain itu menurut Witherington (1998:90) marah merupakan salah satu bentuk emosi yang tidak menyenangkan atau yang disebut sebagai emosi negatif yang dapat mengacaukan salah satu kebutuhan. Apabila kita tidak bisa mengendalikannya dengan baik, maka rasa marah bukan hanya akan merugikan orang lain yang ada di sekitar kita, tapi juga akan merugikan diri kita sendiri karena amarah juga dapat menjadi salah satu indikator beberapa jenis penyakit. Seperti halnya emosi yang lain, amarah disertai oleh adanya perubahan biologis dan psikologis, seperti; meningkatnya tekanan darah yang dapat mempengaruhi kerja hormon, adrenalin dan noradrenalin.

Supaya terhindar dari akibat-akibat negative dari amarah tersebut, kita harus bisa mengendalikannya dengan baik. Towsend (1993:239) mengatakan bahwa apabila amarah dapat dikendalikan dengan baik, akan menjadi konstruktif sifatnya. Sedangkan fungsi pengendalian amarah yang konstruktif menurut Townsend meliputi :

1) Kekuatan amarah bermanfaat bagi mobilisasi tubuh dalam self-defense (pertahanan diri).

2) Amarah sebagai bentuk komunikasi yang asertif dapat bermanfaat bagi penyelesaian konflik.

3) Pengungkapan amarah dengan benar akan menghindari gejala stres.

4) Apabila amarah dapat dikontrol dengan perasaan pada saat situasi tertentu, maka individu akan mampu merubah situasi yang membuatnya tidak nyaman sebagai tindakan yang asertif.

5) Amarah dapat bermanfaat bagi self-esteem (harga diri), ketika hal itu diungkapkan sebagai ekspresi asertivitas.

Sedangkan menurut Review on Woman’s Anger and Other Emotions (http://www.csc-scc.gc.cs/text/prgm/fsw/fsw22/fsw22e14.shtml) dikatakan bahwa amarah yang positif dapat membantu untuk mengidentifikasi masalah (Lerner,1990), memobilisasi energi untuk merespon ancaman (Pearson,1993), dapat menjadi pesan bahwa ada sesuatu yang tidak benar (Lerner, 1985;Potter-Efron & Potter-Efron, 1991; Denham & Bultemeier, 1993) serta memperlihatkan kepada individu bagaimana melakukan perubahan, berkembang dan menjaga dirinya (Estes,1992, Thomas,1993c).

Salah satu cara yang bisa mengendalikan rasa marah adalah dengan melakukan relaksasi pernapasan (deep breathing). Menurut Charlesworth dan Nathan (1996:43) relaksasi merupakan suatu teknik untuk membantu seseorang mencapai keadaan rileks dengan cepat dalam berbagai situasi. Terry Mason (www.healthanswers.com) mengungkapkan bahwa relaksasi merupakan suatu filosofi dan metode yang menekankan pada kekuatan pikiran dan badan. Seringkali relaksasi juga dilakukan dengan mendengarkan suara, mengulangi kata-kata atau pun dengan berdoa. Selain itu sensasi tubuh juga sangat diperhatikan sebagai fokus dalam meningkatkan metabolisme serta mencapai keadaan rileks.

Teknik relaksasi menurut Townsend (1993:198-206) dikenal dengan berbagai macam bentuk, yaitu latihan pernafasan (deep breathing therapy), peregangan otot (progressive relaxation), meditasi, imajinasi (mental imagery), biofeedback dan latihan fisik (physical exercise).

Latihan pernafasan ini merupakan teknik yang paling sederhana dan mudah bagi seseorang terutama dalam keadaan darurat yang membutuhkan pengendalian amarah dengan cepat. Selain itu, teknik ini memiliki kelebihan dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja. Teknik ini akan lebih bermanfaat jika dilakukan selama tiga sampai empat kali dalam sehari ketika mengalami ketegangan berpikir akibat sesuatu hal yang tidak menyenangkan.

Prosedur latihan pernafasan menurut Townsend (1993:200) adalah sebagai berikut :

1. Mencari posisi yang nyaman dengan duduk.

2. Letakkan satu tangan diatas perut dan satu tangan di pinggang.

3. Hirup nafas dari hidung dengan pelan secara mendalam.

4. Kemudian tahan nafas untuk beberapa saat seperti yang anda mampu sebelum dikeluarkan.

5. Keluarkan nafas dari mulut anda dengan mengatur kecepatannya.

6. Rasakan perut anda merasa lebih nyaman dari sebelumnya.

7. Ulangi pernafasan beberapa kali dan fokuskan pada suara serta pikiran anda ketika bernafas untuk menjadi rileks dan lebih rileks.

8. Lanjutkan latihan pernafasan untuk 5 sampai 10 menit.

Sedangkan menurut Davis, Eshelman, dan McKay (1988:29-30) prosedur teknik pernafasan mendalam adalah :

1. Rebahkan diri diatas permadani atau tikar di lantai. Tekuk kedua lutut dan renggangkan kaki anda ± 8 inci, dengan jari mengarah sedikit keluar. Pastikan bahwa tulang belakang anda lurus.

2. Amati tubuh anda yang tegang.

3. Letakkan satu tangan di atas perut dan satu tangan di atas dada.

4. Tarik napas pelan-pelan dan dalam melalui hidung masuk ke dalam perut mendorong tangan anda sekuat-kuatnya selama anda merasa nyaman. Dada anda harus hanya sedikit bergerak dan bersamaan dengan pergerakan perut.

5. Jika anda merasa mudah dengan langkah keempat, tersenyum sedikit, tarik napas melalui hidung dan hembuskan melalui mulut, ciptakan ketenangan, rileks, desingkan udara seperti angin seraya anda meniupkan udara dengan lembut keluar. Mulut, hidung dan rahang anda akan rileks. Ambil napas panjang, pelan, dalam yang membesarkan dan mengecilkan perut. Fokuskan pada bunyi dari pernapasan sambil anda merasa semakin rileks.

6. Lanjutkan napas dalam selama lima atau sepuluh menit setiap kali, satu atau dua kali sehari, selama dua kali seminggu. Kemudian, jika anda suka, perpanjang waktunya sampai 20 menit.

7. Pada akhir setiap kali pernapasan dalam, gunakan waktu sejenak untuk sekali lagi mengamati tubuh anda yang tegang. Bandingkan ketegangan yang anda rasakan pada akhir latihan dengan yang anda alami pada awal latihan.

8. Bila anda telah terbiasa dengan pernapasan perut, lakukan setiap saat anda menginginkannya sepanjang hari saat anda duduk atau berdiri. Konsentrasikan pada gerakan perut ke atas dan ke bawah, udara keluar masuk paru-paru anda dan perasaan rileks yang dihasilkan dengan napas dalam.

9. Bila anda telah belajar merilekskan diri dengan menggunakan napas dalam, lakukanlah setiap kali anda merasa tegang.

Cobalah teknik relaksasi pernapasan tersebut dan pilihlah dari dua prosedur teknik pernapasan diatas mana yang paling membuat anda nyaman dan memungkinkan untuk dilakukan, maka perlahan-lahan anda akan bisa menguasai rasa marah yang datang sehingga situasi yang semula kacau akan lebih mudah dikendalikan.

Amarah Tak Selalu Trouble Maker


Emosi seringkali diidentikan dengan sebutan marah. Akan tetapi sebenarnya emosi manusia tidak hanya itu, ada juga sedih, senang, takut dan kaget. Marah merupakan luapan rasa yang tidak menyenangkan karena ada sesuatu yang tidak kita sukai atau tidak kita harapkan.
Meskipun reaksi marah setiap orang tidak sama, namun amarah seseorang seringkali ditandai dengan sikap diam atau menarik diri (withdrawal), perubahan raut muka (merah padam), nada suara yang berat, anggota badan bergetar atau sedia menyerang (Hude,M.Darwis.(2006).Emosi.Erlangga).
Pada saat tanda-tanda amarah itu muncul dari seseorang, biasanya orang lain yang ada di sekelilingnya pun memberikan reaksi yang berbeda-beda.
Ada yang membiarkan seolah tak perduli, ikut memberikan reaksi marah yang sama, diam atau justru berusaha menenangkan orang yang sedang marah. Biasanya, rasa marah seseorang juga bisa jadi trouble maker bagi orang-orang sekelilingnya. Namun demikian, bagi orang yang sedang menerima reaksi marah tersebut hal itu tak selalu hanya sebagai trouble maker jika kita pandai mencermati dan menerimanya.
Amarah seseorang juga bisa memberikan pengaruh positif, bukan hanya pengaruh negatif. Jika kita mengambil pelajaran dari apa yang menyebabkan rasa marah itu muncul maka manfaat akan diperoleh. Misalnya, seorang atasan marah karena stafnya melakukan kesalahan yang sama. Kalau staf itu bisa instrospeksi diri dari rasa marah atasannya yang sebenarnya jika diperhalus itu adalah teguran supaya bisa lebih baik, maka staf itu tidak akan kecewa dan sedih menerima amarah bos nya tapi justru bisa termotivasi untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kinerjanya. Ini hanyalah contoh kecil dari sisi lain amarah.
Alangkah indah dan menyenangkan jika kita semua secara perlahan merenungkan bahwa sesuatu yang tidak menyenangkan itu tidak selalu memberikan dampak negatif, tapi justru bisa memberikan dampak positif. Amarah seseorang bukan hanya luapan rasa dan agresivitas semata, tapi juga bisa jadi pelajaran berharga jika kita mau berbesar hati ada hikmah dibalik itu semua. Semoga kita termasuk orang-orang yang pandai mendapatkan hikmah dan pandai mengendalikan amarah.

Minggu, 14 Desember 2008

Ikhlas sebagai Relaksasi Hati

Kadang kita sering mendapatkan sesuatu yang tak terduga, baik yang menyenangkan maupun yang menyakitkan. Akan tetapi jika kita berlapang dada untuk menerima semuanya dengan ikhlas, melakukan segala sesuatu hanya karena Allah SWT semata maka apapun itu akan terasa lebih menyenangkan. Suasana hati yang semula muram menjadi lebih bahagia karena kita bisa menerima semua hal dengan ikhlas dan penuh rasa syukur. Rasa senang membuat syaraf-syaraf di seluruh tubuh kita yang semula tegang karena perasaan sedih, kecewa dan marah akan berubah menjadi lebih lebih rileks.