Tampilkan postingan dengan label indigo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label indigo. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 September 2011

Resensi Buku: The Reconnection: Menyembuhkan Orang Lain, Menyembuhkan Diri Anda Sendiri


Spesifikasi Buku
Judul : The Reconnection: Menyembuhkan Orang Lain, Menyembuhkan Diri Anda Sendiri
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Pengarang : Dr. Eric Pearl
Jumlah Halaman : 301 halaman
Ukuran : 150 x 230 mm
Tahun Terbit : Februari 2008
Genre : Pengembangan Diri, Pengobatan
Bahasa : Indonesia
ISBN : 9789792235340
Pratinjau : di Google Book (klik di sini)







Resensi Buku
      Buku ini menceritakan pengalaman Dr. Eric Pearl dalam perjalanannya mendapatkan kemampuannya sebagai medium penyembuh. Dari pengalaman mati suri ibunya saat dia dilahirkan, saat dia beranjak dewasa, saat dia memutuskan untuk menjadi seorang Chiropractor, sampai dia menemukan kejadian-kejadian penyembuhan yang tidak biasa saat dia menjalani profesi nya sebagai Chiropractor.
      Buku ini mengenalkan kepada kita tentang Frekuensi baru yang dapat dimanfaatkan untuk menyembuhkan diri sendiri, maupun menyembuhkan orang lain. Di dalam buku ini pun disertai cara-cara yang digunakan oleh Dr. Pearl untuk memanfaatkan Frekuensi tersebut.
     Buku ini juga menceritakan kisah sukses nya dalam berbagai penyembuhan, dari penyakit yang ringan, sampai penyakit yang susah disembuhkan seperti AIDS. Memaparkan berbagai persepsi keliru orang tentang Pengobatan Alternatif yang telah beredar di masyarakat.
     Frekuensi Penyembuhan "baru" yang dipaparkan oleh Dr. Pearl melampaui sekedar "Teknik" dan membawa pembaca ke tahap yang sebelumnya tidak pernah diakses oleh siapa pun, di mana pun.


"Buku ini menawarkan wawasan yang menarik dan baru tentang dinamika penyembuhan."- DEEPAK CHOPRA, M.D.


"Reconnecting to Source, atau terhubung kembali dengan sumber, adalah rahasia semua penyembuhan. Eric menjelaskan cara melakukannya dengan sama baiknya seperti penulis lain yang bukunya pernah saya baca."-DR. WAYNE DYER



 Lihat situs resmi The Reconnectionhttp://www.thereconnection.com/

Minggu, 25 September 2011

Disleksia: Penyebab Masalah Belajar Pada Anak

      Setiap anak-anak memiliki kemampuan yang berbeda-beda dalam memproses informasi dan pelajaran. Ada yang bisa memproses dengan mudah, dan ada yang mengalami masalah yang mungkin cukup besar untuk dilaluinya di sekolah formal yang umum. Masalah-masalah yang terjadi tersebut sering kali tidak disadari oleh orang tua maupun guru-guru mereka di sekolah. Disleksia adalah salah satunya.

Pengertian Disleksia
      Banyak yang tidak mengerti atau bahkan belum mengenal apa itu Disleksia. Baiklah, kita mulai dari definisinya Disleksia (Inggtis: dyslexia) adalah sebuah kondisi ketidakmampuan belajar pada seseorang yang disebabkan oleh kesulitan pada orang tersebut dalam melakukan aktivitas membaca dan menulis.
      Kata disleksia berasal dari bahasa Yunani δυς- dys- ("kesulitan untuk") dan λέξις lexis ("huruf" atau "leksikal"). Pada umumnya keterbatasan ini hanya ditujukan pada kesulitan seseorang dalam membaca dan menulis, akan tetapi tidak terbatas dalam perkembangan kemampuan standar yang lain seperti kecerdasan, kemampuan menganalisa dan juga daya sensorik pada indera perasa.
      Terminologi disleksia juga digunakan untuk merujuk kepada kehilangan kemampuan membaca pada seseorang dikarenakan akibat kerusakan pada otak. Disleksia pada tipe ini sering disebut sebagai Aleksia. Selain memengaruhi kemampuan membaca dan menulis, disleksia juga ditengarai juga memengaruhi kemampuan berbicara pada beberapa pengidapnya.
      Penderita disleksia secara fisik tidak akan terlihat sebagai penderita. Disleksia tidak hanya terbatas pada ketidakmampuan seseorang untuk menyusun atau membaca kalimat dalam urutan terbalik tetapi juga dalam berbagai macam urutan, termasuk dari atas ke bawah, kiri dan kanan, dan sulit menerima perintah yang seharusnya dilanjutkan ke memori pada otak. Hal ini yang sering menyebabkan penderita disleksia dianggap tidak konsentrasi dalam beberapa hal. Dalam kasus lain, ditemukan pula bahwa penderita tidak dapat menjawab pertanyaan yang seperti uraian, panjang lebar.
      Para peneliti menemukan disfungsi ini disebabkan oleh kondisi dari biokimia otak yang tidak stabil dan juga dalam beberapa hal akibat bawaan keturunan dari orang tua.

Tipe Disleksia
      Ada dua tipe disleksia, yaitu developmental dyslexsia (bawaan sejak lahir) dan aquired dyslexsiaDevelopmental dyslexsia diderita sepanjang hidup pasien dan biasanya bersifat genetik. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa penyakit ini berkaitan dengan disfungsi daerah abu-abu pada otak. Disfungsi tersebut berhubungan dengan perubahan konektivitas di area fonologis (membaca). Beberapa tanda-tanda awal disleksia bawaan adalah telat berbicara, artikulasi tidak jelas dan terbalik-balik, kesulitan mempelajari bentuk dan bunyi huruf-huruf, bingung antara konsep ruang dan waktu, serta kesulitan mencerna instruksi verbal, cepat, dan berurutan. Pada usia sekolah, umumnya penderita disleksia dapat mengalami keuslitan menggabungkan huruf menjadi kata, kesulitan membaca, kesulitan memegang alat tulis dengan baik, dan kesulitan dalam menerima. (didapat karena gangguan atau perubahan cara otak kiri membaca).

Masalah yang dialami Penderita Disleksia 
      Penderita Disleksia mengalami berbagai macam masalah yang dialaminya. Seperti, susah berkonsentrasi dalam belajar, daya ingat yang cenderung pendek (cepat lupa dengan instruksi yang diberikan), tidak bisa mengikuti prosedur dalam pengorganisasian, misalnya, memakai sepatu tetapi lupa memakai kaus kaki. 
      Masalah lainnya, kesulitan dalam penyusunan atau pengurutan, entah itu hari, angka, atau huruf.
Secara lebih detail, seperti dikutip dari www.dyslexia-indonesia.org, penyandang disleksia biasanya mengalami masalah-masalah, seperti :
  1. Masalah fonologi: Yang dimaksud masalah fonologi adalah hubungan sistematik antara huruf dan bunyi. Misalnya mereka mengalami kesulitan membedakan ”paku” dengan ”palu”; atau mereka keliru memahami kata-kata yang mempunyai bunyi hampir sama, misalnya ”lima puluh” dengan ”lima belas”. Kesulitan ini tidak disebabkan masalah pendengaran, tetapi berkaitan dengan proses pengolahan input di dalam otak.
  2. Masalah mengingat perkataan: Kebanyakan anak disleksia mempunyai level kecerdasan normal atau di atas normal. Namun, mereka mempunyai kesulitan mengingat perkataan. Mereka mungkin sulit menyebutkan nama teman-temannya dan memilih untuk memanggilnya dengan istilah “temanku di sekolah” atau “temanku yang laki-laki itu”. Mereka mungkin dapat menjelaskan suatu cerita, tetapi tidak dapat mengingat jawaban untuk pertanyaan yang sederhana.
  3. Masalah penyusunan yang sistematis atau berurut: Anak disleksia mengalami kesulitan menyusun sesuatu secara berurutan misalnya susunan bulan dalam setahun, hari dalam seminggu, atau susunan huruf dan angka. Mereka sering ”lupa” susunan aktivitas yang sudah direncanakan sebelumnya, misalnya lupa apakah setelah pulang sekolah langsung pulang ke rumah atau langsung pergi ke tempat latihan sepak bola. Padahal, orangtua sudah mengingatkannya bahkan mungkin hal itu sudah pula ditulis dalam agenda kegiatannya. Mereka juga mengalami kesulitan yang berhubungan dengan perkiraan terhadap waktu. Misalnya mereka mengalami kesulitan memahami instruksi seperti ini: ”Waktu yang disediakan untuk ulangan adalah 45 menit. Sekarang pukul 08.00. Maka 15 menit sebelum waktu berakhir, Ibu Guru akan mengetuk meja satu kali”. Kadang kala mereka pun ”bingung” dengan perhitungan uang yang sederhana, misalnya mereka tidak yakin apakah uangnya cukup untuk membeli sepotong kue atau tidak.
  4. Masalah ingatan jangka pendek: Anak disleksia mengalami kesulitan memahami instruksi yang panjang dalam satu waktu yang pendek. Misalnya ibu menyuruh anak untuk “Simpan tas di kamarmu di lantai atas, ganti pakaian, cuci kaki dan tangan, lalu turun ke bawah lagi untuk makan siang bersama ibu, tapi jangan lupa bawa serta buku PR Matematikanya, ya”, maka kemungkinan besar anak disleksia tidak melakukan seluruh instruksi tersebut dengan sempurna karena tidak mampu mengingat seluruh perkataan ibunya.
  5. Masalah pemahaman sintaks: Anak disleksia sering mengalami kebingungan dalam memahami tata bahasa, terutama jika dalam waktu yang bersamaan mereka menggunakan dua atau lebih bahasa yang mempunyai tata bahasa yang berbeda. Anak disleksia mengalami masalah dengan bahasa keduanya apabila pengaturan tata bahasanya berbeda daripada bahasa pertama. Misalnya dalam bahasa Indonesia dikenal susunan diterangkan–menerangkan (contoh: tas merah). Namun, dalam bahasa Inggris dikenal susunan menerangkan-diterangkan (contoh: red bag).
      Pada orang yang mengalami dyslexia, maka kata-kata yang sederhana pun akan menjadi susah untuk dibaca, bahkan bila dilihat beberapa kali. Kata-kata yang terlihat juga dapat bercampur dengan kata-kata lain atau menjadi keliru dibaca, misalnya saja kata “nakal” menjadi “kanal” atau “dia” menjadi “adi”, dan huruf-huruf menjadi satu seperti tidak ada spasi. Berikut contoh kalimat yang mungkin dilihat oleh penderita dyslexia :
Kat akata tid akter pis ahse carat epat

       Bagi yang mengalami dyslexia, kadang susah untuk mengingat sesuatu yang mereka baca, kadang akan menjadi lebih mudah bagi mereka untuk mengingat apabila informasi tersebut dibacakan & didengar oleh mereka.

Penyebab Disleksia
     Ada beberapa tipe dyslexia yang dapat mempengaruhi kemampuan mengeja & membaca beserta penyebabnya, seperti berikut ini yang medicastore ambil dari medicinenet.com .
  • Trauma dyslexia
    Biasanya terjadi akibat adanya trauma atau luka pada bagian otak yang mengontrol cara untuk membaca & menulis.
  • Dyslexia primer
    Dyslexia ini disebabkan karena tidak berfungsinya bagian otak kiri (cerebral cortex) & tidak berubah karena usia. Orang yang mengalami jenis dyslexia ini sangat jarang bisa membaca dengan lancar, bahkan hingga dewasa. Dyslexia primer ini dapat diturunkan secara genetik & biasanya lebih banyak dialami oleh pria daripada wanita.
  • Dyslexia sekunder
    Dyslexia jenis ini disebabkan oleh pembentukan hormon yang kurang sempurna pada saat perkembangan awal janin. Dyslexia sekunder ini akan menghilang seiring bertambahnya usia anak, serta lebih sering terjadi juga pada anak laki-laki.
Tokoh-Tokoh Terkenal yang Mengalami Disleksia

        Anak-anak Disleksia bukanlah anak-anak yang bodoh dan tidak mampu bersaing. Banyak anak-anak Disleksia yang mampu memjadi sangat terkenal, bahkan para penemu-penemu terkenal di dunia juga merupakan penderita Disleksia. Berikut Tokoh-tokoh terkenal  dunia yang mengalami Disleksia.
  1. Albert Einstein -
    Dia tidak bisa berbicara sampai usia empat. Dia tidak bisa membaca sampai ia berusia sembilan tahun.  Gurunya menganggapnya lambat, tidak ramah dan pemimpi. Ia gagal dalam ujian masuk ke perguruan tinggi tapi akhirnya lulus setelah tahun tambahan persiapan. Dia kehilangan tiga posisi pengajaran dan kemudian menjadi seorang pegawai patena. Namus sekarang dia dikenal dengan orang ter-Jenius di dunia dengan Teori Relativitas nya. 
  2. Walt Disney -
    Dia dipecat dari Kansas City New Paper karena dianggap tidak kreatif, dan dia dicap sebagai anak yang lamban. Namun sekarang dia dikenal sebagai pendiri The Walt Disney Company.
  3. Thomas Alfa Edison -
    Dia dicap sakit jiwa oleh gurunya. Kemudian dia diajar sendiri oleh Ibu nya. Sekarang dia terkenal sebagai penemu Bola Lampu yang menjadi sangat berharga bagi peradaban manusia.
  4. Woodrow Wilson -
    Ia mengalami masalah besar dalam membaca, bahkan kenyataannya, dia tidak bisa membaca seumur hidupnya. Meskipun begitu, dia sangat sukses dalam karir Politiknya.
  5. Tom Cruise -
    Dia sangan sukses dalam karir di dunia hiburan meskipun dia belajar hanya dengan mendengarkan rekaman atau tape.

Masih banyak lagi penderita Disleksia yang menjadi terkenal dan sukses dalam karir nya dan tidak terhitung jumlahnya.

Cara Mengetahui Disleksia Pada Anak
       Kita dapat menegtahui apakah anak tersebut mengalamai Disleksia dengan melihat ciri-cirinya, sebagai berikut (ambil dari kidshealth.org) :
  • Kemampuan membaca yang buruk, meskipun memiliki kepintaran yang normal.
  • Kemampuan mengeja & menulis yang buruk.
  • Mengalami kesulitan untuk menyelesakan tugas atau tes sesuai batas waktunya.
  • Mengalami kesulitan untuk mengingat nama suatu benda.
  • Mengalami kesulitan untuk mengingat daftar tulisan atau nomor telepon.
  • Mengalami kesulitan dalam menentukan arah atau membaca peta.
Jika ada seseorang yang mengalami masalah-masalah tersebut di atas, bukan berarti ia menderita dyslexia. Tetapi sebaiknya dilakukan tes untuk mengetahui kondisinya. Suatu pemeriksaan fisik sebaiknya dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya masalah medis, termasuk tes pendengaran & penglihatan. Kemudian psikolog sekolah atau orang yang ahli mengenai pembelajaran dapat memberikan tes terstandar untuk mengukur kemampuan berbicara, membaca, mengeja & menulis.

Cara Penaganan Disleksia
      Di situs mayoclinic.com menyediakan beberapa penangan terhadap anak disleksia, sebagai berikut :
  • Selalu berikan dukungan pada anak. Memiliki dyslexia atau gangguan kesulitan belajar lainnya dapat membuat anak menjadi rendah diri. Berikan selalu dukungan & cinta untuk mendukung setiap kemampuannya.
  • Bicarakan dengan anak. Beritahukan kepada anak apa yang dimaksud dengan dyslexia, bahwa hal tersebut bukanlah suatu kesalahannya. Dengan membantu anak memahami hal tersebut, maka ia akan menjadi lebih mudah untuk mengatasi hal tersebut.
  • Buatlah keadaan rumah menjadi tempat belajar yang mudah untuk anak. Sediakan ruangan yang sepi & terorganisasi sebagai tempat belajar anak. Atur jadwal belajar yang nyaman & berikan dukungan dari seluruh anggota keluarga untuk membantu proses belajar anak.
  • Kerjasama dengan sekolah tempat anak belajar. Sering berkomunikasi dengan guru di sekolahnya untuk memastikan anak tidak tertinggal pelajarnya, bila memungkinkan minta rekaman/salinan bahan pelajaran hari itu untuk dipelajari nanti sepulang sekolah atau les khusus untuk membantunya belajar.
Penutup

      Disleksia memang merupakan hambatan bagi anak dalam menerima pelajaran di sekolah formal. Tetapi, Disleksia bukan merupakan orang yang bodoh. Anak penyandang Disleksia memiliki kemampuan yang luar biasa yang tidak diketahui oleh kebanyakan orang karena terhalang oleh sistem pendidikan yang sebenarnya tidak cocok dengan anak penyandang Disleksia.      Sebenarnya anak Disleksia memiliki kemampuan berfikir yang imajinatif, yang bahkan tidak dimiliki oleh kebanyakan orang. Mereka mampu membayangkan hal-hal yang tidak pernah dibayangkan oleh orang lain. Seperti, melukis dengan memadukan warna-warna dengan berani.
      Jadi, anak Disleksia merupakan anak yang memiliki kemampuan yang luar biasa asalkan mereka bisa mendapatkan tempat untuk menyalurkan kemampuan mereka.

Sumber :

Minggu, 11 September 2011

Film-film Bertema Anak Indigo

      Anak Indigo, dengan kepribadian dan kehidupannya yang unik, menarik untuk dijadikan tema cerita film. Dengan mengangkat misteri dunia supranatural dan kemampuan khusus anak Indigo, film ini bukan hanya menjadi penghibur bagi para penyuka misteri dan mistik, tapi juga menjadi sarana belajar bagaimana memahami anak Indigo dengan serba-serbi kepribadiannya.
      Banyak orang terjebak dengan kemampuan supranatural yang dimiliki oleh anak-anak Indigo, sehingga menganggap ajaib, atau sebaliknya, memandang remeh mereka karena ketidakpercayaan mereka akan hal mistis. Padahal anak Indigo adalah manusia juga, yang memerlukan penerimaan dan pengertian manusia lainnya.
      Dalam film-film berikut ini, dikisahkan sisi manusiawi anak-anak Indigo – di samping kemampuan khusus mereka – agar kita bisa memberikan penilaian yang adil. Untuk film Indigo (2003) dan The Sixth Sense (1999) sudah hadir di Indonesia dalam bentuk rekaman VCD atau DVD, dan sebagian lainnya bisa diunduh di internet.

1. Indigo (2003)
Sutradara: Stephen Deutsch, Penulis: James Twyman, Neale Donald Walsch (writer), Aktor/Aktris : Dane Bowman, Blu V. Do, Lynette Louise, dll.
Indigo adalah film tentang kesendirian, penebusan, dan kekuatan penyembuhan dan kasih dari generasi baru anak-anak Indigo (kekuatan batin dan anugerah) yang terlahir ke dunia.  Meskipun cerita ini fiksi, emosi-emosi dan aksi-aksi dari film ini sesuai dengan dinamika spiritual saat ini.  Inti yang dramatis dari film ini adalah hubungan yang berkembang antara seorang laki-laki yang hidup dengan keluarganya, yang sudah dihancurkan karena sebuah kekeliruan yang bisa membahayakan cucu perempuan 10 tahunnya yang harus dilarikannya untuk menghindari para penculik.  Selama perjalanan itu, dia menemukan kekuatan tersembunyi dari cucu perempuannya yang selamanya dapat mengubah hidup setiap orang yang ditemuinya.

2. The Indigo Evolution (2005)
Produser Eksekutif: Stephen Simon
Sutradara: James Twyman & Ken Romney

Lebih dari 400 gedung bioskop di seluruh dunia memutar film dokumenter “Indigo Evolution”, dengan respon luar biasa.  Bukan hanya eksplorasi paling lengkap mengenai anak Indigo, tapi juga merupakan deklarasi mendalam dari era baru kemanusiaan.

3. 2012 The Odyssey (2006)
Sutradara: Sharon Rose, Aktor/Aktris: Jose Arguelles, Gregt Braden, Rick Levine, dll.

Sebuah pendokumentasian yang sangat mendalam oleh Sharron Rose yang mengintegrasikan seluruh aspek pengetahuannya tentang "Peristiwa Bumi 2012" ke dalam sebuah film yang brilian berisi fitur beberapa tokoh besar yang berbicara dari hati mereka tentang apa yang telah mereka temukan, penafsiran-penafsiran jujur akan makna tahun 2012.  Anda akan melihat bagaimana prediksi sesuai dengan bukti-bukti astronomi dari kesatuan galaksi yang bersejarah dari Matahari dengan pusat Bima Sakti.  Suku Indian Mayan sangat unggul dalam perhitungan waktu dan mereka meninggalkan kepada kita sebuah penanggalan ajaib yang akurat dalam jangka waktu lama, yang memberikan kepada kita suatu pandangan sekilas akan masa depan dan perubahan besar yang akan datang bersamaan dengan akhir darinya pada 21 Desember 2012.

4. Premonition, Convergence The Movie (1999)
Sutradara: Gavin Wilding, Aktor/Aktris: Christopher Llyod, Cynthia Preston, Adrian Paul, dll

Alur cerita dari triler supranatural berdana murah ini berhubungan dengan beberapa wartawan yang sedang mengadakan kunjungan pada sebuah rumah sakit jiwa lokal, di mana seorang pasien ditemukan memiliki kemampuan untuk meramalkan jam kematian dan meramal salah seorang wartawan yang akan menemui ajal tiga hari kemudian.  Ketika batas waktu sudah dekat, si wartawan mulai mengalami perilaku aneh seperti berada dekat dengan kematian.

5. The Sixth Sense (1999)
Sutradara: M. Night Shyamalan, Aktor/Aktris: Bruce Willis, Haley Joel Osment, Toni Collette
Seorang psikolog anak bernama Malcolm Crowe (Bruce Willis) pada suatu malam ditemui oleh bekas pasiennya, Vincent Gray yang gagal ditolongnya.  Setelah Vincent menembak Crowe di perut dan membunuh dirinya sendiri, Crowe tak bisa berhenti memkirkan hal itu.  Beberapa bulan kemudian ia dibayar untuk membantu seorang anak laki-laki bermasalah, Cole Sear (Haley J. Osment), yang mempunyai banyak permasalahan seperti halnya Vincent.  Crowe melihat kesempatan untuk menebus kesalahan, tetapi dia meragukan kemampuannya untuk mengatasi anak laki-laki itu, terutama sekali ketika Cole mengaku bisa melihat hantu-hantu yang tidak mengetahui bahwa diri mereka sudah mati.

6. Walking Between Worlds, Belonging to None : The Ann Andrew Story (2008)
Sutradara/Aktor: Steve Mitchell

Awal cerita adalah Ann Andrews, seorang ibu rumah tangga yang tinggal di Inggris dengan pengalaman unik untuk berbagi tentang hidupnya dengan putranya, Jason.  Jason memiliki kemampuan multi-dimensional sebagai pembawaan sejak lahir yang disebut “Anak Indigo” dikarenakan Jason bukan hanya seorang yang pernah diculik, tapi karena dia adalah makhluk asing (extraterrestrial) sebenarnya.  Jason menjelaskan, “Secara teknis kita semua adalah Extraterrestrial, sebab tidak ada di antara kamu yang ‘datang’ dari sini.” Setelah tahun-tahun yang penuh ketidakpastian, Jason mengalami kemajuan dari sudut pandang penuh ketakutan dan teror kepada satu titik di masa remajanya ketika dia mulai bisa menerima ajaran “mereka” dan mengakui jati dirinya – satu dari banyak anak Indigo atau anak-anak bintang di muka Bumi ini membantu umat manusia untuk meningkat ke tahap evolusi berikutnya.  Jason berkata dia datang ke planet kita dengan dua tujuan: “Aku ingin mengalami bagaimana menjadi manusia, dan sebagai seorang manusia aku akan berada pada posisi yang lebih baik untuk membantu sebagian kamu yang tersisa ketika waktunya tiba.” Sejak itu Jason telah “dibangkitkan” ke bentuk aslinya, dia menerima interaksi mereka dan bekerjasama dengan ET.  Dia mengembangkan kekuatan batin dengan kemampuan menyembuhkan yang mengagumkan.

      Film lainnya mengenai anak-anak Indigo dengan kemampuan gaibnya, seperti Knowing (2009), lebih menekankan kepada kekuatannya yang tersembunyi. Sedangkan film Whisper (2007) dan Omen (1976, 2006) merupakan film horor mistik, yang sedikit banyak mendiskreditkan anak-anak berkemampuan supranatural sebagai anak setan dan jahat, padahal dalam kenyataannya, anak setan itu tidak pernah ada (secara biologis tidak mungkin terjadi fertilisasi antara manusia dengan setan).


Artikel dibuat oleh Anwariansyah di Wikimu (judul artikel Film-film Bertema Anak Indigo, Sabtu, 17-10-2009 14:21:09)

Selasa, 06 September 2011

Ada Apa Di 2012 Dengan Orang Indigo? (Sebuah Super Visi)


      Rumor tahun 2012 – tepatnya tanggal 21-12-2012 – akan terjadi kiamat di bumi mulai merebak dalam sepuluh tahun terakhir ini, dan semakin marak sekitar tahun 2008 hingga sekarang.
Berdasarkan perhitungan kalender bangsa Maya Purba (suku India di benua Amerika) yang sudah punah, disebutkan bahwa pada tanggal tersebut terjadi kelahiran zaman baru yang dinilai berbahaya sekaligus sakral.
       Seperti diyakini oleh bangsa Maya Purba tersebut, pada tanggal itu posisi tata surya kita akan menutupi pusat galaksi Bimasakti – tempat tata surya kita berada – dari pandangan di bumi. Titik pusat yang dianggap sebagai rahim Bimasakti, tempat lahirnya bintang-bintang baru, mempunyai lubang hitam yang menyedot masa, energi dan waktu sebagai bahan baku penciptaan bintang baru. Terputusnya untuk sementara waktu pancaran energi pusat galaksi ini ke bumi akan berakibat terganggunya keseimbangan mekanisme kehidupan di bumi dan di dalam tubuh semua makhluk. Dan hal inilah yang ditafsirkan dan diyakini oleh sebagian orang sebagai kiamat bagi bumi.
      Kemudian muncul lagi rumor bahwa setelah kiamat itu – dan seluruh umat manusia musnahnya tentunya – maka di bumi akan muncul generasi manusia baru yang akan menguasai bumi dan disebutkan bahwa mereka itu adalah orang-orang Indigo.

Benarkah tahun 2012 dunia akan kiamat?
      Tentu saja tidak benar. Yang terjadi adalah perubahan signifikan di dunia spiritual-supranatural berupa peralihan dari indigo generasi yang lebih terdahulu kepada generasi berikutnya. Yakni dari magenta (merah keungu-unguan) yang lahir sekitar awal Perang Dunia Pertama (PD I) kepada generasi berikutnya, yakni orang Ungu (Violet), Indigo dan Kristal.
Kemunculan generasi baru Indigo ini diperkirakan dalam jumlah besar sekitar awal tahun 1970 untuk orang Indigo, dan di awal abad 21 ini untuk orang kristal. Sedangkan orang Ungu hadir sebelum orang Indigo, diperkirakan setelah PD II.
Ketika Mama Lauren (orang Magenta) ditanya pada sebuah acara talk show di sebuah televisi swasta yang digawangi Eko Patrio, Ruben dan Ivan Gunawan mengenai tahun 2012, maka dengan terus terang beliau berkata bahwa terawangannya tidak bisa menembus waktu setelah tahun 2012.

Apa yang terjadi di 2012 dengan orang Indigo?
      Bangsa Maya Purba adalah salah satu suku tua yang sudah menerima pengetahuan yang mendalam mengenai alam semesta (universe). Sistem perhitungan kalendernya bukan hanya terkait dengan peredaran matahari kita, tapi sudah dipengaruhi oleh peredaran tata surya kita di galaksi, mungkin juga galaksi di dalam kumpulan galaksi (grup lokal galaksi).
      Seperti disebutkan pada awal tulisan ini bahwa posisi tata surya kita secara linier akan menutupi titik pusat galaksi Bimasakti. Kondisi ini akan berpengaruh kepada suplai energi dari galaksi ke bumi. Energi ini bukan hanya untuk kehidupan alam materi di bumi, tapi juga akan berpengaruh kepada kemampuan manusia berinteraksi dengan alam supranatural (alam yang berdimensi lebih tinggi dari alam materi).
      Di sementara waktu terputusnya energi ini – menurut kalender Maya disebutkan pukul 11.11 – terjadi pemadaman kemampuan para supranaturalis dari orang-orang Magenta dan setelah suplai energi kembali terjadi, maka orang-orang Indigo, Ungu dan Kristal akan menerima kekuatan penuhnya. Tahap ini merupakan “serah terima” tugas dari generasi terdahulu kepada generasi penerus orang-orang Indigo.
      Selain itu pada 2012 sebagian besar orang-orang Indigo generasi pertama banyak yang sudah berusia 40 tahun, suatu periode usia yang bercirikan kemandirian, kemapanan dan tanggung jawab dalam dunia supranatural. Seperti juga para nabi dan rasul yang pada usia itu diangkat secara resmi dalam menjalankan tugasnya sebagai pembawa pesan Tuhan, maka orang-orang Indigo pun menerima tugas untuk membina dunia dan manusia, selain mempersiapkan generasi-generasi Indigo berikutnya.

Benarkah orang-orang Indigo akan membawa agama baru?
      Tidak benar. Yang benar adalah mereka akan melahirkan metoda baru dalam berinteraksi dengan alam supranatural, spiritualitas, dan hubungan dengan Tuhan. Agama mereka adalah agama yang ada, tetapi dengan semangat dan cara yang unik – bukan ibadah dan aturan baru.
      Orang-orang Indigo adalah generasi supranaturalis yang mampu memadukan teori-teori sains dan teknologi informatika dengan kemampuan supranatural mereka. Teori-teori fisika seperti mekanika kwantum, gelombang elektromagnetik (cahaya dan listrik), medan magnit, dan teori relativitas dipadu dengan teori biokimia seperti genetika, biologi molekuler, sistem hormonal tubuh dan diolah dengan kemampuan supranatural mereka seperti kekuatan pikiran, perasaan dan kehendak. Dan kemampuan ini benar-benar kemampuan mandiri di mana semakin sedikit peran dari “kekuatan lain”.
      Para nabi dan rasul juga bisa digolongkan sebagai orang-orang Indigo generasi awal. Warna aura mereka kemungkinan adalah ungu (violet). Begitu pula para wali dan sebagian raja-raja. Siklus perubahan warna untuk kemunculan orang-orang Indigo berlangsung secara berurutan, sehingga setiap warna bisa kembali mendominasi pada masa yang lain. Namun ada juga warna aura yang hilang atau tidak muncul lagi di masa berikutnya.

Apa saja tugas orang Indigo setelah 2012?
      Maksud dan tujuan dari kehadiran orang Indigo adalah tugas yang diembannya di muka bumi ini. Orang-orang Indigo (orang ungu, indigo dan kristal) secara umum mempunyai tugas-tugas:
1. Menjaga harmonisasi alam nyata dan alam supranatural beserta penghuninya, serta manusia dalam hubungan dengan Tuhan.
2. Membantu penumbuhan kesadaran pada manusia akan kebenaran yang mulai ditinggalkan.
3. Membantu pengeliminasian penyebab ketidakseimbangan harmonisasi dan penumbuhan kesadaran, terutama manusia yang jahat dan buruk akhlaknya dan mahkluk lain yang berusaha menggagalkan misi ini.
4. Saling berkoneksasi dan berinteraksi antar Indigo dan makhluk di dimensi lain, dalam rangka tugas-tugas di atas.
5. Membantu pengembalian kekuasaan di bumi kepada manusia yang berhak memegangnya.
6. Membantu pelaksanaan kekuasaan tersebut sampai tiba masanya berakhir.

      Setelah itu boleh jadi kiamat akan segera tiba, karena orang kristal adalah generasi terakhir dari warna-warna yang pernah muncul. Warna ini tidak pernah muncul di masa-masa sebelumnya, dan muncul hanya di bagian akhir dari semua generasi Indigo. Kristal yang berwarna bening menurut teori spektrum cahaya adalah perpaduan semua warna cahaya yang sudah menyatu dalam satu frekuensi yang sama, yakni cahaya tunggal tidak berwarna. Suatu lambang kesempurnaan, tujuan akhir penyatuan kepada Yang Tertinggi dan Sumber Utama. Wallahu a’lam.



Artikel dibuat oleh Anwariansyah di Wikimu (judul artikel Ada Apa Di 2012 Dengan Orang Indigo? (Sebuah Super Visi) Selasa, 03-03-2009 12:52:00)

Sumber gambar : http://images.contentreserve.com/ImageType-100/0900-1/%7BD3529E85-CF28-4467-978D-3840C78682D3%7DImg100.jpg

Senin, 05 September 2011

Apakah Anak Anda Tergolong Anak-anak Indigo ?

      Sebelum kita membahas tentang anak-anak indigo, alangkah baiknya kita mengetahui dulu mengenai warna indigo yang dimaksud pada anak-anak indigo. Warna indigo adalah warna yang dominan dari warna aura (warna biru-merah). Warna Indigo menunjukkan cakra mata ketiga, pusat aktivitas dari enerji psychic, yang terbuka pada anak-anak Indigo. Anak-anak Indigo memahami perbedaan yang sangat tipis antara dunia kasat dan dunia spiritual, dan mereka memiliki kemampuan untuk mengakses informasi dari sini, yang orang lain tidak mampu. Kebanyakan perilaku anak Indigo dapat dipahami dari aspek ini.
      Definisi anak indigo adalah anak yang menunjukkan seperangkat atribut psikologis baru dan luar biasa, serta menunjukkan sebuah pola perilaku yang pada umumnya tidak didokumentasikan sebelumnya. Pola ini memiliki faktor-faktor unik yang umum, yang mengisyaratkan agar orang-orang yang berinteraksi dengan mereka (para orangtua, khususnya) mengubah perlakuan dan pengasuhan terhadap mereka guna mencapai keseimbangan. Mengabaikan pola-pola baru ini akan kemungkinan besar berarti menciptakan ketidakseimbangan dan frustasi dalam benak dari kehidupan baru yang berharga ini.
      Banyak anak-anak sekarang yang terkategorikan sebagai Anak Indigo, juga disebut “Children of the Sun” oleh para ahli dari Amerika. Atau disebut juga sebagai “Millennium Children”. Para ahli mengatakan lebih dari 90% (di lain buku menyebutkan lebih dari 80 %) dari anak-anak di bawah 12 tahun, dan beberapa mengatakan walau dalam persentase yang tidak besar terdapat Indigo dewasa. Anak-anak ini teridentifikasi melalui adanya karakteristik yang unik. Mereka cerdas dan kreatif, namun bersifat sulit diatur pada kekuasaan dan sistem secara umum. Mereka sering disalahdiagnosa sebagai ADD (Attention Deficit Disorder = atau Gangguan Kekurangan Perhatian) atau ADHD (Attention Deficit Hyperaktive Disorder = Gangguan Hiperaktif Kekurangan Perhatian) yang membutuhkan terapi untuk mengatasi sifatnya.
      Secara fisik dan emosional mereka sangat sensitif. Mereka juga sangat perhatian dan empati terhadap orang lain, juga beberapa menjadi terlihat tidak berperasaan. Anak Indigo dapat mudah marah dan kasar, mereka membutuhkan keyakinan bahwa dirinya diterima dan memerlukan konseling. Indigo juga mempunyai rasa depresi di usia muda jika mereka merasa tidak mengapa mereka dilahirkan atau merasa tidak mempu berbuat apa-apa untuk memperbaiki dunia.
      Bagi Wikimuers yang ingin mengetahui apakah anaknya atau diri sendiri termasuk seorang Indigo, bisa mencocokkan karakteristik anak Indigo dan Indigo dewasa berikut ini. Selain itu biasanya seorang anak Indigo tergolong anak yang istimewa (biasanya memiliki IQ -Intelligence Quotient- lebih dari 120 dan mempunyai kecenderungan mempunyai kemampuan supranatural) namun seringkali mempunyai permasalahan dengan sistem belajar di sekolah pada umumnya.

 Karakteristik Anak Indigo :
1. Mempunyai kesadaran diri yg tinggi, terhubung dengan sumber (Tuhan).
2. Mengerti jika dirinya layak untuk berada di dunia.
3. Mempunyai pengertian yang jelas akan dirinya.
4. Tidak nyaman dengan disiplin dan cara yang otoriter tanpa alasan yang jelas.
5. Menolak mengikuti aturan atau petunjuk.
6. Tidak sabaran dan tidak suka bila harus menunggu.
7. Frustasi dengan sistem yang sifatnya ritual dan tidak kreatif.
8. Mereka punya cara yg lebih baik dlm menyelesaikan masalah.
9. Sebagian besar adalah orang yg menimbulkan rasa tidak nyaman.
10. Tidak bisa menerima hukuman yang tanpa alasan, selalu ingin alasan yang jelas.
11. Mudah bosan dengan tugas yg diberikan.
12. Kreatif.
13. Mudah teralihkan perhatiannya, bisa mengerjakan banyak hal bersamaan.
14. Menunjukan intuisi yang kuat.
15. Punya empati yang kuat terhadap sesama, atau tidak punya empati sama sekali.
16. Sangat berbakat dan rata-rata sangat pintar.
17. Saat kecil sering diidentifikasi menderita ADD / ADHD (Atenttion Defisit Disorder = susah konsentrasi) / ADHD (Attention Defisit and Hyperactive Disorder = hiperaktif).
18. Mempunyai visi dan cita-cita yang kuat.
19. Pandangan mata mereka terlihat, bijaksana, mendalam dan tua.
20. Mempunyai kesadaran spiritual atau mempunyai kemampuan psikis.
21. Mengekspresikan kemarahan dan mempunyai masalah dengan menahan amarah.
22. Membutuhkan dukungan untuk menemukan diri mereka.
23. Berada di dunia untuk merubah dunia, untuk membantu kita hidup dalam keharmonisan dan damai antara yg satu dengan yg lain dan meningkatkan getaran planet.

Karakteristik Indigo Dewasa1. Mereka pintar walaupun tidak selalu berada di tingkatan paling atas.
2. Kreatif dan sangat menikmati menciptakan sesuatu.
3. Selalu ingin tahu kenapa, khususnya jika mereka disuruh melakukan sesuatu.
4. Muak akan pekerjaan yang banyak dan berulang-ulang di sekolah.
5. Pemberontak di sekolah, menolak mengerjakan tugas dll. atau ingin memberontak tapi tidak berani karena ada tekanan dari orang tua.
6. Punya masalah dengan keberadaan, seperti tidak diterima, atau terasing. Biasanya menimbulkan perasaan ingin bunuh diri, tapi tidak benar-benar melakukannnya.
7. Punya masalaha dengan amarah.
8. Tidak nyaman dengan politik karena merasa suara mereka tidak dihitung, dan tidak peduli dengan hasil yang keluar.
9. Frustasi dengan budaya Amerika tradisional.
10. Tidak terima bila hak-hak mereka diambil atau diinjak-injak.
11. Punya hasrat yang membara untuk merubah dunia, tapi kesulitan menemukan jalurnya.
12. Mempunyai ketertarikan akan hal spiritual dan kemampuan psikis saat usia muda.
13. Punya beberapa "Role model" Indigo.
14. Punya intuisi yang kuat.
15. Punya sifat atau jalan pikir yang tidak biasa, sulit fokus pada tugas, atau meloncat-loncat di tengah pembicaraan.
16. Pernah mengalami pengalaman spiritual, psikis dll.
17. Sensitif terhadap yg berhubungan dgn listrik.
18. Mempunyai kesadaran akan dimensi lain.
19. Secara seksual sangat ekspresif atau malah menolak seksualitas aga bisa mencapai kesadaran spiritual yang lebih tinggi.
20. Mencari arti hidup mereka dan mengerti tentang dunia, mereka bisa mencarinya dengan melalui agama, buku dll.
21. Waktu mereka merasa diri mereka seimbang, mereka akan menjadi kuat, sehat, dan individu yang bahagia.

Bagi Wikimuer yang ingin memperoleh penjelasan lebih jauh mengenai anak-anak Indigo dan permasalahan di seputar keindigoan seseorang bisa mendapatkan di (sekaligus juga merupakan referensi tulisan saya ini) :
- Buku The Indigo Children, Anak-anak Baru Itu Telah Datang oleh Lee Carrol & Ja Tober
- Buku 17 Emosi Negatif Anak Indigo, Terapi Mental da Perilaku oleh Wayne Dosick, Ph.D & Ellen Kaufman Dosick, MSW
- Link ke situs-situs berikut :
http://www.indigoindonesia.com/
www.starchild.co.za/what.html
- Khusus pembahasan mengenai cakra dapat dilihat di link :
http://www.uduryna.com/Chakras-Diagnostic-Guide.pdf
http://www.ascendpress.org/PDF-files/Chakras5.pdf

Sumber : anwariansyah di wikimu (http://www.wikimu.com/News/DisplayNews.aspx?id=10142)

Ciri-ciri Fisik Anak Indigo, Adakah Pada Anak Anda?

      Beberapa tulisan dan buku yang membahas mengenai anak Indigo hanya mengemukakan ciri-ciri perilaku dan kejiwaannya saja, dan tidak ada yang secara spesifik menjelaskan ciri-ciri fisiknya. Apakah ciri-ciri fisik anak Indigo itu, yang membedakannya dengan anak-anak pada umumnya, memang ada?
      Berbicara mengenai jiwa dan gambaran perubahannya yang muncul pada fisik, pasti sudah banyak orang yang tahu. Bagaimana emosi, seperti marah, sedih, dan gembira akan tergambar pada perubahan raut wajah, atau gerakan bahasa tubuh lainnya.
      Emosi yang terjadi secara berulang-ulang dalam jangka waktu yang lama bisa membuat suatu perubahan yang menetap pada roman muka dan tampilan fisik lainnya. Orang yang berkarakter jahat, sebagai contoh, seperti narapidana kambuhan, preman atau orang yang dalam kehidupannya sehari-hari selalu bergelut dengan dunia kejahatan, akan tergambarkan pada wajahnya dengan jelas. Begitu juga dengan orang yang berkarakter baik, seperti orang yang penolong, dermawan, baik hati, wajahnya akan tampak menyenangkan, teduh dan memberikan ketenangan apabila dipandang.
      Pemahaman itulah yang digunakan dalam pembuatan karakter tokoh film atau animasi kartun, di mana seorang penjahat divisualisasikan dengan muka yang bengis, sorot mata kejam, jarang tersenyum, sedangkan seorang pemuka agama bermuka bersih bercahaya, seorang penegak hukum dengan wajah tegas, dan lain sebagainya.

Ciri-ciri fisik sejak lahir, anak-anak hingga dewasa
      Anak Indigo terlahir dengan jiwa yang tua, atau tingkat kedewasaan dini pada usia sangat muda atau anak-anak. Sebagian anak Indigo bahkan memperlihatkan pertumbuhan jiwa yang luar biasa sejak usia bayi, seperti kemampuan berpikir analitik dalam memahami fungsi benda-benda, menilai karakter orang dewasa, mengungkapkan maksud hatinya kepada orang di sekitarnya, dan lain sebagainya. Pengaruh perkembangan jiwa yang terlalu cepat itu juga tampak pada pertumbuhan fisik seperti gigi yang muncul lebih cepat, dan kemampuan motorik seperti berjalan dan berbicara yang lebih dulu dari bayi pada umumnya.
      Karena kemampuan anak Indigo terletak pada kekuatan jiwanya, maka bentuk fisik secara spesifik banyak terdapat di bagian kepalanya. Ciri yang khas adalah bentuk kepala yang sedikit agak lebih besar dari bayi atau anak-anak pada umumnya, terutama pada bagian lingkar kepala, dan dahi serta kening yang lebih lebar.
Kuantitas otak anak Indigo biasanya lebih besar disebabkan penggunaannya relatif lebih sering sejak usia dini tadi. Mereka berpikir dan menganalisa setiap apa yang dilihat, didengar atau dirasakannya. 
      Pelebaran pada lingkar kepala menunjukkan penggunaan kemampuan telepati, pada kening adalah analitik, sedangkan dahi adalah visualisasi dan imajinasi citra-citra supranatural.
      Bentuk daun telinga pun mempunyai bentuk yang sedikit lebih keluar dari kepala, memanjang pada bagian ujung atas, dan agak menekuk ke atas pada bagian cuping bawah. Lebih kuatnya “insting reptil” merupakan sebab kemunculan ciri binatang yang tergambar pada bentuk daun telinga ini.
      Begitu juga dengan mata, terutama tatapan mata yang sangat tajam dan dalam, dengan bagian pupil atau orang-orangan mata yang lebih besar, sehingga tampak hanya tersisa sedikit ruang untuk warna putih mata. Pandangan mata anak Indigo bertolak belakang dengan pandangan mata anak autis. Kalau anak autis tidak bisa menatap mata orang lain, atau tidak bisa berkonsentrasi pada satu titik dalam waktu yang lama, sedangkan anak Indigo sebaliknya, mereka dengan berani menatap – sambil menganalisa karakter – orang dewasa di depan mereka, dan tingkat konsentrasinya terhadap sesuatu sangat tinggi untuk ukuran mereka. Sedangkan orang-orangan mata yang lebih besar menunjukkan kemampuan melihat makhluk gaib dan hal-hal yang tersembunyi lainnya dari dimensi-dimensi lain. Selain itu ada sebagian anak Indigo yang terlahir dengan mata agak sedikit jereng, baik ke tengah – ke arah hidung – atau ke luar.
      Susunan gigi-geligi mereka biasanya terlihat rapi dan bagus, dan terasa sangat tajam apabila anda merasakan gigitannya. Pada usia bayi ketika mulai tumbuh satu dua gigi, mereka cenderung melakukan kegiatan gigit-menggigit yang lebih sering dan intensif.
Ada semacam tanda aneh yang mungkin ditemukan pada saat kelahirannya – dan mungkin terbawa sampai usia beberapa tahun. Tanda itu terdapat di dahi, di antara kedua mata, sedikit agak di atasnya. Tanda yang pada sebagian anak Indigo terlihat cukup jelas seperti bekas pukulan yang membekas dalam dengan warna agak gelap samar. Tanda ini seperti “mata ketiga” yang menampakkan dirinya secara fisik.
      Demikianlah sedikit pengetahuan saya tentang ciri-ciri fisik anak Indigo, yang mungkin bisa membantu para orang tua dalam mengenali keindigoan pada anak-anak mereka, terutama sejak usia bayi (balita) hingga usia anak-anak. Ciri-ciri tersebut di atas bisa saja akan bertahan hingga usia dewasa, namun biasanya akan mengalami penurunan atau peningkatan sesuai perubahan perilaku dan emosi jiwa. Namun secara umum, ukuran kepala yang lebih besar, bentuk daun telinga, dahi dan kening yang lebar, dan tatapan mata akan bertahan hingga usia dewasa.


Sumber : anwariansyah di wikimu (http://www.wikimu.com/News/DisplayNews.aspx?id=15443)