Tampilkan postingan dengan label Dunia Antariksa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dunia Antariksa. Tampilkan semua postingan

Minggu, 01 Agustus 2010

China Rahasiakan Fakta UFO Misterius

Pada Rabu 7 Juli 2010 pukul 20.40 waktu setempat, Bandar Udara Xiaoshan di Hangzhou, ibu kota Provinsi Zhejiang, China tiba-tiba ditutup. Alasannya, ada penampakan benda langit misterius, UFO (unidentified flying object).

Petugas bandara segera membatalkan sejumlah jadwal penerbangan dan mengalihkan pesawat yang menuju Xiaoshan, ke bandara Ningbo di Provinsi Zhejiang dan Wuxi di Provinsi Jiangsu. Dilaporkan 18 penerbangan terganggu.

Namun, hingga Jumat 16 Juli 2010 pemerintah China masih merahasiakan apa sebenarnya penampakan UFO tersebut -- meski sebelumnya beredar informasi pihak berwenang akan memberikan keterangan Jumat (16/7).

Penampakan obyek terang seperti komet di atas Bandara Xiaoshan menjadi perbincangan panas di internet. Orang-orang mencoba menjelaskan fenomena aneh itu, dengan versi masing-masing.

Spekulasi yang beredar di dunia maya menyebutkan, benda diduga UFO itu adalah pesawat pembom Amerika Serikat, satelit Rusia, atau misil yang baru diuji coba China.

Seorang warga, Ma Shijun berhasil mengabadikan benda misterius itu saat dia mendongak ke langit sekitar pukul 20.30 waktu setempat.

"Aku merasa seberkas cahaya melayang di atas kepalaku. Saat mendongak, aku melihat seberkas cahaya putih terang terbang di langit. Aku buru-buru kamera dan memotretnya,"kata dia, kepada Xinhua.

"Apakah itu pesawat atau UFO, aku tak tahu pasti," kata dia, seperti dimuat laman myfoxchattanooga.com.

Sebelumnya, seorang sumber anonim kepada China Daily mengatakan, pejabat berwenang telah membongkar misteri penampakan UFO itu, setelah melakukan serangkaian investigasi.

Namun, hasil investigasi itu belum akan dimumkan ke publik. Data itu masih bersifat rahasia, sebab ada kaitannya dengan kepentingan militer. Penjelasan resmi dari pemerintah menurut informasi akan diberikan Jumat ini.
www.forum-buku.blogspot.com

Target NASA, Bukan Planet Alien Tapi Islam

Kepala Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA), Charles Bolden mengaku mendapat tugas baru dari Presiden Barack Obama. Bukan menemukan kehidupan di planet lain atau mencari lokasi potensial untuk koloni Bumi.

Tugas baru itu di luar 'orbit' NASA, yakni mendekati dunia Islam-- meningkatkan hubungan antara NASA dengan kaum muslim dunia.

Kata Bolden, interaksi lebih baik dengan dunia muslim akan meningkatkan secara drastis penjelajahan angkasa.

"Ketika dipilih menjadi pimpinan NASA, atau bahkan sebelum itu, dia [Obama] mengamanatkan tiga hal pada saya," kata Bolden kepada Al Jazeera, seperti dimuat laman Fox News.

Pertama, adalah terus memberi inspirasi pada anak-anak mencintai sains dan matematika. Kedua, lanjut Bolden, dia diberi tugas untuk meningkatkan hubungan dengan dunia internasional.

"Yang ketika, dan mungkin yang terpenting adalah, Obama meminta saya untuk menjangkau dunia Muslim. Juga terlibat secara dominan untuk memjembatani kontribusi Islam pada ilmu pengetahuan ...juga matematika, dan teknik," kata dia.

Menurut Bolden, penjelajahan langit -- untuk menguak rahasia alam semesta sekaligus menyelamatkan kehidupan Bumi hanya dimungkinkan dengan kolaborasi internasional, termasuk negara-negara Islam.

"Banyak yang bisa diperoleh dengan kontribusi dari negara muslim," kata dia. Bolden mencontohkan kontribusi China dan Rusia yang bekerja sama di stasiun luar angkasa internasional.

Target NASA untuk sesegera mungkin mendarat di Planet Mars dan mengeksplorasi asteroid yang berpotensi mengancam keselamatan Bumi, kata dia, tak mungkin dilakukan jika Amerika Serikat hanya sendirian.

Sebelumnya, Presiden Obama punya cita-cita, pada 2025, AS akan memiliki pesawat luar angkasa baru yang dirancang untuk perjalanan jarak jauh.

"Kita akan memulai dengan mengirim astronot ke asteroid untuk kali pertamanya dalam sejarah," kata Obama di pangkalan pesawat luar angkasa, Kennedy Space Center -- di mana manusia pertama ke Bulan diberangkatkan, seperti dimuat laman Daily News, Jumat 16 April 2010.

Pada pertengahan tahun 2030-an, giliran mengirim manusia ke orbit Mars dan mengembalikan mereka dengan selamat ke Bumi.

"Selanjutnya, kita akan mengirim manusia pertama yang akan menginjakkan kaki di Mars. Saya harap ada di sana untuk menyaksikannya," kata Obama, optimistis.
www.forum-buku.blogspot.com

Jumat, 30 Juli 2010

Mahluk Luar Angkasa Menggunakan 'Twitter'?

Jejaring sosial jadi fenomena, ia berkembang tanpa batas. Bahkan, hingga luar angkasa. Maksudnya?

Para ilmuwan mengatakan bahkan mahluk luar angkasa atau alien mungkin menggunakan pola yang lebih sederhana ketika mencoba melakukan kontak dengan manusia. Seperti Twitter -- misalnya.

Para alien bisa jadi menggunakan 'tweets' kosmis untuk mengontak manusia Bumi selama beberapa dekade. Sayangnya, kata para peneliti, kita belum bisa menangkap pesan tersebut.

Namun, pesan yang dikirim ke Bumi tidak persis sama dengan pesan di Twitter yang dibatasi 140 karakter. Penelitian menunjukkan para alien mungkin mengirimkan pesan pendek -- pesan langsung berupa sinyal, bukan memancarkan sinyal ke segala arah untuk menarik perhatian manusia.

Alasannya, peradaban alien diperkirakan punya kecenderungan membuat teknologi sinyal yang lebih efisien.

"Pendekatannya lebih seperti Twitter dan tidak seperti 'War and Peace'," kata Dr James Benford, fisikawan dan ketua Microwave Sciences, seperti dimuat laman Daily Mail.

Sementara, kembarannya, Gregory -- astrofisikawan dari Universitas Kalifornia mengatakan apapun bentuk kehidupannya, proses evolusi adalah proses memilih sumber daya yang lebih ekonomis.

"Mengirimkan sinyal melintasi tahun cahaya membutuhkan sumber daya yang besar," tambah dia.

Baik James maupun Gregory menyimpulkan bahwa ilmuwan yang tergabung dalam organisasi pencarian kehidupan ekstraterrestrial, Search for Extra-Terrestrial Intelligence (SETI) telah melakukan pendekatan yang salah selama setidaknya lima dekade.

Seperti ditulis dalam jurnal Astobiology, dua bersaudara Benfords mengatakan sinyal dari alien tidak dipancarkan ke segala arah namun, lebih mirip peluru, ditujukan ke satu sampai 10 gigahertz jarak gelombang elektromagnetik.

Dalil SETI bahwa alien mencoba menjalin kontak dengan manusia dengan cara memancarkan sinyal seperti mercusuar yang menyapu galaksi, dibantah dua bersaudara itu. Kata mereka, pesan yang dikirim lebih mungkin mirip Twitter yang bisa bertahan beberapa hari.

Benfords bersaudara juga mengatakan ilmuwan SETI telah mencari di tempat yang salah -- dengan mengarahkan teleskop radio ke bintang terdekat, berharap mendapatkan sinyal atau suara dari kehidupan alien.

"Broadcasting itu mahal dan membutuhkan banyak energi -- apalagi untuk mengirimkan sinyal melintasi tahun cahaya."

Seharusnya, SETI mencari alien di pusat galaksi.

"Banyak bintang yang miliaran tahun lebih tua dari Matahari -- pusat tata surya. Itu menunjukkan ada kemungkinan besar untuk membuat kontak dengan peradaban yang lebih maju dan ramai yang ada di galaksi kita," kata Gregory Benford.
www.forum-buku.blogspot.com

Senin, 24 Mei 2010

Sabuk Yupiter Hilang, NASA Pusing

Badan Antariksa Nasional Amerika Serikat (AS) NASA kembali dibuat pusing. Kali ini, menghilangnya sabuk utama planet Yupiter membuat mereka bertanya-tanya.

Yupiter, planet terbesar dalam sistem tata surya, memiliki beberapa sabuk melingkar. Sabuk awan, demikian ilmuwan menyebut sabuk-sabuk yang tampil lewat gradasi warna cokelat ini. Beberapa hari lalu, satu sabuk dari dua sabuk awan utama benar-benar menghilang. Dikatakan 'benar-benar' karena sabuk awan terlihat mulai mengabur sejak tahun lalu.

Kendati peristiwa ini bukan pertama kali terjadi pada Yupiter, tetap saja NASA terkejut. Mengapa? Karena sampai sekarang NASA belum juga menemukan penyebab hilangnya dua sabuk Yupiter. Sabuk Ekuator Selatan Yupiter (SEB) menghilang beberapa pekan, kemudian muncul kembali dalam waktu yang tidak bisa dipastikan. Bahkan NASA pun tidak bisa melacak atau memotret saat sabuk menghilang maupun kembali pada jajaran sabuk Yupiter.

"Sungguh misterius. Ini adalah peristiwa besar," sahut astronom yang bekerja di Laboratorium Penggerak Jet NASA Glenn Orton.

Tim Norton sebenarnya terus memantau permukaan Yupiter. Namun, entah kenapa peristiwa hilang dan kembalinya SEB selalu terlewatkan. Misalnya yang terjadi tahun lalu, saat SEB mulai menghilang. Gumpalan awan terus menipis hingga akhirnya habis sama sekali. Tidak ada sisa awan yang melingkar pada ekuator selatan Yupiter.

NASA pun gemas. "Kami tidak mengerti apa yang terjadi pada sabuk itu," papar Orton. Astronom ini cukup pusing menghadapi misteri hilangnya sabuk Yupiter. Lain halnya dengan astronom asal Australia Anthony Wesley. Dia menganggap peristiwa ini sebagai suatu kejutan. "Ya, Yupiter memang senang memberi kejutan," katanya datar.

Anggapan Wesley, sabuk awan tidak menghilang dalam arti sebenarnya. Dia yakin, SEB masih melingkar pada permukaan Yupiter. "Hanya mungkin tak terlihat karena tertutup gumpalan awan yang lebih tebal," ujarnya. Usia Wesley masih sangat muda ketika pertama kali 'diperkenalkan' dengan SEB. Semasa kecil, ayah Wesley sering mengajaknya ke loteng. Mereka meneropong bintang dari balik lensa teleskop. Dari kecil, Wesley tahu bahwa Yupiter memiliki dua sabuk utama.

"Aneh rasanya ketika tahu kini tinggal satu sabuk saja," ucapnya. SEB yang berwarna kecokelatan memiliki ukuran dua kali lebih lebar dibandingkan lebar bumi. Sabuk ini pun terlihat lebih besar daripada deretan sabuk Yupiter yang lain. Sabuk ini kerap menghilang dalam balutan kisah yang misterius. Tidak ada yang tahu waktu pastinya, pun penyebab hilangnya sabuk.

Pada rentang 1973-1975, SEB menghilang dan muncul lagi selama beberapa kali. Hampir 16 tahun sesudahnya, tidak ada laporan tentang hilangnya SEB. Laporan serupa muncul kembali pada 1989-1990. Tiga tahun kemudian, SEB kembali berulah. Sabuk ini menghilang tanpa pamit. Beberapa pekan kemudian, SEB terlihat lagi pada permukaan Yupiter.

Belasan tahun sesudahnya, SEB terus melingkar cerah pada permukaan planet kelima dalam sistem tata surya. Pada 2007, SEB hilang lagi. Menghilangnya SEB pada 2007 hanya berlangsung sebentar. Namun, kondisi ini justru mengacaukan pikiran NASA. Sebab, tahun-tahun berikutnya SEB semakin sering menghilang.
www.forum-buku.blogspot.com

Jumat, 21 Mei 2010

Bulan Terekam Sedang Menelan Venus

Foto terbaru yang dirilis pengamat angkasa Hong Kong menunjukkan bulan sedang menelan Venus. Foto yang diambil Joe Chan Yuen Fai pada 16 Mei di Kennedy Town Hong Kong saat okultasi, peristiwa di mana bulan mengaburkan bintang atau planet yang lebih jauh.

"Melihat Venus dan bulan tergantung di langit tidak mengherankan bagi saya, tapi saya senang dengan fenomena itu," kata Yuen Fai kepada space.com lewat email. "Bulan makan planet Venus!"

Dalam foto itu terlihat Venus dan bulan sabit sedang bersinar terang setelah matahari terbenam. Tapi saat malam, Venus perlahan-lahan tergelincir di balik bayang-bayang ekstremitas atau cakrawala bulan.

Pantulan cahaya dari bumi mengisi beberapa area gelap bulan. "Pada awalnya, Venus dan bulan sangat dekat satu sama lain. Orang-orang di sekitar saya bertanya bintang terang yang tergantung di atas bulan," kata Yuen Fai.

"Tapi Venus cerah kemudian menjadi redup saat bergerak lebih dekat ke bulan, dan akhirnya menghilang dalam beberapa detik. Sekitar 25 menit kemudian, Venus muncul di sebelah kanan bulan, dan mereka membentuk sebuah gambar yang tampak seperti sabit "

Venus bukan satu-satunya planet yang dikunjungi oleh bulan pada pekan ini. Mulai Rabu malam lalu, bulan dapat dilihat bersama Mars, Saturnus dan bintang Regulus terang ketika bergerak di langit barat daya.

Pertunjukan kosmik itu dimulai 19 Mei dan berakhir 22 Mei.
www.forum-buku.blogspot.com

6 Astronot Bakal Tinggal di 'Mars' 1 Tahun Lebih

Enam orang astronot yang berasal dari negara Rusia, Eropa, dan China akan menetap di 'planet Mars' selama 520 hari. Mereka akan membuktikan, berapa lama manusia mampu bertahan di Mars.

Pada 3 Juni nanti, tiga orang warga Rusia, satu orang keturunan Kolombia-Itali, satu orang warga Prancis, dan seorang warga China akan diisolasi dalam sebuah kompartemen tertutup sebagai simulasi perjalanan ke Mars dan dibiarkan berada di ruangan tersebut hingga November 2011.

Tentu saja, ini hanya sebuah simulasi, tidak benar-benar memberangkatkan enam astronot tersebut ke Mars. Hanya saja, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar isolasi di 'Mars' tersebut dapat mempengaruhi manusia.

"Ini merupakan penerbangan selama 520 hari ke Mars, belum pernah terjadi sebelumnya dengan durasi selama itu. Saya pikir, jika berbicara mengenai misi manusia ke Mars, mungkin akan terjadi sekira 20, bahkan 30 tahun lagi untuk bisa ke sana," ujar Kepala Penelitian di Badan Luar Angkasa Eropa Martin Zell, seperti dikutip melalui Straits Times, Kamis (20/5/2010).

Ke enam orang tersebut hanya diperbolehkan berada di ruangan masing-masing yang berukuran tiga meter persegi. Ruangan tersebut terletak di Moscow Institute of Biomedical Problems. Mereka akan diisolasi di ruangan tersebut selama tujuh hari seminggu, dengan dua hari waktu libur, kecuali ada peristiwa darurat dalam simulasi tersebut.

Seluruh kru, yang akan dipimpin oleh seorang warga Rusia, akan tinggal dan bekerja layaknya kegiatan astronot di ISS, begitu pula kehidupan mereka sehari-hari, seperti pemeliharaan ruangan dan perangkat, melakukan eksperimen ilmiah, dan latihan-latihan.

Selama 'surface operations' yang dilakukan 250 hari setelah mereka 'mengorbit', seluruh kru akan dibagi menjadi dua kelompok. Tiga orang akan menjelajahi permukaan mars, sedangkan yang lain akan mengendalikan pesawat luar angkasa di orbit, selama satu bulan.
www.forum-buku.blogspot.com

Rabu, 05 Mei 2010

Demi Meteor, 10 Paranormal Berani Bayar Mahal

Tak hanya dikunjungi warga yang penasaran, empat rumah di Jalan Delima VI gang 2, Duren Sawit, Jakarta Timur yang kejatuhan meteorit juga ramai dikunjungi paranormal.

"Sejak kemarin, 10 orang lebih dari paranormal datang ke rumah," kata Sudarmojo (70), yang rumahnya paling parah dihantam meteorit, Selasa 4 Mei 2010.

Kedatangan para paranormal itu demi mendapatkan batu meteorit yang mungkin ada di rumah Sudarmojo. "Mereka akan membayar, kalau menemukan batu itu akan dibayar mahal," kata dia.

10 orang paranormal yang datang ke Sudarmojo, rata-rata sudah paruh baya. "Semua laki-laki, umurnya seperti saya, sekitar 70 tahun," kata dia.

"Mereka bilang, Pak kalau ketemu batu, tolong infokan ke saya, saya berani bayar mahal."

Menurut Sudarmojo, dari informasi mereka, batu meteor akan dipakai untuk membuat keris atau jimat.

Namun, Sudarmojo mengaku tak akan menjual batu meteor, jika nantinya ditemukan di rumahnya. "Kalau saya dapat tidak akan saya jual, saya serahkan ke peneliti," kata dia.

Namun, beberapa warga tak sepakat dengan Sudarmojo. Subari Marzuki (68) misalnya. "Ada yang sempat nanya-nanya. Kalau saya menemukan batunya, itu harta karun buat saya."

"Kalau pemerintah tidak mau beli, saya akan jual ke orang yang mau beli, buat renovasi," tambah dia. (mt)

Sumber : Vivanews
www.forum-buku.blogspot.com

Meteor Duren Sawit Mengandung Emas?

Masyarakat Tegal pernah mencari bahan emas dari penemuan batu meteorit. Apakah meteor di Duren Sawit juga mengandung logam berharga?

Penyebab kerusakan rumah Sudarmojo di Malaka Sari, Duren Sawit Jakarta Timur 29 April lalu itu dipastikan meteor. Benda angkasa itu diperkirakan mengandung 15 unsur yang tidak berbahaya bagi manusia, sama seperti bebatuan biasa yang ada di bumi.

"Sudah selesai penelitiannya benda tersebut merupakan meteorit, tidak ada penelitian lanjutan,” ujar Profesor Riset Sains Astrofisika Thomas Djamaludin yang melakukan penelitian, di Jakarta kemarin.

Thomas menjelaskan dari hasil sampel berupa debu yang diambil dari lokasi disimpulkan terdapat 15 unsur. Benda angkasa itu di antaranya mengandung besi silika, alumunium, kalsium, zerkonium, magnesium. Secara sederhana kandungan meteor sama dengan batu kali biasa, dan bahan itu tidak berbahaya atau beracun.

Lalu apakah meteroit memang mengandung bahan berharga misalnya emas? Thomas membantahnya. "Meteorit tidak mengandung logam berharga, tidak ada itu. Dulu di Tegal masyarakat yang menemukan meteorit mencari bahan emas, agak lucu saja," ujarnya.

Ia menjelaskan ciri-ciri meteorit adalah memiliki lapisan tebal berwarna agak hitam karena bekas terbakar. Warna hitam itu terkadang pekat tapi kadang tidak pekat.

Batu meteorit hampir sama dengan batu bumi, tidak mengandung magnet. Sementara Meteor bisa dilihat dengan jelas dari bumi belahan utara, dan tidak bisa diprediksi jatuhnya di mana. "Jatuhnya meteorit di pemukiman sangat jarang terjadi, namun tidak menutup kemungkinan jatuh di belahan bumi lainnya," imbuh Thomas.

Ia juga membantah kemungkinan meteor jatuh di tempat yang sama. "Tidak akan di tempat yang sama. Tidak ada daya tarik tertentu yang menyebabkan sebuah meteor jatuh di titik tertentu di permukaan bumi," tegas Thomas.

Meteor juga perlu dibedakan antara hujan meteor, yang berasal dari rasi Lyrid, Leonid, Perseids atau Aquarids. Hujan meteor itu bisa terjadi karena debu-debu komet. Sementara meteor sporadis tidak harus dari berasal dari salah satu rasi.

Tim Lembaga Penerbangan dan Antrariksa Nasional (LAPAN) yang meneliti meteor di Duren Sawit di antaranya terdiri dari Kepala Pusat Sains Antariksa Drs Sri Kaloka, Thomas Djamaludin dan Abdurrachman S.Si. Tim ini bekerjasama dengan tim dari Puslabfor Mabes Polri yang dipimpin Kombes Amri Kamil.

Tim itu juga menyimpulkan dari struktur kerusakan di lokasi, benda itu bergerak sangat cepat sekali. "Lebih dari 100 ribu km dan suhu meteorit ratusan derajat panasnya," tegas tim.

"Karena tekanan yang sangat besar maka terjadi ledakan sangat besar, pintu terlempar, dan genteng berantakan. Pusat ledakan di rumah bagian tengah. Batu tersebut tidak mengandung unsur luar biasa, apalagi emas tidak ada," ujar Kepala Puslabfor Mabes Polri Kombes Amri Kamil.

Puslabfor menyimpulkan benda yang menghancurkan lantai 2 rumah Sudarmojo adalah meteorit dan indikasinya berupa kerusakan yang datang dengan sangat cepat. Sementara batu meteor datang dari arah barat daya, menghantam rumah dan karena temperatur panas menghancurkan genteng dan tembok di sekitarnya.

"Jika warga menyimpan benda-benda mencurigakan harap melaporkan ke LAPAN maupun ke kepolisian. Obyek meteoritnya belum ditemukan di antara reruntuhan, kemungkinan sudah hancur menjadi debu. Tidak benar meteor sebesar kelapa," ujar Amri.

Thomas menjelaskan, belum ada pengaturan tentang kepemililikan meteor di Indonesia. Penemuan meteor seringkali dimiliki oleh warga atau diserahkan ke museum, namun untuk kasus di Duren Sawit meteornya tidak ditemukan.

Sumber : Inilah
www.forum-buku.blogspot.com

Rabu, 21 April 2010

Ditemukan Benda Paling Terang Sejagat

Benda asing misterius yang diduga sebagai objek baru ditemukan di ruang angkasa. Benda ini kemungkinan besar adalah objek paling terang dan tahan lama di alam semesta.

Benda yang disebut Mikro-quasar atau quasar kecil itu menambah panjang daftar benda misterius di ruang angkasa. Quasar sendiri merupakan galaksi yang ditemukan di pusat galaksi dan mengandung lubang hitam yang supermasif atau sangat besar.

Seperti dilansir Space.com, Selasa 20 April 2010, objek itu tiba-tiba memompa keluar gelombang radio pada tahun lalu, posisinya tak jauh dari galaksi M82 atau sekitar 10 juta tahun cahaya. Temuan itu sudah disampaikan ke publik hari ini.

"Objek baru itu, yang mulai muncul pada Mei 2009, membuat kita bertanya-tanya. Kita tidak pernah melihat benda seperti ini sebelumnya," kata Tom Muxlow, seorang astronom radio dari Universitas Manchester Jodrell Bank Observatori, Inggris.

M82 adalah 'galaksi starburst'. Bintang-bintang yang ada di galaksi ini akan mengeluarkan ledakan luar biasa sebelum akhirnya hilang. Dan itu berlangsung dengan kecepatan tinggi.

Peristiwa ledakan-ledakan bintang atau supernova itu biasanya terjadi sekitar 20-30 tahun sekali di galaksi M82. Peneliti berharap ledakan-ledakan itu bisa menimbulkan cahaya dari panjang gelombang radio yang dipancarkan peristiwa supernova itu.

Ledakan bintang yang kerap terjadi itu lalu dibandingkan dengan benda misterius yang baru ditemukan. Objek misterius itu bisa memancarkan cahaya dengan sangat cepat dan berlangsung lebih lama beberapa hari.

Benda misterius itu juga tidak menunjukkan tanda-tanda akan meredup. Bahkan setelah mendekati hampir satu tahun. "Malah pancarannya semakin terang," jelas Muxlow.

Timbulnya quasar itu diperkirakan muncul dari materi spiral dengan kecepatan yang sangat tinggi ke lubang hitam. Perputaran dengan kecepatan tinggi itu berada di pusat galaksi.

Sumber : Vivanews.com
www.forum-buku.blogspot.com

UFO Menyilaukan Muncul di China

Koran China People Daily melaporkan penduduk menyaksikan obyek terbang tak dikenal antara pukul 08.40 hingga 08.50 malam pada 18 April di Chengdu dan mengambil gambar dengan kameranya.

Berdasarkan keterangan Zhang UFO bercahaya putih itu menyilaukan, namun tidak menimbulkan bunyi apapun.

Benda ini tergantung di udara beberapa menit, kemudian berpindah dengan kecepatan lebih rendah dibandingkan pesawat, dan kemudian menghilang.

Pelapor menyebut bunyi mesin meteorologi sering muncul pada pukul 8 pagi dan sore hari. Namun tidak pernah ada laporan UFO sebelumnya.

Sumber : Inilah.com
www.forum-buku.blogspot.com

Jumat, 09 April 2010

Semut dari MARS ?

Semut spesies baru yang ditemukan di hutan Amazon ini hidup di bawah tanah dan buta selama hidupnya. Para ilmuwan yang menemukannya yakin semut tersebut masih keturunan langsung semut purba yang pertama kali menghuni Bumi.

Seorang mahasiswa program studi biologi evolusi Universitas Texas, AS, Christian Rabeling, menemukannya pertama kali di hutan hujan Empresa Brasileira de Pasquisa Agropecuaria di Manaus, Brasil, tahun 2003. Ia adalah satu-satunya koloni semut yang hidup di bekas pohon yang membusuk di dalam tanah.

Maka, pantas kalau penemunya memberi nama Martialis heureka yang artinya semut dari Mars saking unik dan anehnya. Semut tersebut tak lagi menggunakan indera penglihatan dan tak membutuhkan pigmen atau pewarna tubuh karena telah beradaptasi dengan lingkungan yang gelap gulita. Sebagai gantinya, ia memiliki tubuh memanjang dan capit yang panjang yang diduga untuk meraba dan menangkap mangsa.

Martialis heureka tidak hanya tercatat sebagai spesies baru, tapi juga membentuk kelompok genus tersendiri, bahkan subfamili baru. Subfamili terakhir ditemukan tahun 1967. Saat ini semut terbagi dalam 21 subfamili.

Sampel DNA yang diambil dari kakinya menunjukkan bahwa semut dari Mars menempati pangkal pohon evolusi semut. Dari sifat genetikanya, semut diperkirakan mulai muncul sejak 120 juta tahun lalu dari nenek moyang yang sama dengan tawon. Para ilmuwan meyakini semut segera tersebar ke dalam habitat yang berbeda-beda, di tanah, dedaunan, dan sebagainya.

"Penemuan ini mendukung pendapat bahwa semut predator yang buta dan hidup di dalam tanah muncul di awal evolusi," ujar Rabeling. Meski demikian, hal tersebut bukan berarti nenek moyang semut buta dan hidup di tanah. Namun, saat mulai berevolusi, semut telah beradaptasi dengan lingkungan tanah hutan tropis.

Rabeling mengatakan, Martialis heureka memberi petunjuk bahwa rahasia evolusi semut mungkin masih tersembunyi di balik hutan hujan tropis. Penemuan yang dilaporkan dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences ini juga memberikan informasi baru untuk mempelajari lebih mendalam keragaman hayati serangga, khususnya semut.

Sumber : apakabardunia.com
www.forum-buku.blogspot.com

Kamis, 08 April 2010

Gelembung Langit Misterius Berusia 12,9 Miliar Tahun

Sebuah obyek misterius terekam nun jauh di luar angkasa. Para astronom menyebutnya sebagai gelembung primordial yang diberi nama Himiko, diambil dari nama ratu Kerajaan Jepang kuno yang juga sama misteriusnya.

Disebut demikian karena obyek raksasa tersebut terbentuk tak lama setelah alam semesta terbentuk yang diawali dengan Ledakan Besar (Big Bang). Ukurannya sangat besar, berupa gas yang massanya 40 miliar kali massa matahari dan berdiameter setengah kali Galaksi Bima Sakti.

Usianya pun sangat tua sekitar 12,9 miliar tahun cahaya (tahun cahaya setara dengan 9,5 triliun kilometer). Struktur Himiko yang belum terungkap bisa memberi gambaran awal pembentukan galaksi saat alam semesta masih sangat muda dan baru berusia sekitar 800 juta tahun.

"Saya belum pernah mendengar obyek sejenis lainnya yang terbentuk pada jarak sejauh ini," ujar Masami Ouchi, peneliti dari Carnegie Institution, California, AS. Obyek tersebut mungkin mirip gelembung Lyman-Alpha yang terbentuk antara 2-3 miliar tahun.

Himiko terbentuk di akhir epos reionisasi yang berlangsung antara 200 juta dan satu miliar tahun sejak Big Bang. Saat itu, alam semesta baru saja lahir dan baru membentuk bintang-bintang dan galaksi.

Bentuknya yang seperti gelembung mungkin berupa gas terionisasi yang mengelilingi lubang hitam raksasa supermasif atau kumpulan gas dingin. Namun, bisa jadi Himiko merupakan hasil tabrakan dua galaksi muda yang menyatu, galaksi tunggal raksasa, atau lokasi pembentukan bintang yang sangat aktif.

Himiko pertama kali terekam menggunakan teleskop Subaru di Hawaii tahun 2007. Ouchi dan timnya kemudian melakukan pengamatan lebih seksama menggunakan instrumen spektrografi Keck/DEIMOS dan Magellan/IMACS. Dari pengamatan tersebut, terdeteksi kandungan hidrogen terionisasi, jarak, dan umur obyek misterius tersebut.

"Kami berencana melakukan pengamatan inframerah dengan teleskop ruang angkasa Hubble untuk memastikan, apakah ada ciri-ciri penggabungan obyek-obyek atau tidak," ujar Ouchi. Namun, hal tersebut baru dapat dilakukan seusai Hubble diperbaiki dalam misi penerbangan pesawat ulang alik Atlantis yang dijadwalkan bulan depan.

Sumber : Kompas.com
www.forum-buku.blogspot.com

Ilmuwan Temukan Bukti Adanya Danau di Planet Mars

Ngarai dalam dan panjang serta bekas pantai barangkali merupakan bukti paling jelas mengenai keberadaan danau di permukaan Mars --yang diduga pernah berisi air tapi kini sudah kering, kata beberapa ilmuwan, Rabu (18/6).


"Gambar dari sebuah kamera High Resolution Imaging Science Experiment di pesawatReconnaissance Orbiter menunjukkan air memotong ngarai sepanjang 50 kilometer," kata tim ilmuwan di University of Colorado, Boulder.

Danau itu diduga memiliki ukuran 200 kilometer persegi dan kedalaman 450 meter, tulis para peneliti tersebut di jurnal Geophysical Research Letters.

Sekarang tak ada perdebatan bahwa air memang ada di permukaan Mars --robot peneliti telah menemukan es. Juga ada bukti bahwa air mungkin masih merembes ke permukaan dari bawah tanah, kendati air itu segera hilang akibat cuaca dingin, asmosfir tipis Planet Merah tersebut.

Beberapa ilmuwan peneliti planet juga telah melihat apa yang boleh jadi merupakan tepi sungai raksasa dan laut --tapi sebagian bentuk itu juga dapat diperdebatkan dan diduga terbentuk oleh longsoran tanah kering. "Ini adalah bukti pertama yang tak meragukan mengenai garis pantai di permukaan Mars," kata Gaetano Di Achille, yang memimpin studi tersebut.

"Pengidentifikasian jalur pantai dan bukti ekologi yang menyertai memungkinkan kami menghitung ukuran dan volume danau itu, yang tampaknya terbentuk sekitar 3,4 juta tahun lalu," kata Di Achille dalam satu pernyataan.

Air adalah kunci bagi kehidupan dan para ilmuwan mencari dengan sia-sia bukti mengenai kehidupan, baik pada waktu lalu maupun sekarang, di Mars. Keberadaan air di planet itu juga dapat bermanfaat bagi peneylitian manusia pada masa depan.

"Di Bumi, delta dan danau adalah pengumpul yang sangat bagus dan pelestari tanda kehidupan masa lalu," kata Di Achille. "Jika kehidupan pernah ada di Mars, delta mungkin menjadi kuncil guna membuka rahasia biologi masa lalu di Mars," kata Di Achille.

"Bukan hanya penelitian ini membuktikan bahwa ada sistem danau yang lama hidup di Mars, tapi kita juga dapat melihat bahwa danau yang terbentuk setelah kondisi hangat, basah diduga telah hilang," kata asisten profesor, Brian Hynek.

Danau tersebut barangkali telah menguap atau membeku selama perbuahan iklim singkat, kata para peneliti itu. "Airnya diduga telah berubah menjadi uap.. Tak seorang pun mengetahui apa yang mengubah Mars dari planet yang hangat dan lembab menjadi seperti sekarang -- gurun beku tanpa udara."

Sumber : mediaindonesia.com
www.forum-buku.blogspot.com

Rabu, 07 April 2010

Komet Raksasa Pernah Jatuh di Amerika

Peneliti mendapat tambahkan tersangka baru dari daftar apa yang mungkin telah membunuh megafauna mammoth dan mastodon 13.000 tahun lalu.

Sebuah komet empat kilometer tidak hanya membuat kawah tunggal di lapisan es di Amerika Utara 13.000 tahun lalu, tapi puing-puing juga memenuhi langit dengan serangkaian ledakan skala megaton seperti peristiwa Tunguska tahun 1908.

Setiap rangkaian ledakan api dapat mematikan seperti satu tubrukan besar. Itulah mengapa para ilmuwan terus memperingatkan asteroid yang menghantam bumi dapat menyebabkan kerusakan besar.

Tetapi yang lain berpendapat, tidak perlu bencana kosmis untuk menjelaskan hilangnya mammoth dan mastodon serta akhir kebudayaan Clovis.

Proposal baru datang dari Bill Napier astronom di Universitas Cardiff yang pada 1982 turut menulis buku berjudul The Cosmic Serpent. Di dalamnya, ia dan Victor Clube menunjukkan bahwa planet dari luar mengalihkan komet raksasa ke dalam tata surya bagian dalam.

Teori catastrophism koheren mengklaim bahwa kita hidup pada saat dampak meningkat, karena salah satu komet raksasa memasuki tata surya dalam 20.000 sampai 30.000 tahun yang lalu, menyebabkan hujan meteor Taurid, komet Encke dan sisa lainnya.

Dalam makalah di Arxiv.org yang muncul dalam Pemberitahuan Bulanan Royal Astronomical Society, Napier menyatakan bencana sesungguhnya berasal dari gumpalan puing komet 50 hingga 100 kilometer.

"Ribuan fragmen komet seperti itu merupakan peristiwa yang jauh lebih besar daripada tabrakan tunggal yang besar," katanya.

Tetapi studi baru-baru ini terus meningkatkan keraguan tentang teori tabrakan. Pada bulan Desember, peneliti melaporkan bahwa mereka telah menemukan tak ada tanda geokimia dari dampak di lapisan sedimen yang terbentuk pada saat itu.

Sementara itu, bencana lain yang berbeda telah ditemukan 13.000 tahun yang lalu – yang tiba-tiba mengeringkan danau besar Kanada. Meltwater di dasar lapisan es di Amerika Utara telah terkumpul di danau karena tidak tempat lain.

Akhirnya apa pun penyebabnya telah mengakibatkan es pecah atau meleleh, menyebabkan air mengalir pergi.

Sumber : Inilah.com
www.forum-buku.blogspot.com

Alien 3 Meter Sebabkan Kepanikan di Yordania

Surat kabar lokal yang menerbitkan berita tentang kunjungan alien setinggi 10 kaki (3 meter) pada tengah malam telah memicu panik di sebuah kota di Yordania.

Surat kabar Al Ghad menerbitkan sebuah artikel di halaman depan dan mengklaim UFO mendarat di kota gurun Jafr.

Laporan itu mengatakan alien menerangi seluruh kota, mengganggu komunikasi dan menjadikan penduduk ketakutan lari ke jalanan.

Walikota Jafr, Mohammed Mleihan tertipu oleh lelucon koran itu dan mengirim keamanan untuk mencari alien itu.

"Siswa tidak pergi ke sekolah, orangtua mereka takut dan aku hampir mengevakuasi 13.000 warga kota," katanya. "Orang-orang takut alien akan menyerang mereka."

Seorang pejabat keamanan Yordania berbicara anonim membahas masalah keamanan, mengatakan sebuah rencana darurat hampir diberlakukan di Jafr.

Mleihan mengatakan ia mungkin menggugat harian itu karena melakukan "kebohongan besar," tetapi koran itu telah meminta maaf atas ketidaknyamanan yang disebabkan oleh lelucon itu.

Pemimpin redaksi Al Ghad yang mengelola Moussa Barhoumeh mencoba meredakan situasi dengan mengatakan laporan tersebut telah "meledak di luar proporsi."

"Kita bermaksud untuk menghibur, tidak menakut-nakuti orang," katanya.

Olok-olok ini mengingatkan pada siaran radio pada 1938 menyangkut perang dunia yang menyulut panik di Amerika.

Sumber : Inilah.com
www.forum-buku.blogspot.com

Sabtu, 03 April 2010

Mengapa Bulan Bertingkah Aneh?

Akhir-akhir bulan lalu, orang dibingungkan dengan ketidakmunculan bulan. Sekarang, orang dibingungkan dengan bulan yang bisa terlihat di siang hari.

Beberapa hari lalu, bulan penuh-sangat terang muncul tampak dekat dan besar di horison timur pada waktu matahari tenggelam. Tetapi malam setelahnya terlihat akan segera hilang. Tidak berapa lama di waktu sore hari muncul kembali di timur.

Lalu apa yang terjadi dengan permainan astronomi petak umpet bulan itu?.

Bulan sebenarnya bergerak seiring dengn orbit di sekitar bumi. Hal tersebut berpengaruh terhadap kemunculan bulan lebih lambat hampir 50 menit tiap malam selanjutnya.

Kunci untuk mengobservasi bulan, jika tidak ingin mengawasi sepanjang malam adalah dengan melihat saat pertama kali muncul di pagi hari.

Ukuran bulan sangat baik diobservasi setelah matahari terbit, yakni di langit pagi hari. Bulan nampak di langit bagian selatan jika dilihat di belahan bumi utara.

Beberapa orang juga bisa bingung karena bulan bisa terlihat di siang hari. Matahari bersinar sepanjang hari, dan bulan seharusnya bersinar di malam hari kan?.

Hampir setiap hari di tiap bulan tahunan, bulan menghabiskan sekitar separuh waktunya di langit pada siang hari. Satu pengecualian hanya satu malam ketika bulan purnama berlangsung. Malam itulah ketika bulan berlawanan secara pasti dengan matahari di langit.

Sumber : Inilah.com
www.forum-buku.blogspot.com

Rabu, 31 Maret 2010

HEBOH!! Patung berusia 200,000 tahun ditemukan di bulan !

Akhirnya para ilmuwan menemukan bukti adanya kehidupan cerdas di permukaan bulan. Bukti tersebut berupa sebuah patung 10 inch yang dinamakan, The angel. Patung ini ditemukan di reruntuhan batuan bulan yang di ambil oleh awak apollo XI tahun 1969!!

Truz, mengapa baru sekarang terkuak??

Nah, Sebenarnya kalangan internal NASA telah lama mengetahui adanya fakta ini namun mereka merahasiakannya dari publik untuk mencegah kehebohan massal. Koq bisa??
Hanya baru-baru inilah seorang mantan ilmuwan di NASA, Dr charles membeberkannya kepada dunia.

Patung tersebut berwujud wanita dengan rambut panjang dan memilii sayap. Usianya yang 200,000 tahun membuatnya tidak mungkin sebagai hasil karya manusia. Biar tau aja, manusia baru berkembang mulai dari 170,000 tahun yang lalu. 30,000 tahun?? bukankah selisih waktu yang sangat jauh? inilah yang membuat kita penasaran tentang makhluk/peradaban yang membuat patung ini.

Banyak yang menghubungkannya dengan dewa-dewa peradaban kuno seperti dewanya orang sumeria, annunaki. Namun, pendapat itupun belum memiliki bukti yang mendukung. Yang jelas patung ini masih menyimpan dengan ketat misterinya dan tidak mengizinkan kita untuk membukanya....

Sumber : weekly world news
www.forum-buku.blogspot.com

Hah ! Kabar Gembira... Tahun 2018 Manusia Akan Melakukan Perjalanan Pertama ke Planet Venus ( Hebat )

NASA telah mempersempit pilihan untuk misi selanjutnya pada ekspedisi yang paling potensial. Misi pertamanya ke Venus dan mengambil sampel bebatuan dari asteroid atau bulan.

Pada misi pertama, NASA akan mengirim pesawat luar angkasa untuk meneliti udara dan tanah di planet Venus sehingga dapat diketahui perbedaan strukturnya dengan Bumi. Untuk misi ke asteroid, pesawat luar angkasa akan mengambil sampel bebatuan sebagai bahan dalan penelitian untuk mengetahui asal-usul tata surya. Terakhir, misi ke bulan juga akan mengambil sampel bebatuan guna mengetahui awal terciptanya sistem Bumi dan Bulan.

Namun, hanya satu dari tiga pilihan tersebut yang akan mendapatkan lampu hijau berupa pendanaan sebesar US$650 juta dengan peluncuran sebelum 30 Desember 2018. Kompetisi itu merupakan program terbaru NASA untuk mengembangkan misi untuk mengeksplorasi tata surya. "Ini merupakan proyek yang menginspirasi dan menggugah ilmuwan muda, insinyur, dan juga masyarakat," kata Ed Weiler, administratur pada Direktorat Misi Sains NASA.

NASA sendiri telah menyiapkan dana sebesar US$3,3 juta untuk tiap-tiap misi tersebut. Dengan dana itu, setiap misi diberi kesempatan untuk menyempurnakan proyek mereka, kelayakan, biaya, dan rencana manajemen. Proposal tiga misi itu telah diterima pada Juli 2009 dan keputusan akhir akan diumumkan pada pertengahan 2011. "Ketiga proposal ini menawarkan nilai ilmiah terbaik di antara delapan proposal yang telah diterima NASA pada tahun ini," lanjut Weiler.

Program terbaru NASA New Fontier sebelumnya telah meluncurkan satu misi ke luar angkasa dan misi kedua tengah dalam pengembangan. Misi pertama, New Horizons, diluncurkan pada 2006 dan direncanakan menuju Planet Pluto pada 2015. Sementara itu, misi kedua akan mengirim pesawat luar angkasa Juno ke Bulan pada 2011 untuk melakukan penelitian mendalam terhadap gas yang ada di atmosfer dan udara di sana.

www.forum-buku.blogspot.com

Kamis, 18 Maret 2010

Pembunuh Elektron Muncul Saat Badai Matahari

Ketika gelombang kejut badai matahari menerpa gelembung magnetik pelindung bumi akan menciptakan partikel yang sangat energik dijuluki "pembunuh elektron" yang berbahaya.

Selama badai matahari, jumlah elektron pembunuh dalam sabuk radiasi tumbuh setidaknya 10 kali.

European Space Agency telah membantu memikirkan bagaimana partikel pembunuh ini tercipta dan dapat membantu untuk secara lebih baik melindungi satelit dan astronot.

Elektron pembunuh - itulah sebutan para ilmuwan - sangat energik berupa partikel bermuatan yang terperangkap di luar sabuk radiasi bumi yang membentang 12.000 km hingga 64.000 km di atas planet kita. Seperti namanya, partikel-partikel energik ini cukup untuk menembus pelindung satelit, dan berpotensi merusak.

Pada 7 November 2004, matahari mengeluarkan banyak badai ke arah di bumi. Badai itu terdiri dari gelombang kejut diikuti oleh awan magnet besar.

Pengukuran Cluster telah membantu para ilmuwan memilih penjelasan bagaimana pembunuh elektron tercipta.

Dua kemungkinan yang diusulkan elektron yang dipercepat oleh gelombang, dengan satu metode bergantung pada frekuensi sangat rendah (VLF) yang berada di jangkauan 3-30 kHz , yang lain pada frekuensi ultra rendah (gelombang ULF), di jangkauan 0,001-1 Hz.

"Baik VLF dan gelombang ULF mempercepat elektron dalam sabuk radiasi bumi, tapi dengan skala waktu yang berbeda. Gelombang ULF jauh lebih cepat daripada VLF, karena amplitudo mereka jauh lebih besar," kata Qiugang Zong dari Universitas Peking dan Lowell dari University of Massachusetts , penulis utama penelitian yang menjelaskan proses itu. Penelitian ini dijelaskan dalam edisi terbaru Journal of Geophysical Research.

Cluster data menunjukkan bahwa proses dua langkah menyebabkan kenaikan substansial electron pembunuh, akselerasi awal adalah karena guncangan kuat medan magnet yang berkaitan dengan kompresi.

Segera setelah dampak, medan magnet bumi mulai bergoyang-goyang di frekuensi rendah. Pada gilirannya, gelombang ULF ditemukan secara efektif mempercepat benih elektron yang disediakan oleh langkah pertama, untuk menjadi pembunuh elektron.

dikupas dari :inilah.com
www.forum-buku.blogspot.com

Bintang Kerdil akan Bombardir Bumi

Ilmuwan menduga ada bintang tidak terlihat dan disinyalir mengitari matahari serta menyebabkan komet mati membombardir bumi seperti yang membuat dinosaurus punah.

Obyek yang ukurannya lima kali lebih besar daripada Yupiter itu bisa menjadi penyebab kepunahan massal yang terjadi 26 juta tahun lalu.

Bintang yang memiliki nama panggilan Nemesis oleh ilmuwan NASA, tidak dapat dilihat meskipun mengeluarkan sinar infra merah dan sangat jauh letaknya.

Nemesis dipercaya mengorbit sistem tata surya pada posisi 25 ribu kali jarak antara Bumi dengan Matahari.

Seiring dengan perputarannya di galaksi, gaya gravitasinya menarik keluar badan es-nya dari awan Oort, sebuah lapisan sangat luas yang terdiri dari bebatuan dan debu sejauh Nemesis.

Bola api yang terbang menuju bumi ini berbentuk komet menyebabkan kerusakan total ketika menyapu kehidupan dinosaurus 65 juta tahun lalu.

Saat ini ilmuwan NASA percaya bahwa mereka akan bisa menemukan Nemesis dengan menggunakan teleskop pencari panas yang akan mulai memindai langit pada bulan Januari.

Alat yang bernama The Wide-Field Infrared Survey Explorer diharapkan bisa membantu menemukan ribuan bintang kerdil dalam jarak 25 tahun cahaya dari Matahari, yang mengirim balik foto komet yang kemungkinan dilepaskan dari kawanan awan Oort.

Petunjuk pertama ilmuwan terhadap keberadaan Nemesis adalah orbit yang aneh dari bintang kerdil yang disebut sebagai Sedna. Para peneliti melihat ketidakwajaran, orbit oval yang berjarak 12 ribu tahun dapat dijelaskan oleh struktur langit yang masif.

Mike Brown yang menemukan Sedna pada tahun 2003 mengatakan, “Sedna adalah obyek yang sangat aneh, benda tersebut tidak seharusnya berada di sana. Satu-satunya cara untuk memperoleh orbit eksentrik adalah memiliki struktur raksasa yang mendukung, jadi ada apa sebenarnya di luar sana?.

dikupas dari :inilah.com
www.forum-buku.blogspot.com