Tampilkan postingan dengan label Artikel Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel Islam. Tampilkan semua postingan

Senin, 07 Mei 2012

Wali Nikah, Apakah Harus Selalu Ayah Kandung?

“Wali Nikah, Apakah Harus Selalu Ayah Kandung?” 



Assalamu'alaikum. Wr. Wb

Pak Ustadz, saya mau menanyakan tentang hukum ayah kandung yang menjadi wali nikah bagi anak perempuannya. Apakah hukumnya wajib atau bisa digantikan oleh orang lain? Hal ini saya tanyakan karena saya akan melangsungkan pernikahan dalam waktu dekat.

Kebetulan orangtua saya telah bercerai sejak saya balita. Sejak perceraian orangtua saya tersebut, saya tidak pernah bertemu dengan ayah kandung saya. Ayah kandung saya tidak memberikan nafkah ataupun membiayai pendidikan saya dari kecil sampai saya lulus kuliah. Bahkan mengkontak saya tidak, jadi saya benar-benar putus kontak dengan ayah kandung saya. Ibu saya lah yang membesarkan dan menyekolahkan saya. Ibu saya menikah lagi dan lahirlah adik saya yang berbeda ayah dengan saya. Tapi pernikahan kedua ibu saya pun harus gagal setelah saya dewasa.

Mendekati pernikahan saya sekarang, teman saya pernah mengatakan kepada saya bahwa ayah kandung lah yang wajib menikahkan saya. Saya wajib mencari keberadaan ayah kandung saya, apakah masih hidup atau sudah meninggal. Jika ayah kandung saya masih hidup maka beliau lah yang harus jadi wali nikah saya. Tetapi, ibu saya merasa keberatan bila saya mencari ayah kandung saya, karena ibu merasa selama ini ayah kandung saya tidak menjalankan tanggung jawab sebagai ayah kepada anaknya.

Mohon Pak Ustadz menjelaskan solusi dan hukumnya dari sudut agama mengenai permasalahan yang saya hadapi. Apakah saya wajib mencari ayah kandung saya dan meminta beliau menjadi wali nikah saya, saya sendiri tidak tahu kemana saya harus mencari ayah kandung saya karena saya pun putus hubungan dengan keluarga ayah. Bagaimana jika saya meminta orang lain menjadi wali nikah saya? Lalu siapakah yang berhak menjadi wali nikah saya, apakah adik saya bisa atau paman saya? Kebetulan pihak calon suami saya sudah mendesak saya dan calon suami untuk segera menikah untuk menghindar dari hal-hal buruk dan fitnah.

Terima kasih sebelum dan sesudahnya.

Wassalamu'alaikum. Wr. Wb

Lulu

Jawaban :

Assalamu ‘alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh,

Perlu Anda ketahui dengan jelas bahwa sebuah pernikahan itu hanya sah bila melalui proses akad nikah. Dan yang namanya akad nikah itu hanya dilakukan oleh seorang ayah kandung dari seorang anak perempuan dengan calon menantunya. Akad nikah tidak pernah dilakukan oleh sepasang calon pengantin, apalagi oleh orang lain. Benarlah Rasulullah SAW ketika bersabda,

Tidak ada akad nikah kecuali wali mursyid dan oleh dua orang saksi yang adil}.

Siapapun wanita yang menjalani pernikahan namun tanpa izin dari walinya, maka nikahnya itu batil, maka nikahnya batil, maka nikahnya batil .

Mengapa nikahnya batil?

Karena akad nikah itu memang hanya dilakukan oleh dua orang laki-laki. Yang pertama adalah ayah kandung dari seorang perempuan. Yang kedua adalah calon suami. Bila ayah kandung itu mengucapkan kepada calon suami, Aku nikahkan kamu dengan putriku , lalu calon suami menjawab, Ya , maka tali ikatan pernikahan otomatis sudah terbentuk, bila kejadian itu disaksikan oleh dua orang saksi yang memenuhi 6 syarat, yaitu: keduanya muslim, laki-laki, merdeka, aqil, baligh dan adil.

Siapa pun tidak pernah punya hak untuk melakukan akad yang bukan berada di dalam wewenangnya. Kalau pun dilakukan juga, maka pernikahan itu tidak sah, baik secara hukum agama, apalagi hukum negara. Kalau pasangan itu nekad kawin juga bahkan melakukan hubungan suami istri, maka perbuatan itu zina yang berhak untuk dieksekusi rajam atau cambuk 100 kali plus diasingkan selama setahun.

Siapapun yang mengangkat diri menjadi wali tanpa ada izin sah dari ayah kandung, lalu menikahkan pasangan, berhak masuk neraka karena telah menghalalkan perzinaan yang nyata dilarang oleh semua agama.

Apakah kedudukan ayah kandung tergantikan?

Ayah kandung tidak akan pernah tergantikan kedudukannya sebagai wali hingga kapan pun. Meski ayah tersebut tidak pernah memberi nafkah atau menghilang tak tentu rimbanya. Namun urusan menjadi wali tidak ditentukan oleh sebab perhatian atau perlakuannya kepada anak istri.

Mungkin secara perasaan boleh saja ibu Anda tidak mau menerima kehadiran mantan suaminya. Hal itu sangat bisa dimaklumi. Tapi untuk sahnya sebuah pernikahan, tidak ada jalan lain buat Anda kecuali hanya ayah kandung Anda saja yang berhak jadi wali. Bahkan seorang presiden SBY sekalipun tidak berhak mengambil alih wewenang dan hak ayah Anda sebagai wali.

Sebab seluruh jasad Anda itu tumbuh dari bibit ayah kandung anda. Hubungan Anda dengannya tidak bisa dinafikan atau dibatalkan. Bahkan secara medis, boleh dikatakan bahwa DNA yang Anda miliki bersumber dari DNA beliau. Bahkan meski Anda melakukan operasi otak sekalipun, tetap saja secara biologis dan secara syariah, beliau tetap ayah anda.

Maka sepanjang hayat, Anda tidak akan pernah bisa menikah dengan sah kecuali hanya beliau saja yang menjadi walinya. Itulah kesimpulannya. Kecuali…

kecuali dengan beberapa hal, kewalian ayah Anda bisa gugur, yaitu antara lain dengan…

1. Dengan Pemberian Wewenang/Hak Perwalian .

Apabila seorang ayah kandung bersedia memberikan hak perwaliannya kepada seseorang, baik orang itu masih famili atau pun sama sekali tidak ada hubungan apapun, maka orang itu secara sah boleh dan punya wewenang untuk menikahkan.

Asalkan orang tersebut memenuhi syarat sebagai wali, yaitu muslim, aqil, baligh, laki-laki, adil dan merdeka. Meski bukan famili, bukan saudara atau juga bukan keluarga.

Namun tanpa adanya penyerahan wewenang secara sah dan benar dari ayah kandung kepada orang yang ditunjuk, maka tidak ada hak sedikit pun baginya untuk menjalankan hal-hal yang di luar kewenangannya.

2. Dengan Gugurnya Syarat sebagai Wali

Bila ayah kandung tidak memenuhi syarat sebagai wali, maka hak untuk menjadi wali akan turun kepada urutan wali berikutnya, di mana daftarnya sudah baku dan tidak bisa dibuat-buat sendiri. Dan syarat sebagai wali sudah disebutkan yaitu (1) muslim, (2) laki-laki, (3) akil, (4) baligh, (5) merdeka dan (6) adil.

Adapun bila ayah itu tidak pernah memberikan nafkah, perhatian, kasih sayang, waktu serta pemeliharaan, tidak pernah bisa dijadikan alasan untuk gugurnya hak perwalian yang dimilikinya.

Namun bila salah satu dari ke-enam syarat itu tidak dimilikinya, maka gugurlah haknya sebagai wali. Misalnya, bila sorang ayah kandung tidak beragama Islam, baik karena sejak awal memang bukan muslim atau karena murtad, maka haknya sebagai wali gugur dengan sendirinya. Atau misalnya dia menjadi gila dan hilang ingatan, maka syarat sebagai ‘aqil tidak terpenuhi, dengan demikian gugurlah haknya untuk menjadi wali.

3. Dengan Meninggalnya Yang Bersangkutan

Bila seorang ayah kandung yang menjadi wali meninggal dunia, otomatis dia tidak mungkin menjadi wali. Maka yang berhak menjadi wali adalah wali yang berada pada urutan berikutnya. Dan begitulah seterusnya.

Dalam masalah anda, bila ayah kandung Anda tidak diketahui lagi keberadaannya, Anda masih bisa melacaknya lewat keluarganya, teman, kerabat atau orang-orang yang pernah mengenalnya. Bahkan kalau diperlukan bisa juga menggunakan jasa polisi untuk melacaknya. Termasuk juga menggunakaniklan di media. Pendeknya, upayakan dulu untuk mencarinya. Barulah bila semua upaya untuk mencari, Anda bisa menghadap kepada hakim agama untuk minta dibuatkan fatwa yang menetapkan bahwa ayah kandung Anda dianggap sudah ‘meninggal’ secara hukum.

Urutan Wali

Bila seorang ayah kandung gugur dari kedudukannya sebagai wali, lalu yang berhak adalah wali dalam daftar urutan berikutnya. Bila wali yang ada dalam urutan berikutnya ini ada cacatnya, maka perwalian dipegang oleh nomor urut berikunya.

Para ulama dalam mazhab As-Syafi’i telah menyusun dan menetapkan daftar urutan wali, yang tidak boleh dilangkahi. Mereka adalah

a. Ayah kandung

b. Kakek

c. Saudara laki-laki, yang seayah dan seibu. Misalnya kakak atau adik calon istri, yang penting sudah aqil baligh. Tetapi bila saudara yang satu ibu tapi lain ayah tidak bisa menjadi wali.

d. Saudara laki-laki, yang seayah saja

e. Anak laki-laki dari saudara laki-laki yang seayah dan seibu

f. Anak laki-laki dari saudara laki-laki yang seayah saja

g. Paman, atau saudara laki-laki ayah kandung

h. Anak paman

Perlu diketahui bahwa urutan ini tidak boleh diacak-acak, di mana paman tidak bisa langsung mengambil alih posisi sebagai wali, selama masih ada kakek, kakak, adik, keponanakan dengan segala variannya.

Wassalamu ‘alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.


Sumber Wali Nikah, Apakah Harus Selalu Ayah Kandung? : http://www.salaf.web.id 
Gambar : google.com 

Selasa, 01 Mei 2012

HUTANG ZINA

Bismillah, Alhamdulillah.

Lho memang ada ya hutang zina? aya-aya wae ni...begitu ya kira2 pertanyaanmu membaca judul di atas?
Memang sih istilah yg umum dan sering kita dengar adalah ada hutang puasa, hutang budi, hutang janji, apalagi hutang duit..wuaahhh ada dimana-mana tuh..termasuk yg baca status ini psti tahu, tul nggk? :p

Saya ingatkan buat kamu2 yg merasa punya hutang zina ini, karena taruhannya adalah masa depanmu !
lalu apa sih sebenarnya hutang zina itu? Neh daku kasih tahu:


Didalam kitab 'Diwan' ( kumpulan syair2 Imam Syafi'i), beliau mengatakan: "Zina itu bagaikan sebuah Hutang. Yang akan membayarnya adalah bisa saja keluarga atau ahli warisnya".
Nah lho..serem kan? Itu bukan saya lho yg bilang, tp seorng ulama sekelas Imam Syafi'i.

Jadi..,kalau diantara kamu2 ada yg berzina, selingkuh, atau pacaran, atau pokoknya model2 zina apa aja deh namanya..yg masih kalian lakukan sampai hari ini dan tidak segera bertobat, maka KEMUNGKINAN dimasa yg akan datang akan ada dari keluarga atau keturunanmu yg juga akan dizinahi, diselingkuhi, dan dipacari oleh orang lain. Naudzubillah min dzalik !

Bertaubatlah sebelum terlambat..
Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.


TIDAK PADA ZINA

Mungkin kalian akan bertanya lho kok kayak hukum karma yah..?
memang sih di dalam islam tidak ada yg namanya hukum karma, tp ungkapan kalimat ini pasti ada benarnya juga: 'Apa yg kita tanam, itulah yg akan kita panen'.
Artinya, segala perbuatan yg kita tanam dimasa kini, akan kita panen dikemudian hari. Jika hari ini kita menanam singkong, maka kelak singkong juga yg akan kita panen. gak mungkin kan kita panen mangga..? :D

Jika hari ini kita menanam kejahatan dan kemaksiatan, maka kelak dosa dan kemaksiatan jg yg akan kita panen.
Jika hari ini kita menanam amal ibadah dan kebaikan, maka kelak kebaikan juga yg akan kita panen, insyaAllah. Wallahua'lam.

So..kamu mau menanam apa hari ini..?
Silahkan menanam apa saja, atau silahkan hutang apa saja..
Tapi kalau sampai hutang zina, jangan pernah coba-coba..!!! Hiiiii atut...


Perlu di ketahui bahwa zina bukan saja layaknya hubungan suami istri, 
Dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah saw. telah bersabda yang artinya, “Kedua mata itu bisa melakukan zina, kedua tangan itu (bisa) melakukan zina, kedua kaki itu (bisa) melakukan zina. Dan kesemuanya itu akan dibenarkan atau diingkari oleh alat kelamin.” (Hadis sahih diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim dari Ibn Abbas dan Abu Hurairah). dan
“Tercatat atas anak Adam nasibnya dari perzinaan dan dia pasti mengalaminya. Kedua mata zinanya melihat, kedua teling zinanya mendengar, lidah zinanya bicara, tangan zinanya memaksa (memegang dengan keras), kaki zinanya melangkah (berjalan) dan hati yang berhazrat dan berharap. Semua itu dibenarkan (direalisasi) oleh kelamin atau digagalkannya.” (HR Bukhari).


Sekian, Barakallahufikum..semoga bisa jadi bahan pelajaran.
Wassalamualaikum.

Kamis, 05 Januari 2012

JODOH MENURUT ISLAM

Bismillahirahmannirrahim..

Allah SWT mempunyai tiga pilihan dalam menjodohkan manusia satu sama lain. Pilihan pertama adalah cepat mendapatkan jodoh. Pilihan kedua, lambat mendapatkan jodoh, tapi suatu ketika pasti mendapatkannya di dunia. Pilihan ketiga adalah menunda mendapatkan jodoh sampai di akhirat kelak (di dunia kita tidak mendapatkan jodoh). Apapun pilihan jodoh yang ditentukan Allah, maka hal itu adalah hal yang terbaik untuk kita. Allah SWT berfirman : “Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui” (QS. 2 : 216).

Jodoh Menurut Islam


Lalu upaya apa yang perlu dilakukan agar kita segera mendapatkan jodoh? di Bawah ini ada beberapa upaya yang dapat dilakukan yaitu :

1. Memperbaiki diri.
Jika kita ingin mendapatkan jodoh yang sholih, maka kita harus menjadi orang yang sholihah juga. Itulah maksud Allah dalam firman-Nya : “Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga)” (QS. 24 : 26).
Memperbaiki diri disini pengertiannya ada dua, lahiriah dan batiniah. Secara lahiriah kita perlu menjadi orang yang bersih, rapi dan menjaga bau badan. Tidak perlu berdandan yang berlebihan (tidak Islami), tapi perlu kelihatan sebagai orang yang menarik. Sebagian orang yang ingin menikah sangat berharap mendapatkan jodoh yang sholih, tapi ia sendiri orang yang salah (tidak sholih). Ini ibarat pungguk merindukan bulan.

2. Tidak putus asa berdoa.
Jangan pernah berputus asa untuk berdoa. Doa yang baik untuk mendapatkan jodoh adalah doa yang terdapat dalam surah Al Furqon ayat 74 : “Ya Rob kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa”.
Agar doa lebih terkabul, perhatikan juga adab-adab berdoa dalam Islam. Jadi jangan berdoa menurut versi kita sendiri. Berdoalah menurut apa yang diajarkan Allah dan Rasul-Nya kepada kita, niscaya doa kita akan lebih terkabul.

3. Ibadah sunnah diperbanyak.
Agar jodoh kita semakin cepat datang, kita juga perlu mendekati Allah dengan ekstra dekat. Caranya tidak hanya mengandalkan ibadah wajib, tapi juga dengan menambah ibadah-ibadah sunnah (nawafil), seperti sholat tahajjud, sholat dhuha, shaum, tilawah Al Qur’an, infaq, dan lain-lain. Lakukan ibadah sunnah ini secara rutin setiap hari agar iman kita bertambah dan do’a kita semakin dikabulkan Allah SWT.


4. Memiliki kriteria yang tidak muluk.
Mengapa jodoh sulit datang kepada kita? Salah satunya mungkin disebabkan karena kriteria jodoh kita terlalu muluk. Kita ingin jodoh yang mapan, ganteng/cantik, berpangkat, keturunan baik-baik dan beriman. Keinginan semacam itu sah-sah saja, tapi jika hal tersebut dijadikan syarat untuk jodoh kita maka kita telah mempersulit diri sendiri. Itulah sebabnya Rasulullah mengatakan jika kita tidak dapat memperoleh semuanya, maka pilihlah yang agamanya paling baik. Hal itu berarti mungkin saja jodoh kita orang yang miskin, tidak berpangkat, bukan keturunan orang baik, akan tetapi kita perlu menerimanya asalkan memiliki agama/akhlaq yang baik. Jangan kita menginginkan kesempurnaan dari orang lain, padahal diri kita tidak sempurna.


5. Memperluas pergaulan.
Cara yang lain agar cepat mendapatkan jodoh adalah memperluas pergaulan. Dengan pergaulan yang luas kita juga lebih banyak mendapatkan pilihan. Seringkali jodoh itu datang bukan dari perkenalan langsung, tapi dari kenalan teman kita. Bahkan dari kenalan dari kenalan teman kita. Itulah gunanya pergaulan yang luas. Ibarat seorang nelayan yang menebarkan jaringan yang luas untuk mendapatkan ikan yang lebih banyak.

6. Meminta tolong orang lain.
Cara lain agar cepat mendapatkan jodoh adalah meminta tolong kepada orang lain yang reputasinya baik. Orang tersebut bisa saja guru mengaji, murobbi, teman, orang tua, saudara, dan lain-lain. Jangan malu-malu untuk meminta bantuan kepada mereka dan jangan malu-malu juga untuk mengulangi permintaan kita secara rutin agar orang tersebut ingat bahwa kita meminta bantuan kepadanya.

7. Menyatakan hasrat secara langsung.
Bisa juga seorang wanita mendapatkan jodoh dengan cara menyatakan langsung kepada lelaki yang kita taksir bahwa kita siap menikah dengannya. Ini adalah cara yang masih asing dalam budaya Indonesia. Namun cara ini sebenarnya Islami, karena pernah dilakukan Khadijah ra kepada Nabi Muhammad saw. Khadijah ra yang lebih dahulu menyatakan hasratnya kepada Nabi melalui perantaranya. Menurut saya, cara ini perlu dimasyarakatkan di Indonesia, sehingga tidak ada lagi wanita yang malu-malu kucing, padahal hatinya sudah ingin sekali dilamar oleh lelaki yang diharapkannya.

itulah  7 upaya yang InsyaAllah dapat membantu Anda dalam mencari jodoh.
ada baiknya jika Anda juga membaca Artikel Ciri-Ciri Lelaki Sholeh dan Ciri-ciri Wanita sholeha.
Semoga Allah dapat mempertemukan jodoh Kita yang Sholeh - Sholeha dalam perjalanan Hidup ini.. Amin.
Sekian penjelasan dari Berbagi Artikel - Berbagi Ilmu, Terimakasih telah segan membaca Artikel ini, Semoga Bermanfaat. Wassalam.

Rabu, 26 Oktober 2011

Mengubah Takdir?


Banyak orang malas yang menjadikan takdir sebagai dalih atas kemalasannya. Padahal, takdir itu bisa diubah. Memang, tidak semua takdir bisa diubah. Misalnya, jika kita ditakdirkan sebagai seorang laki-laki, tidak bisa diubah menjadi seorang perempuan. Kita memang tidak bisa mengubah takdir yang sudah terjadi sebab waktu memang diciptakan tidak bisa mundur. Yang dimaksud mengubah takdir disini ialah mengubah takdir dimasa mendatang.

Lalu bagaimana cara kita mengubah takdir? Cara yang benar dan tepat, tentu saja harus bersumber dari Pembuat takdir yang tiada lain Allah SWT melalui Al Quran dan Hadits Nabi saw.

Bagi Anda yang belum tahu, bahwa takdir bisa diubah, silahkan simak hadist berikut:

Hadits dari Imam Turmudzi dan Hakim, diriwayatkan dari Abdullah bin Umar, bahwa Nabi SAW Bersabda : “Barangsiapa hatinya terbuka untuk berdo’a, maka pintu-pintu rahmat akan dibukakan untuknya. Tidak ada permohonan yang lebih disenangi oleh Allah daripada permohonan orang yang meminta keselamatan. Sesungguhnya do’a bermanfa’at bagi sesuatu yang sedang terjadi dan yang belum terjadi. Dan tidak ada yang bisa menolak taqdir kecuali do’a, maka berpeganglah wahai hamba Allah pada do’a”. (HR Turmudzi dan Hakim)



Cara Mengubah Takdir

Mengubah Takdir Dengan Berdo’a.

Allah yang menetapkan takdir kita, maka Allah memiliki kuasa untuk mengubahnya, artinya takdir baru bagi kita. Mengubah takdir artinya Allah menggantinya dengan takdir baru. Tetap, Allah yang menetapkan takdir.

Cara pertama ialah dengan berdo’a seperti yang dijelaskan pada hadits diatas.

Cara Kedua adalah bersedekah. Rasulullah SAW pernah bersabda : “Silaturrahmi dapat memperpanjang umur dan sedekah dapat merubah taqdir yang mubram” (HR. Bukhari, Muslim, at-Tirmidzi, Imam Ahmad)

Cara Ketiga adalah bertasbih. Ada hadits yang diriwayatkan dari Sa’ad Ibnu Abi Waqosh, Rasulullah bersabda :
“Maukah kalian Aku beritahu sesuatu do’a, yang jika kalian memanfa’atkan itu ketika ditimpa kesedihan atau bencana, maka Allah akan menghilangkan kesedihan itu?  Para sahabat menjawab : “Ya, wahai Rasululullah, Rasul bersabda “Yaitu do’a “Dzun-Nun : “LA ILAHA ILLA ANTA SUBHANAKA INNI KUNTU MINADH-DHOLIMIN” (Tidak ada Tuhan selain Engkau, maha suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk diantara orang-orang yang dholim”). (H.R. Imam Ahmad, At-Turmudzi dan Al-Hakim).

Cara keempat ialah dengan bershalawat ada sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ubay Ibnu Ka’ab, bahwa ada seorang laki-laki telah mendedikasikan semua pahala sholawatnya untuk Rasulullah SAW, maka Rasul berkata kepada orang tersebut : “Jika begitu lenyaplah kesedihanmu, dan dosamu akan diampuni” (H.R Imam Ahmad At-Tabroni)


Jadi, jangan pernah berhenti berdo’a dan berusaha. Seburuk apa pun kondisi saat ini, semuanya masih bisa berubah. Bagaimana pun pahitnya pengalaman kita dimasa lalu, masih bisa berubah. Optimis selalu Anda bisa mengubah takdir Anda menjadi lebih baik. (mi)

Sedekah itu ada Rumusnya Lho...


Jujur, kalau ingat sama yang namanya sedekah (shadaqoh, berasal dari bahasa Arab), pasti ingat sama ustadz Yusuf Mansyur. (ya nggak?). Kenapa? karena beliau kalau ceramah di TV, ngomongnya kebanyakan tentang sedekah.

Pengertian sedekah:
Suatu pemberian yang diberikan oleh seorang muslim kepada orang lain secara spontan dan sukarela tanpa dibatasi oleh waktu dan jumlah tertentu. Juga berarti suatu pemberian yang diberikan oleh seseorang sebagai kebajikan yang mengharap ridho Allah SWT dan pahala semata.

Sedekah dalam pengertian di atas oleh para fuqaha (ahli fikih) disebuh sadaqah at-tatawwu' (sedekah secara spontan dan sukarela).

Di dalam Alquran banyak sekali ayat yang menganjurkan kaum Muslimin untuk senantiasa memberikan sedekah. Di antara ayat yang dimaksud adalah firman Allah SWT yang artinya:


''Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma'ruf atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Dan barangsiapa yang berbuat demikian karena mencari keridhaan Allah, maka kelak Kami akan memberi kepadanya pahala yang besar.'' (QS An Nisaa [4]: 114).

Ingat jika kita mau bersedekah, maka Allah pasti akan menggantinya dengan jumlah minimal 10 (sepuluh) kali lipat. Dan, ini ada dasar hukumnya, yaitu tertulis di dalam Al-Qur'an Surat: 6, Ayat: 160, dimana Allah menjanjikan balasan 10 x lipat bagi mereka yang mau berbuat baik. Bahkan di dalam Al-Qur'an Surat: 2, Ayat: 261, Allah menjanjikan balasan sampai 700 x lipat.

So, jika kita rajin sedekah, kita gak bakalan miskin atau kekurangan. Karena Allah akan membalas sedekah kita minimal 10 kali lipat.

Kita bisa membuat "hitung-hitungan" matematika tentang sedekah. Rumus sedekah berbeda dengan rumus matematika pada umumnya. Lho? Iya soalnya kalau di lihat sepintas, rumus sedekah ini agak nyeleneh. hehhhee..


10 - 1 = 19

Perhatikan, kalau menggunakan rumus matematika, 10 dikurang 1 (10%) maka hasilnya adalah sembilan. Tapi kalau di matematika sedekah hasilnya 19. Karena dari 10% tadi Allah membalas 10 kali lipat.

Jadi, jika kita menyedekahkan 20%, maka Allah akan membalas 10 kali lipat dari 20% tadi. Sehingga semakin banyak kita bersedekah, maka uang (baca: rejeki) kita akan semakin banyak juga. Ajaib!

Illustrasi lengkapnya seperti ini:


10 - 2 = 28
10 - 3 = 37
10 - 4 = 46
10 - 5 = 55
10 - 6 = 64
10 - 7 = 73
10 - 8 = 82
10 - 9 = 91
10 - 10 = 100

Bagaimana? mau kan mendapat lebih banyak rejeki dari Allah? Karena bagaimanapun, didalam harta kita terdapat sebagian hak orang lain. Maka sepantasnyalah kita menyisihkan untuk orang lain.

Yang perlu diingat, bahwa Allah maha adil dan maha bijaksana. Bentuk pengembalian atau balasan yang 10 atau 700 kali lipat tadi tidak semata-mata berbentuk harta atau uang semata, pandai-pandai kita-lah membuka mata hati dalam mensyukurinya, dan sesuatu yang kita dapatkan dan kita rasakan adalah nikmat dan pemberian Allah SWT.

Oleh karena itu, selalu lah berprasangka baik kepada Allah, maka Allah akan serta merta menunjukkan kebaikan-Nya kepada kita. Allah pasti membalas kebaikan kita dengan balasan yang PAS, yang setimpal dengan amal perbuatan kita.

Sumber : http://www.arieweb.net/content/2/2/137/Sedekah-itu-ada-Rumusnya-Lho---.html

Sabtu, 22 Oktober 2011

Rokok itu HARAM

Berbagi Artikel - Berbagi Ilmu, Rokok itu HARAM..

No Smoking, Tidak Merokok Karena Allah..

Rokok memang sesuatu yang tidak ditemukan di zaman Nabi, akan tetapi agama
Islam telah menurunkan nash-nash yang universal, semua hal yang membahayakan
diri, mencelakakan orang lain dan menghambur-hamburkan harta adalah hal yang
haram.

Berikut ini dalil-dalil yang menunjukkan keharaman rokok :

1.Firman Allah: “Nabi tersebut menghalalkan untuk mereka semua hal yang baik
dan mengharamkan untuk mereka semua hal yang jelek.
” (QS. Al A’raf: 157)

Bukankah rokok termasuk barang yang jelek, berbahaya dan berbau tidak enak?

2.Firman Allah: “Janganlah kalian campakkan diri kalian dalam kehancuran”
(QS. Al Baqarah: 195)

Padahal rokok bisa menyebabkan orang terkena berbagai penyakit berbahaya
seperti kanker dan TBC.

3.Firman Allah: “Dan janganlah kalian melakukan perbuatan bunuh diri” (QS.
An Nisa: 29)

Padahal merokok merupakan usaha untuk membunuh diri secara pelan-pelan.

4.Ketika menjelaskan tentang khamr dan judi, Allah berfirman: “Dan dosa
keduanya (khamr dan judi) lebih besar daripada manfaat dua hal tersebut.”

(QS. Al Baqarah: 219)

Demikian pula dengan rokok, bahaya yang ditimbulkannya lebih besar daripada
manfaatnya, bahkan rokok sedikitpun tidak mengandung manfaat.

5.Firman Allah: “Dan janganlah engkau bersikap boros, sesungguhnya orang
yang suka memboroskan hartanya merupakan saudara-saudara setan.”
(QS. Al
Isra:26-27)

Telah jelas bahwa merokok merupakan perbuatan perbuatan boros dan
menghambur-hamburkan harta benda.

6.Allah berfirman tentang makanan penduduk neraka: “Tidak ada makanan mereka
kecuali dari pohon yang berduri. Makanan tersebut tidak menyebabkan gemuk
dan tidak pula bisa menghilangkan rasa lapar.”
(QS. Al Ghasiyah:6-7)

Demikian pula dengan rokok, tidak membuat gemuk dan menghilangkan rasa
lapar, sehingga rokok itu menyerupai makanan penduduk neraka.

7.Sabda Nabi shollallaahu ‘alaihi wa sallam: “Tidak boleh membahayakan diri
sendiri maupun orang lain.”
(HR. Ahmad, shahih)

Padahal rokok itu dapat membahayakan diri sendiri ataupun orang lain serta
menyia-nyiakan harta.

8.Sabda Nabi shollallaahu ‘alaihi wa sallam: “Sesungguhnya Allah itu
membenci tiga perkara untuk kalian, (yakni) berita yang tidak jelas,
menghambur-hamburkan harta dan banyak bertanya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Padahal merokok termasuk membuang harta.

9.Sabda Nabi shollallaahu ‘alaihi wa sallam: ”Setiap (dosa) umatku
dimaafkan (akan diampunkan) kecuali orang yang terang-terangan berbuat
dosa.”
(HR. Bukhari dan Muslim).

Artinya setiap umat Islam itu akan memperoleh pengampunan kecuali orang yang
berbuat dosa dengan terang-terangan, sebagaimana para perokok yang merokok
tanpa rasa malu-malu, bahkan mengajak orang lain untuk berbuat kemungkaran
seperti mereka.

10.Sabda Nabi shollallaahu ‘alaihi wa sallam: “Barangsiapa beriman kepada
Allah dan Hari Akhir maka janganlah ia mengganggu tetangganya.”
(HR.
Bukhari)

Bau tidak sedap karena merokok sangat mengganggu istri, anak dan tetangga
terutama malaikat dan orang-orang yang shalat di masjid.

11.Sabda Nabi shollallaahu ‘alaihi wa sallam: “Tidaklah dua telapak kaki
seorang hamba bias bergeser pada hari kiamat sebelum ditanya mengenai empat
perkara, (yakni) tentang kemana ia habiskan umurnya; untuk apa ia gunakan
ilmunya; dari mana ia memperoleh harta dan kemana ia belanjakan; untuk apa
ia pergunakan tubuhnya.”
(HR. Tirmidzi, dishahihkan oleh Al Albani dalam
kitab Shahih Al Jami dan Kitab Silsilah Shahihan)


Padahal seorang perokok membelanjakan hartanya untuk membeli rokok yang
haram. Benda yang sangat berbahaya bagi tubuh dan mengganggu orang lain yang
berada di dekatnya.

12.Sabda Nabi shollallaahu ‘alaihi wa sallam: “Barang yang dalam jumlah
besarnya dapat memabukkan, maka statusnya tetap haram meski dalam jumlah
sedikit.”
(HR. Ahmad dan lain-lain, shahih)

Padahal asap rokok dalam jumlah banyak dapat memabukkan, terutama untuk
orang yang tidak terbiasa merokok; atau pada saat perokok menghisap asap
dalam jumlah yang banyak maka orang tersebut akan sedikit mabuk. Hal ini
telah ditegaskan oleh seorang dokter dari Jerman dan seorang perokok yang
pernah mencoba, sebagaimana penjelasan di atas.

13.Sabda Nabi shollallaahu ‘alaihi wa sallam: “Barangsiapa makan bawang
merah atau bawang putih maka hendaklah menjauhi kami, masjid kami dan
hendaklah ia berdiam saja di rumahnya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Sebagian orang tidak bisa menerima pengharaman rokok meski dalil-dalil yang
menunjukkan keharaman rokok itu banyak sekali sebagaimana di atas. Khusus
bagi perokok yang masih suka berkilah tersebut, maka kami katakan, “Jika
rokok tidak haram mengapa mereka tidak merokok di masjid atau tempat suci
yang lain. Namun kalian malah memilih merokok di tempat pemandian umum,
tempat-tempat hiburan dan tempat-tempat yang terlarang?”

Sebagian orang ada yang beralasan bahwa merokok itu makruh saja. Sebagai
jawaban kami katakan, “Jika hukumnya makruh lalu mengapa kalian hisap.
Bukankah makruh itu lebih dekat kepada haram daripada ke halal!

Perhatikanlah hadits Nabi shollallaahu ‘alaihi wa sallam berikut ini:

“Sungguh hal yang halal itu jelas dan haram pun juga sudah jelas. Namun di
antara keduanya terdapat perkara-perkara yang tidak jelas. Kebanyakan orang
tidak mengetahui perkara-perkara tersebut. Barangsiapa berhati-hati terhadap
hal yang tidak jelas statusnya, maka sungguh ia telah menjaga agama dan
kehormatannya. Barangsiapa yang terjerumus dalam perkara yang tidak jelas,
sungguh ia telah terjerumus dalam perkara yang haram. Seperti seorang
penggembala yang menggembalakan ternaknya di dekat daerah larangan, ia akan
segera menggembala di daerah larangan tersebut.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Karya dari : Syaikh Muhammad Jamil Zainu

NO SMOKING-Tidak Merokok Karena Allah, Media Hidayah, hlm47-54

Sumber : http://ainuamri.wordpress.com/rokok-itu-haram/

Sabtu, 15 Oktober 2011

Shadaqah

Pernahkan anda mendengar kisah tentang seorang yang menjadi kaya karena karena rajin bershodaqoh? atau, ingatkan kita Kisah “Aisyah, istri Rasullulah, yang memberikan dua buah roti kepada dua orang pengemis, padahal roti itu yang tersisa untuk buka puasanya? Dimana yang terjadi selanjutnya, ALLAH menggantikan pemberian itu dengan kambing bakar yang diatasnya terdapat roti yang diantar oleh seorang tetangganya. Padahal, tetangga tersebut belum pernah memberi hadiah apapun sebelumnya.

Dalam Al- Quran, kita tahu tentang janji ALLAH yang akan melipatgandakan Shodaqoh kita dengan 700x lipat dari apa yang kita shodaqohkan (QS. AL -Baqaroh : 261). Pada kenyataannya, ternayat banyak manfaat lain shodaqoh. Diantaranya, dapat menyelamatkan si pemberi dari kejadian buruk. Selain itu, Atas ijin ALLAH, shodaqoh juga ampuh untuk menyembuhkan penyakit si pemberi. KIsah berikut buktinya.

Adalah Muhammad bin Wadhoh, seorang imam, hafizh, dan ahli hadist. Beliau adalah budak dari penguasa Andalusia. Waro’, zuhud, sabar dalam menyebarkan ilmu serta jauh dari perbuataan maksiat adalah hal lain yang diketahui dari dirinya. Suatu ketika beliau sedang asyik berbincang dengan tamunya, datang seseorang membawa kabar tentang anak beliau yang di tabrak dan dilindas gerobak. Tetapi ia tidka begitu peduli dengan berita buruk itu.

bahkan beliau mengambil bukunya dan meminta seorang qori’ untuk memanjangkan bacaannya. Tak lama seorang lelaki datang menepis berita buruk tadi mengabarkan, “bergembiralah wahai Abu Abdillah, Alhamdulliah anak anda selamat, Roda gerobak itu hanya menyerempet bajunya hingga ia terjatuh, namun ia tak sampai cedera’, jelas si pembawa berita.

Maka Muhammad bin Wadhoh menjawab” Alhmadulliah, aku yakin akan hal itu, karena hari ini aku melihat anakku memberikan uang recehan kepada seorang miskin, jadi aku tahu tidak akan ada suatu keburukan pun yang akan menimpanya siang ini. Lalu ia mengutip hadist : ‘sesungguhnya ALLAH akan menolak kematian yang buruk atas seseorang karena shodaqoh yang di keuarkannya “.

Kisah lain menyangkut seorang laki-laki yang datang kepad Ibnu Mubarok dan bertanya tentang solusi atas luka bernanah yang keluar dari lututnya sejak tujuh tahun yang lalu. ia sudah mengobati lukanya dengan berbagai jenis obat, namun kesembuhan masih enggan menyapanya. Maka Ibnu Mubarok memberikan solusi cerda yang sulit di cerna oleh akal jika kita memakai logika saja. “Pulanglah, lalu galilah sumur di tempat orang orang yang membutuhkan air. Sesungguhnya aku berharap akan keluar mata air di sana dan darahmu akan berhenti”.

Apa hubungannya shodaqoh dengan kesembuhan lukanya ? Simak apa kata Rasullulah “Obatilah yang sakit diantara kalian dengan shodaqoh, lindungilah harta kalian dengan zakat, dan bersiaplah menghadapi cobaan dengan doa" (HR. Al-Baihaqi). Selanjutnya lelaki itu melaksanakan perintah Ibnu Mubarok, dan ………..ia pun sembuh.

Subhanallah. Ada banyak rahasia agung yang tersimpan dalam shodaqoh, ibarat mutiara yang tersimpan rapi dalam cangkang sebuah kerang yang kita tidak pernah tahu kemuliaan apa yang kita pancarkan. Walaupun kadang logika menolak ! namun, itulah ajaibnya shodaqoh, memberi dua manfaat sekaligus. Untuk orang yang kita beri dan juga Insya ALLAH manfaat untuk kita sendiri. Wallahua’lam.

sumber : http://www.pinem.info/archives/36#more-36

Manfaat Sedekah

Sudahkah anda Bersedekah Hari ini?


“Tidak akan berkurang harta yang disedekahkan kecuali ia bertambah bertambah” (HR. At-Thurmidzi)
Dan kawan kawan tidak perlu ragu ata pun malu karena yang akan kawan kawan sedekah kan tak sebanyak para orang kaya atau tokoh tokoh pejabat lainnya dan juga sedekah itu tak perlu menunggu diri kawan kawan kaya. Tak usah ragu dan malu karena di dalam sedekah banyak khasiat yang bisa kita ambil contohnya :


  • Dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit
  • Melapangkan rejeki
  • Menjauhkan diri dari segala macam kesulitan masalah
  • Diselamatkan dari segala keburukan
  • Menenangkan hati dan jiwa
“Dan janganlah kamu takut kepada Kemiskinan karena membelanjakan harta di jalan ALLAH” (QS. Al-Baqarah 2 : 245)

“Ingatlah, kamu ini orang-orang yang diajak untuk menafkahkan (hartamu) pada jalan ALLAH, maka diantara kamu ada orang kikir, dan siapa yang kikir sesungguhnya dia hanyalah kikir pada dirinya sendiri. Dan ALLAH lah yang Maha Kaya sedangkan kamulah orang-orang yang membutuhkan (Nya)….”(QS. Muhammad : 38)

“dan ALLAH senantiasa memberi pertolongan kepada hamba-Nya selama ia menolong saudaranya” (HR.Muslim)

sumber : http://www.pinem.info/archives/210

Sabtu, 10 September 2011

6 Sifat Buruk Perempuan Yang Tak bisa di Jadikan Istri

Perlu anda ketahui bagaimana Perempuan yang Tak pantas untuk di jadikan istri, Sebelum anda Menuju Keluarga yang bahagia.
Langsung saja, Berikut Sifat-Sifat Buruknya:
1. Al -Anaanah:
banyak keluh kesah. Yg selalu merasa tak cukup, apa yg diberi semua tak cukup. diberi rumah tak cukup, diberi motor tak cukup, diberi mobil tak cukup, dll. Tak redha dg pembelaan dan aturan yg diberi suami. Asyik ingin memenuhi kehendak nafsu dia saja, tanpa memperhatikan perasaan suami, tak hormat kepada suami apalagi berterima kasih pada suami. Bukannya hendak menolong suami, apa yg suami beri pun tak pernah puas. Ada saja yg tak cukup.

2. Al-Manaanah:
suka mengungkit. Kalau suami melakukan hal yg dia tak berkenan maka diungkitlah segala hal tentang suaminya itu. sangat senang hendak membicarakan suami: tak ingat budi, tak bertanggungjawab, tak sayang dan macam-macam. Padahal suami sudah memberi perlindungan macam2 padanya.

3. Al -Hunaanah:
ingin pada suami yg lain atau berkenan kpd lelaki yg lain. sangat suka membanding-bandingkan suaminya dg suami/lelaki lain. Tak redha dg suami yg ada.

4. Al- Hudaaqah:
suka memaksa. Bila hendak sesuatu maka dipaksa suaminya melakukan. Pagi, petang malam asyik menekan dan memaksa suami. Adakalanya dg berbagai ancaman: ingin lari, ingin bunuh diri, ingin membuat malu suami, dll. Suami dibuat seperti budaknya, bukan sebagai pemimpinnya. Yg dipentingkan adalah kehendak dan kepentingan dia saja.

5. Al -Hulaaqah:
sibuk bersolek atau tidur atau santai2 dll hingga lalai dg ibadah-ibadah asas, seperti solat berjemaah, wirid zikir, mengurus rumah-tangga, berkasih sayang dg anak2, dll.

6. As-Salaaqah:
banyak berbicara, menggosip. Siang malam, pagi petang asik menggosip terus. Apa saja yg suami kerjakan selalu tidak benar dimatanya. Zaman sekarang ni bergosip bukan saja berbicara di depan suami, tapi dg telfon, SMS, internet, BBM dan macam2 cara yang lain . Yg jelas isteri tu asyik menyusahkan suami dg kata2nya yg menyakitkan.

[http://arieweb.net/content/2/2/80/6-Sifat-Buruk-Perempuan-Yang-Tak-bisa-di-Jadikan-Istri.html.html ]

Sabtu, 27 Agustus 2011

Ciri-Ciri Orang Beriman

Bissmillah..
Assalamu'alaikum wr. wb. Bagaimana kabar mu teman? semoga baik-baik saja, dan selalu dalam lindungan-Nya.
Suatu saat, terlintas dalam benak ku.. "Apakah Saya termasuk Orang yang Beriman?" lalu "apa sajakah ciri-ciri / tanda-tanda Orang Beriman?"
nah, dalam kesempatan kali ini saya akan membahas ciri-ciri Orang Beriman. tapi Sebelum Anda membaca Artikel ini, ada baiknya anda membaca ciri-ciri lelaki sholeh dan ciri-ciri wanita sholehah terlebih dahulu.

inilah Ciri-ciri Orang Beriman yang Alhamdulillah, bisa saya bagikan...

ada 5 Ciri-ciri Orang yang beriman menurut  Khalifah Utsman bin Affan yaitu :
1. Enggan bergaul sangat erat  kecuali dengan orang yang dapat memperbaiki agamanya dan mengendalikan syahwat dan lisanya.

2. Jika memperoleh dunia yang besar, dianggapnya sebagai beban dan ujian.

3. Jika ilmu agamanya bertambah walau sedikit saja, ia merasa sangat beruntung

4. Tidak mengisi perutnya secara penuh, meski dengan makanan yang halal karena khawatir tercampur barang haram.

5. Memandang semua orang sudah baik, sedang ia merasa dirinya masih kotor dan penuh dosa.


adapun 6 ciri-ciri Orang Beriman dalam Alquran surat ke-23, Al Mu’minuun (orang-orang yang beriman) ayat 1 s.d. 11 yang telah diambil intinya yaitu :
1. Orang-orang yang khusyu’ dalam shalatnya.

2. Orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tidak berguna.

3. Orang-orang yang menunaikan zakat.

4. Orang-orang yang menjaga kemaluannya.

5. Orang-orang yang memelihara amanat-amanat dan janjinya.

6. Orang-orang yang memelihara Shalatnya.

Senin, 22 Agustus 2011

Sepuluh Sebab/Cara Penghapus Dosa



Nash-nash al-Qur`an dan Sunnah telah menunjukkan bahwa hukuman Dosa (siksa) dapat dihapuskan dari seorang hamba dengan sepuluh Sebab berikut ini:

1. Taubat Nasuha.

Yaitu taubat yang sebenar-benarnya taubat, maka ia (taubat nasuha) dapat meleburkan dosa sebelumnya. Dan Allah Subhanahu Wata'ala Maha menerima taubat hamba-hambaNya yang mau bertaubat kepadaNya.

Dan orang yang bertaubat dari segala dosa bagaikan orang yang tidak memiliki dosa. Allah Subhanahu Wata'ala berfirman, artinya, “Dan Dialah yang menerima taubat dari hamba-hambaNya dan memaafkan kesalahan-kesalahan dan mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. asy-Syura: 25).

Allah Subhanahu Wata'ala juga berfirman, artinya, “Orang-orang yang mengerjakan kejahatan, kemudian bertaubat sesudah itu dan beriman; sesungguhnya Tuhan kamu, sesudah taubat yang disertai dengan iman itu adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. al-A’raf: 153).



2. Beristighfar.

Yaitu memohon ampunan kepada Allah Subhanahu Wata'ala. Sesungguhnya Allah akan mengampuni hamba-hambaNya yang meminta ampunan (beristighfar) kepadaNya. Allah Subhanahu Wata'ala berfirman, artinya, “Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. an-Nisa`: 110).

Allah Subhanahu Wata'ala juga berfirman, artinya, “Dan Tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun.” (QS. al-Anfal: 33).

Begitu juga Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda tentang apa yang beliau riwayatkan dari Rabbnya, artinya, “Wahai anak cucu Adam (manusia) seandainya dosa-dosamu setinggi awan di langit, lalu kamu meminta ampun kepadaKu, niscaya Aku akan mengampuni dosa-dosamu.” (HR. at-Tirmidzi, dan dia berkata, “Hadits hasan shahih.”

Allah Subhanahu Wata'ala juga berfirman dalam hadits qudsi, artinya, “Wahai hamba-hambaKu, sesungguhnya kalian melakukan kesalahan (dosa) di waktu malam dan siang hari, sedangkan Aku lah yang dapat mengampuni semua dosa, maka mohon ampunlah kalian kepadaKu niscaya Aku akan mengampuni dosa kalian.” (HR. Muslim).


3. Kebaikan-kebaikan menghapuskan dosa-dosa.

Seperti shalat, shadaqah, puasa, haji, membaca al-Qur`an, berdzikir kepada Allah, berdo’a, beristighfar, berbakti kepada kedua orang tua, menyambung silatur rahim, dan lain-lain. Allah Subhanahu Wata'ala berfirman, artinya, “Dan dirikanlah sembahyang itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat.” (QS. Huud: 114).

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, “Shalat-shalat yang lima waktu, jum’at ke jum’at, ramadhan ke ramadhan dapat meleburkan dosa diantara keduanya apabila dosa-dosa besar dijauhkan.” (HR. Muslim).

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam juga bersabda, “Dan ikutilah perbuatan buruk/ kejahatan dengan perbuatan yang baik, niscaya dia menghapuskannya.” (HR. at-Tirmidzi dan dia menghasankannya).

Sesungguhnya satu kebaikan dilipat gandakan balasannya sampai sepuluh kali lipat, adapun keburukan akan dibalas yang serupa dengannya. Maka celakalah bagi orang yang berguguran (kalah) satu persatu dari sepuluh sebab tersebut.

4. Doa orang-orang yang beriman.

Maksudnya mereka memohon ampunan (kepada Allah, pen.) untuk orang yang beriman (lainnya) baik ketika hidup maupun setelah mati dan khususnya pada saat ketidak beradaannya (tanpa sepengetahuan orang yang didoakan, pen.) dan begitu juga doanya atas saudara-saudaranya yang telah meninggal dunia. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, “Doa seorang muslim untuk saudaranya yang tidak hadir (tanpa sepengetahuannya, pen.) adalah mustajab, di samping kepalanya terdapat malaikat, setiap dia berdoa untuk saudaranya dengan kebaikan, malaikat yang diutus berkata, ‘Amin, dan bagimu sepertinya (seperti orang yang didoakan, pen.).” (HR. Muslim).

5. Perbuatan-perbuatan baik yang dilakukan/ diniatkan untuk si mayyit .

Seperti shadaqah; puasa; haji; membebaskan budak; dan yang lainnya. Para ulama berpendapat, “Amal shalih apa pun (yang dapat mendekatkan diri kepada Allah) yang dia kerjakan dan dia peruntukkan pahalanya untuk seorang muslim baik yang masih hidup ataupun yang telah meninggal, maka hal itu bermanfaat baginya.” Dan yang lebih utama adalah mencukupkan dalam hal tersebut pada apa yang dijelaskan/ ditetapkan oleh nash-nash (al-Qur`an dan Sunnah).

6. Syafa’at Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam dan selainnya.

Maksudnya adalah bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan selain beliau akan memberikan syafa’at kepada orang-orang yang berbuat dosa pada hari Kiamat dengan izin Allah Subhanahu Wata'ala sebagaimana hal tersebut ditetapkan di dalam hadits-hadits shahih.

7. Musibah-musibah.

Dengannya lah Allah Subhanahu Wata'ala menghapuskan dosa-dosa atau kesalahan-kesalahan (yang dilakukan oleh hamba-hambaNya, pent.) di dunia sebagaimana yang telah dijelaskan dalam ash-Shahihain, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam;bersabda, “Tidaklah orang yang beriman ditimpa penyakit yang terus menerus dan tidak pula rasa cemas, rasa sedih, rasa susah dan rasa sakit, sampai-sampai duri yang menusuk kecuali Allah menghapuskan dengannya dari dosa-dosa/ kesalahan-kesalahannya.” (HR. al-Bukhari dan Muslim).

8. Apa yang didapatkan oleh seorang hamba ketika di dalam kubur.

Yakni berupa fitnah, himpitan liang kubur, kengerian, maka ini semua di antara yang dapat menghapuskan dosa-dosa.

9. Rasa takut, kesusahan serta kengerian terhadap kedahsyatan hari kiamat.

10. Rahmat Allah Subhanahu Wata'ala

Sesungguhnya karena rahmat Allah Subhanahu Wata'ala, semua hamba mendapatkan maaf dan ampunanNya tanpa sebab, maka Dia lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, sebagaimana Dia berfirman, artinya, “Dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu.” (QS. an-Nisa`: 48 dan 116).

Dan Dia lah yang Maha Penyayang kepada hamba-hambaNya melebihi sayangnya seorang ibu kepada anak-anaknya dan sungguh rahmat Allah Subhanahu Wata'ala meliputi segala sesuatu.(Abu Nabiel).

:Sumber Artikel ini dikutip dari sini 

Minggu, 21 Agustus 2011

7 Golongan yang akan mendapat Naungan dari Allah swt di Padang Mahsyar



Assalamu'alaikum wr. wb.
Setelah saya Postingkan Ciri-ciri Wanita Sholehah dan Lelaki Sholeh kali ini saya telah mempostingkan tentang 7 Golongan yang akan mendapat Naungan dari Allah swt di Padang Mahsyar.



Berikut 7 Golongannya :
1.  Seorang imam (Pemimpin) yang adil

2.  Seorang pemuda yang “Tumbuh” dan menghabiskan masa mudanya dgn penuh ketaatan kepada Allah swt.

bukan seorang pemuda yang lagi tumbuh atau remaja yang biasanya menghabiskan waktunya dengan hura-hura atau foya-foya

3.  Seorang lelaki yang hatinya selalu “Tergantung” dengan masjid , (untuk selalu melakukan sholat berjamaah di masjid) dan selalu menghabiskan waktunya di masjid. semata-mata untuk mendekatkan diri kepada Allah swt.

Kenapa kok dibilang laki-laki di atas,karena perempuan tidak wajib hukumnya melakukan sholat berjamaah di masjid, lebih besar pahalanya jika perempuan melakukan sholat wajib di rumah.

4. Dua orang laki-laki yg bersahabat karena Allah.swt. yg slalu menganjurkan kepada temannya pada kebaikan , dan slalu mendekatkan diri kepada Allah swt Tidak dia berkumpul karena allah swt, dan slalu berlomba-lomba dalam mencari ridho Allah swt.

5.  Seorang lelaki yg di ajak perempuan berbuat zina. Tapi laki-laki itu menolaknya,seperti kisah nabi Yusuf As

6. Seorang laki-laki yang mengeluaran sedekah, dengan diam-diam.

7. Seorang laki-laki yg berlinang air mata  , karena ia takut Allah swt

Untuk keterangan lebih jelasnya silahkan anda dengarkan rekaman audionya yang direkam disaat pengajian dengan pemateri Ustad.Syafiq Bawazier disini




Sumber : http://kajiank5.blogspot.com/2010/12/7-golongan-yang-akan-mendapat.html#more

Ciri-Ciri Lelaki Sholeh


Bismillahirrohmanniroohim
Assalamu'alaikum warohmatullohi wabarakatu..
Segala puji bagi Allah atas berbagai macam nikmat yang Allah berikan.
Alhamdulillah, Akhirnya saya  Bisa mempostingkan Artikel ini, setelah kemarin saya Postingkan Ciri-ciri wanita sholehah.
nah.. Berikut mari kita baca bersama Ciri-Ciri Lelaki Sholeh yang dimaksudkan oleh Al Qur'an dan Hadist

SOLEH dapat di definisikan sebagai seorang lelaki muslim yang beriman (mukmin), bersih dari segi zahir dan batinnya, mengambil makanan yang bersih dan halal(bukan dari sumber yang haram)serta sentiasa berusaha menjauhkan dirinya dari perkara perkara yang akan mendorong kearah maksiat dan menariknya ke jurang NERAKA yang amat dalam. Lelaki soleh juga ialah seorang lelaki yang sentiasa taat kepada Allah swt. dan RasulNya walau dimana sahaja mereka berada dan pada bila bila masa sahaja.


KRITERIA-KRITERIA LELAKI SOLEH SEPERTI YANG DIMAKSUDKAN OLEH AL QURAN DAN AL HADIST
1. Senantiasa taat kepada Allah swt dan Rasullulah S.A.W.
2. Jihad Fisabilillah adalah maklumat dan program hidupnya.
3. Mati syahid adalah cita cita hidup yang tertinggi.
4. Sabar dalam menghadapi ujian dan cobaan dari Allah swt.
5. Ikhlas dalam beramal.
6. Kampung akhirat menjadi tujuan utama hidupnya.
7. Sangat takut kepada ujian Allah swt. dan ancamannya.
8. Selalu memohon ampun atas segala dosa-dosanya.
9. Zuhud dengan dunia tetapi tidak meninggalkannya.
10. Solat malam menjadi kebiasaannya.
11. Tawakal penuh kepada Allah ta'ala dan tidak mengeluh kecuali kepada Allah swt
12. Selalu berinfaq dalam keadaan lapang maupun sempit.
13. Menerapkan nilai kasih sayang sesama mukmin dan ukhwah diantara mereka.
14. Sangat kuat amar maaruf dan nahi munkarnya.
15. Sangat kuat memegang amanah, janji dan rahasia.
16. Pemaaf dan lapang dada dalam menghadapi kebodohan manusia, senantiasa saling koreksi sesama ikhwan dan tawadhu penuh kepada Allah swt.
17. Kasih sayang dan penuh pengertian kepada keluarga.


1. MENCARI NAFKAH
Tugas mencari nafkah diberatkan kepada kaum lelaki kerana kelebihan dalam penciptaannya yang berupa kekuatan fisik dan akal fikirannya. Oleh itu lelaki mampu untuk bekerja keras untuk mencari nafkah, memberi perlindungan dan pertahanan kehidupannya terutama kepada keluarga, agama, bangsa dan agamanya. Inilah sebabnya lelaki diangkat menjadi pemimpin bagi kaum wanita.

Oleh karena itu, seorang lelaki muslim, lelaki dan suami yang soleh, tidak akan melalaikan tugas ini. Ia wajib bekerja menurut kemampuannya. Dalam melaksanakan tugas ini, dia haruslah MELURUSKAN NIATnya yaitu ikhlas untuk mencari keredhaan Allah swt. Dia tidak akan merasa MALU untuk melakukannya sebaliknya gembira dan berbangga terhadap pekerjaannya apalagi dalam perkara yang halal.

Lelaki soleh tidak akan lupa dengan hari akhirat tetapi menjadikannya sebagai tujuan yang utama. dia bekerja didunia untuk mencari keuntungan di akhirat, bukannya mengejar keduniaan semata-mata. Dengan cara ini, usahanya akan senantiasa berhasil dan berjaya didunia dan akhirat.

Seperti kata ulama Salaf yang bermaksud; “Wahai anak Adam! Juallah duniamu dengan akhirat, maka engkau akan UNTUNG semuanya, tetapi jangan engkau jual akhirat dengan dunia, maka engkau akan RUGI semuanya.”“Bagi orang orang yang telah mengerjakan kewajiban agamanya dengan baik, kemudian terasa penat dan letih pada malamnya, sehingga tidak dapat mengerjakan amalan amalan sunnah, maka Allah dan RasulNya memberikan jaminan dengan ampunan sepanjang malam yang dilaluinya dengan tidur yang nyenyak”.Inilah antara ganjaran yang akan dikurniakan kepada lelaki soleh yang mencari nafkah dengan bersungguh-sungguh. Terdapat dua cara orang berusaha mencari nafkah seperti yang dianjurkan oleh ISLAM.
*Pertama: Hendaklah ia tidak melalaikan tugasnya terhadap Allah swt.dan janganlah ia meninggalkan nilai-nilai yang LUHUR.
*Kedua : Hendaklah dilakukan dengan cara yang halal, bersih dan tidak membawa apa apa kemudaratan kepada orang lain dan tidak pula bertentangan dengan peraturan-peraturan umum.

Antara cara-cara pencarian harta yang diharamkan oleh Islam ialah:
1. Riba,
2. Penimbunan barang barang yang menjadi hajat orang ramai,
3. Perjudian dan perdagangan minuman keras,
4. Berlaku penipuan dalam penimbangan dan penukaran barang,
5. Mencuri
6. Memakan harta orang lain dengan cara yang bathil seperti yang diterangkan dalam QS.An Nisa 4, ayat 29.


2. BERJIHAD FIISABILILLAH
Jihad merupakan amal yang paling utama dan puncak ketinggian Islam. Tidak ada satu pun amalan soleh yang dapat menandingi Jihad. Orang soleh tidak sedikit pun merasa gentar dan takut apabila berjuang menegakkan agama Allah sebaliknya sentiasa tersenyum bangga menjadi seorang Pegawai Allah dengan gelaran paling indah iaitu MUJAHIDIN.


3. MELINDUNGI DAN MEMBELA KAUM YANG LEMAH DAN TERTINDAS
Sememangnya sejak akhir-akhir ini golongan kafir senantiasa mencari peluang untuk menindas dan menakluki negara-negara serta umat- umat Islam. Orang orang yang soleh haruslah peka dan bersedia untuk bertindak balas supaya umat-umat Islam tidak akan ditindas dengan sewenang-wenangnya oleh golongan tersebut.

” Wahai lelaki soleh…!! tugas dan tanggungjawabmu bukanlah ringan, bayangkan langit dan gunung tidak mampu membawanya. Kamu sajalah yang akan tampil dan mampu menyelesaikan persoalan besar ini. Orang orang yang lemah dan sedang tertindas senANtiasa menanti kehadiranmu. Mereka berdoa agar kamu segera tiba untuk menjadi pembela dan penolong bagi mereka.”

Inilah laungan yang senantiasa terdengar dari golongan yang tertindas dan mengharapkan bantuan. Oleh itu lelaki yang soleh haruslah memainkan peranannya sebagai pembela agama secara langsung ataupun tidak langsung demi untuk mengekalkan kedaulatan agama Islam


4. MEMIMPIN & MENDIDIK ISTRI
Mengajar dan membimbing dengan cara yang baik sehingga isteri isteri yang tidak solehah menyedari akan kesilapannya dan menukar cara hidupnya menjadi isteri solehah.

Menangani isteri dengan bijaksana sehingga dia menyedari hakikat yang sebenarnya dan bersedia mengubahnya.
Demikianlah cara cara yang telah digariskan oleh Islam untuk mengatasi masaalah ketidak sesuaian suami isteri dalam kehidupan rumah tangga. Apabila menghadapi sebarang kesulitan, lelaki soleh tidak akan cepat melatah dan bertindak menurut nafsu dan perasaan semata-mata tanpa mengambil kira perasaan orang lain. Lelaki soleh akan bertindak dengan cara yang lebih efisien dan bijaksana dan senantiasa memohon petunjuk dari Allah swt. Dengan ini kebahagiaan rumahtangga akan dapat dikekalkan buat selama lamanya. Berlaku baik terhadap isteri, suami yang soleh akan sentiasa menjaga kebajikan keluarganya terutama isterinya. Ia senantiasa menjaga hati dan perasaan pasangannya dan sentiasa menggembirakan isterinya. Mereka juga akan bertanggungjawab dalam menguruskan urusan rumahtangga, dan bekerjasama dengan isterinya.
Sabda Rasulullah: “Orang yang terbaik diantara kamu adalah orang yang terbaik terhadap isterinya, dan aku adalah orang yang terbaik diantara kamu terhadap isteriku.” ( HR Ibnu Majah )

Tauladan Rasulullah dalam kehidupan berkeluarga:Keadaan beliau sebagai suami dan ayah. Kebiasaan beliau di tengah kehidupan bekeluarga. Cinta kasih beliau terhadap isteri dan anak.

Begitulah Ciri-Ciri Lelaki sholeh yang dimaksud dalam Al Qur'an dan Hadist.


Wassalam.

:Sumber Artikel ini dikutip dari sini

Ciri-Ciri Wanita sholehah


Tidak banyak syarat yang dikenakan oleh Islam untuk seseorang wanita untuk menerima gelar solehah, dan seterusnya menerima pahala syurga yang penuh kenikmatan dari Allah Subhanahuwata’ala
Mereka hanya perlu memenuhi 2 syarat saja yaitu:
1. Taat kepada Allah dan RasulNya
2. Taat kepada suami

Berikut ini antara lain perincian dari dua syarat di atas:

1. Taat kepada Allah dan RasulNya
Bagaimana yang dikatakan taat kepada Allah?
- Mencintai Allah s.w.t. dan Rasulullah s.a.w. melebihi dari segala-galanya.
- Wajib menutup aurat
- Tidak berhias dan berperangai seperti wanita jahiliah
- Tidak bermusafir atau bersama dengan lelaki dewasa kecuali ada bersamanya
- Sering membantu lelaki dalam perkara kebenaran, kebajikan dan taqwa
- Berbuat baik kepada ibu & bapa
- Sentiasa bersedekah baik dalam keadaan susah ataupun senang
- Tidak berkhalwat dengan lelaki dewasa
- Bersikap baik terhadap tetangga

2. Taat kepada suami
- Memelihara kewajipan terhadap suami
- Senantiasa menyenangkan suami
- Menjaga kehormatan diri dan harta suaminya selama suami tiada di rumah.
- Tidak cemberut di hadapan suami.
- Tidak menolak ajakan suami untuk tidur
- Tidak keluar tanpa izin suami.
- Tidak meninggikan suara melebihi suara suami
- Tidak membantah suaminya dalam kebenaran
- Tidak menerima tamu yang dibenci suaminya.
- Senantiasa memelihara diri, kebersihan fisik & kecantikannya serta rumah tangga

Hmm.. tidak bnyak kan? hehe.
mohon maaf jika ada salahnya, Barakallahufikum..semoga bermanfaat. ^_^


Refrensi Artikel dikutip dari http://wanita.wordpress.com/2007/11/03/ciri-ciri-wanita-sholehah/%20

Mari Bercerita Tentang Wanita Sholehah

(Cerita ini diubahsuai semula berdasarkan saranan dan hukum Al-Quran & Hadis)

Marilah kita bersama-sama perhatikan sekelumit kisah ringkas berikut...

Seorang gadis kecil bertanya kepada ayahnya, "Ayah ceritakanlah padaku perihal muslimah yang sejati?"

Si ayah pun menolehkan mukanya seraya melontarkan senyuman manisnya ke arah anak kecilnya itu.

"Anakku...Seorang muslimah yang sejati bukanlah dilihat dari kecantikan dan keayuan paras wajahnya semata-mata. Wajahnya hanyalah satu peranan yang teramat kecil sahaja. Tetapi, muslimah yang sejati dilihat dari kecantikan dan ketulusan hatinya yang tersembunyi. Itulah yang terbaik."
Allah tidak melihat kepada tubuh kalian dan tidak pula kepada bentuk kalian. Allah hanya melihat kepada hati dan perbuatan kalian. (Hadis riwayat Muslim)

Si ayah terus menyambung..

"Muslimah sejati juga tidak dilihat dari bentuk tubuh badannya yang mempersonakan, tetapi dilihat dari sejauh mana ia menutupi bentuk tubuhnya yang mempersona itu. Muslimah sejati bukanlah dilihat dari sebanyak manakah kebaikan yang diberikannya, tetapi dari keikhlasan ketika ia memberikan segala kebaikan itu. Muslimah sejati bukanlah dilihat dari seberapa indah lantunan suaranya, tetapi dilihat dari apa yang sering mulutnya bicarakan. Muslimah sejati bukan dilihat dari keahliannya berbahasa, tetapi dilihat dari bagaimana caranya ia berbicara dan berhujjah kebenaran."

Berdasarkan ayat 31, surah An-Nuur, Abdullah ibn Abbas, Ibn Omar, Atha, Ikramah dan lain-lainnya berpendapat: Seseorang wanita Islam hanya boleh mendedahkan wajah, dua tapak tangan dan cincinnya di hadapan lelaki yang bukan mahramnya. (As-Syeikh Said Hawa di dalam kitabnya Al-Asas fit Tafsir)

"Janganlah perempuan-perempuan itu terlalu lunak dalam berbicara sehingga berkeinginan (menghairahkan) orang yang ada perasaan dalam hatinya, tetapi ucapkanlah perkataan-perkataan yang baik." (Surah Al-Ahzab : 32)
Si ayah diam sejenak sambil melihat kepada wajah manis puteri kecilnya itu.

"Lantas apa lagi ayah?" Sahut puteri kecil terus ingin tahu.

"Ketahuilah wahai puteriku... Muslimah sejati bukan dilihat dari keberaniannya dalam berpakaian grand tetapi dilihat dari sejauh mana ia berani mempertahankan kehormatannya melalui apa yang dipakainya. Muslimah sejati bukan dilihat dari kekhuwatirannya digoda orang di tepi jalanan tetapi dilihat dari kekhuwatiran dirinyalah yang mengundang orang lain jadi tergoda. Muslimah sejati bukanlah dilihat dari seberapa banyak dan besarnya ujian yang ia jalani tetapi dilihat dari sejauh mana ia menghadapi ujian itu dengan penuh rasa redha dan kehambaan kepada TUHAN-nya. Dan ia sentiasa bersyukur dengan segala kurniaan yang diberikan."

"Dan katakanlah kepada perempuan-perempuan mukmin, hendaklah mereka menundukkan pandangan mereka dan menjaga kemaluan mereka (tidak berzina atau mendekati zina)." (Surah An-Nuur : 31)

"Dan ingatlah anakku...Muslimah sejati bukanlah dilihat dari sifat mesranya dalam bergaul, tetapi dilihat dari sejauh mana ia mampu menjaga kehormatan dirinya dalam bergaul."

"Sesungguhnya kepala yang ditusuk dengan besi itu lebih baik daripada menyentuh kaum yang bukan sejenis yang tidak halal baginya" (Hadis Riwayat At-Tabrani dan Baihaqi)

Setelah itu si anak kembali bertanya, "Siapakah yang memiliki kriteria seperti itu ayah? Bolehkah saya menjadi sepertinya? Mampukah dan layakkah saya ayah?"

Si ayah memberikannya sebuah buku dan berkata, "Pelajarilah mereka! Supaya kamu berjaya nanti. INSYA ALLAH kamu juga boleh menjadi muslimah yang sejati dan wanita yang solehah kelak. Malah, semua wanita boleh."

Si anak pun segera mengambil buku tersebut lalu terlihatlah sebaris perkataan berbunyi ISTERI RASULALLAH

Apabila seorang perempuan itu sembahyang lima waktu, puasa di bulan Ramadhan, menjaga kehormatannya dan mentaati suaminya, maka masuklah ia ke dalam syurga daripada pintu-pintu yang ia kehendakinya." (Riwayat Al-Bazzar)

: Sumber Artikel ini dikutip dari Sini.