Senin, 16 November 2009

Menu/Gizi Seimbang Untuk Lansia

Makanan Bergizi
Pengertian
Gizi adalah zat–zat yang terkandung dalam makanan yang diperlukan untuk kehidupan manusia terdiri dari 3 sumber/fungsi untuk sumber tenaga, zat pembangun dan zat pengatur.

Menu Seimbang Untuk Lansia
Tujuan: untuk mempertahankan fungsi tubuh, menjaga kesehatan, dan bahagia di hari tua BUKAN untuk pertumbuhan

Masalah Gizi Pada Lansia:
a. Gizi Kurang (ditandai oleh penurunan Berat Badan)
- Kurang Energi Kronis (KEK)  Sangat Kurus
- Kurang Vitamin & mineral
 Kurang vitamin A (rabun & mudah sakit)
 Kurang Vitamin C (sariawan & gusi berdarah)
 Kurang Serat (wasir, susah BAB, kanker usus)
 Kurang Fe (zat besi) anemia
 Kurang Kalsium (osteoporosis)

b. Gizi Lebih (kegemukan/obesitas)
- Timbul penyakit degeneratif (penurunan fungsi tubuh) contohnya hipertensi, diabetes melitus, jantung koroner).

Zat Gizi yang diperlukan
 Zat tenaga (karbohidrat): nasi, roti, singkong, jagung, ubi, dll
 Zat pengatur (vitamin & mineral); sayur & buah-buahan
 Zat pembangun (protein nabati/hewani); daging, susu rendah lemak, ikan, telur, tahu, tempe, dll
 Serat dan Air

PENTING untuk diperhatikan dalam usaha mencapai gizi seimbang
 Banyak mengkonsumsi makanan yang beraneka ragam dan bergiizi
 Banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung serat (sayur dan buaha-buahan)
 Banyak minum air putih (8-10 gelas/hari)
 Hindari makanan yang mengandung lemak tinggi, seperti jeroan, daging kambing, otak, keju, sumsum tulang, mentega, kuning telur, dll
 Mengurangi makanan yang mengandung garam/ makanan yang diawetkan.
 Kurangi makanan yang banyak mengandung gula/terlalu manis
 Berhenti merokok dan minum minuman beralkohol
 Memelihara berat badan tetap dalam batas normal

Contoh Pengaturan Menu Untuk Lansia
Pagi: Bubur ayam komplit (1 mangkok)
Selingan: Puding (1 potong), hunkwe (1 buah)
Siang : Nasi (1 piring = 200 gr)
Perkedel daging cincang (1 potong = 50 gr)
Sayur bening bayam (1 mangkok = 100 gr)
Semangka (1 potong = 100 gr)
Pepes tahu (1 potong = 50 gr)
Selingan: Nagasari (1 buah)
Sore : Nasi (1 piring = 200 gr)
Pindang telor (1 butir = 50 gr)
Sayur-sayuran (1 mangkok = 100 gr)
Tempe goreng (1 potong = 25 gr)
Pepaya (1 potong = 100 gr)
(berbagai sumber buku)


Materi Leaflet Pemeriksaan kehamilan

Setiap wanita hamil menghadapi resiko komplikasi yang bisa mengancam jiwanya. Oleh karena itu, setiap wanita hamil memerlukan sedikitnya empat kali kunjungan selama periode antenatal.
Minimal pemeriksaan kehamilan dilakukan sebagai berikut :
a. satu kali kunjungan selama trimester pertama (usia kehamilan 1-3 bulan)
b. satu kali kunjungan selama trimester kedua (usia kehamilan 4-6 bulan)
c. dua kali selama trimester ketiga (usia kehamilan 7-9 bulan).
Ibu hamil tersebut harus lebih sering dikunjungi jika terdapat masalah, dan ia hendaknya disarankan untuk menemui petugas kesahatan bilamana ia merasakan tanda-tanda bahaya atau jika ia merasa khawatir.

Beberapa hal yang dilakukan pada saat pemeriksaan kehamilan diantaranya adalah :
1. Memeriksakan keadaan kehamilan ibu
2. Memberikan konseling tentang peningkatan konsumsi makanan dengan mengkonsumsi makanan yang mengandung protein, zat besi, minum cukup cairan (menu seimbang)
3. Memberikan konseling tentang kegiatan yang dilakukan : normal tidak berlebihan, istirahat jika lelah.
4. Memberikan penjelasan tentang perubahan dari segi penambahan berat badan, perubahan payudara, tingkat tenaga yang bisa menurun, mual selama triwulan pertama, rasa panas, dan atau verises, hubungan suami istri boleh dilanjutkan selama kehamilan (dianjurkan memakai kondom).
5. Menasehati ibu untuk mencari pertolongan segera jika
6. Mendapatkan tanda-tanda bahaya seperti :
• perdarahan pervaginam
• sakit kepala lebih dari biasa
• gangguan penglihatan
• pembengkakan pada wajah/kaki/tangan
• nyeri perut
• janin tidak banyak bergerak seperti biasanya
• memberikan zat besi 90 hari mulai minggu ke 20
• memberikan imunisasi TT 0,5 cc, jika sebelumnya telah mendapatkan
• menjadwalkan kunjungan berikutnya.

Pemeriksaan kehamilan sebaiknya diadakan sejak hamil muda, jadi bila ada kelainan lekas diketahui dan di obati. Jadi tujuan pemeriksaan kehamilan ini ialah sebagai berikut:
a. untuk mengetahui wanita itu hamil atau tidak.
b. Untuk menetahui kemungkinan adanya kelainan-kelainan.
c. Untuk mengadakan pengawasan yang lebih sempurna.
d. Untuk mendapatkan nasehat yang perlu bagi kesehatan ibu,janin dan lain-lainnya

PENYAKIT CACAR (SMALLPOX)

A. Definisi Penyakit Cacar
Penyakit cacar adalah peyakit yang disebabkan oleh sebuah virus yang akan menyebabkan bintil-bintil merah berisi cairan diseluruh permukaan tubuh pada si penderita.

B. Kuman Penyebab Penyakit Cacar
Kuman peyebab penyakit cacar adalah sejenis virus yang disebut Virus Veriola, kuman-kuman tersebut ditemukan pada kulit pnderita penyakit cacaar, pada mulut, tenggorokan dan hidung.

C. Gejala-gejala Penyakit Cacar
Bila seseorang menderita penyakit cacar, maka ia merasa demam dan muntah-muntah. Kepala terasa pusing dan semua sendi-sendi dan pinggang terasa pegal-pegal. Setelah beberapa hari lamanya, suhu badan turun dan serentak dengan itu, timbul bintil-bintil merah berisi cairan diseluruh permukaan tubuh. Setelah beberapa waktu lamanya bintil-bintil tadi menjadi kemps, kemudian terbentuk lagi gelembung berisi nanah. Pada waktu itu demam timbul kembali. Setelah itu semua gelembung-gelembung tadi kemps dan mongering serta meninggalkan kerak-kerak pada kulit. Apabila kerak-kerak itu telah terlepas, maka tinggallah bekas-bekas yang agak dalam sehingga muka orang menjadi bopeng-bopeng.

D. Pencegahan Penyakit Cacar
Salah satu cara terbaik untuk mencegah timbulnya penyakit cacar ialah dengan cara memvaksinasikan setiap orang. Di Jerman, semua anak-anak harus divaksinasikan sebelum mereka ini berumur satu tahun, dan duilang kembali mereka sudah berusia tiga belas atau empat belas tahun. Dalam waktu lima tahun, hanya 289 orang yang meninggal karena penyakit cacaar di seluruh Jerman. Di Philadelphia, selama wabah penyakit cacar berlangsung, lebih dari 700 orang mahasiswa kedokteran dikerahkan ke rumah sakit cacar. Semuanya mereka ini sudah divaksinasi kecuali salah satu orang mahasiswa dan hanya dialah yang ketularan penyakit tersebut.
Jika semua laki-laki, perempuan dan anak-anak di Indonesia telah divaksinasi, maka seluruh tanah air kita ini bebas dari penyakit cacar.

E. Cara Penularan dan Pengobatan Penyakit Cacar
Kuman-kuman dari hidung dan tenggorokan penderita, dapat menyebar melalui batuk dan bersin. Kuman-kuman melekat pada benda-benda yang dipegang oleh penderita. Kerak-kerak dan daki-daki kering yang berterbangan dari kulitnya mengandung banyak kuman-kuman. Kuman-kuman ini dapat bertahan hidup selama berbulan-bulan dalam suasana kering. Kuman-kuman yang demikian mudah sekali terbawa pada pakaian, buku-buku, surat-surat dan lain-lain.

F. Cara Pengobatan
Diberikan anti biotic, salep, obat antiseptic, bedak dingin/ cair, bila perlu lakukan pengompresan jika suhu panas badannya meningkat.

Minggu, 15 November 2009

Materi Leaflet Vulva Hygiene

Vulva Hygiene
1. Pengertian
Vulva hygiene adalah membersihkan vulva dan daerah sekitarnya pada pasien wanita yang sedang nifas atau tidak dapat melakukannya sendiri.

2. Tujuan
1. Untuk mencegah infeksi
2. Untuk penyembuhan luka jahitan perineum
3. Untuk kebersihan perineum, vulva juga memberikan rasa nyaman bagi klien.

3. Persiapan Alat
1. Kapas sublimat
2. Alas pantat
3. Botol cebok berisi larutan desinfektan sesuai dengan kebutuhan
4. Betadin dan kain kasa
5. Bengkok

4. Penatalaksanaan
Sebelum dilakukan vulva hygiene hendaknya perawat memberikan penjelasan terlebih dahulu tentang hal yang akan dilakukan kepada klien.

5. Pelaksanaan
a. Pintu dan jendela ditutup dan jika perlu pasanglah sampiran
b. Alat-alat didekatkan pada pasien dan pasien diberitahu tentang hal yang akan dilakukan
c. Perawat mencuci tangan
d. Pakaian pasien bagian bawah dikeataskan atau dibuka.
e. Pengalas dan dipasang dibawah bokong pasien, sikap pasien dorsal recumbent
f. Perawat memakai sarung tangan (tangan kiri)
g. Siram vulva dengan air cebok yang berisi larutan desinfektan
h. Kemudian ambil kapas sublimat untuk membuka libia minora. Vulva dibersihkan mulai dari libia minora kiri, libia minora kanan, libuia mayora kiri, libia mayora kanan, vestibulum, perineum.
i. Cara mengusap dari atas ke bawah bila masih kotor diusap lagi dengan kapas sublimat yang baru hingga bersih.
j. Keadaan perineum diperhatikan jahitannya, bagaimana jahitannya apakah masih basah, apakah ada pembengkakan, iritasi dan sebagainya
k. Jahitan perineum dikompres dengan betadin
l. Setelah selesai pasien dirapihkan dan posisinya diatur kembali
m. Peralatan dibereskan, dibersihkan dan dikembalikan ke tempat semula

Sabtu, 14 November 2009

Wisatawan Berdasarkan sifat perjalanan dan ruang lingkup perjalanan wisatawan

Menurut G.A.Schmoll dalam Yoeti (1996), Wisatawan adalah individu atau kelompok individu yang mempertimbangkan dan merencanakan daya beli yang dimilikinya untuk perjalanan rekreasi dan berlibur, ketertarikan dan memiliki motivasi tertentu atas perjalanan, pengalaman perjalanan, keinginan untuk menambah wawasan, tertarik oleh pelayanan yang diberikan suatu daerah tujuan wisata yang dapat menarik pengunjung di masa yang akan datang. Berdasarkan sifat perjalanan dan ruang lingkup perjalanan wisatawan dapat dikelompokkan sebagai berikut :
1. Wisatawan asing (Foreign Tourist).
Wisatawan asing adalah orang asing yang melakukan perjalanan wisata, yang datang memasuki negara lain yang bukan merupakan negara asalnya.
2. Wisatawan asing domestik (Foreign Domestic Tourist).
Wisatawan asing domestik adalah wisatawan asing yang berdiam di suatu negara yang melakukan perjalanan perjalanan wisata di wilayah negara dimana ia berdiam.
3. Wisatawan domestik (Domestic Tourist).
Wisatawan domestik adalah wisatawan dalam negeri, yaitu warga suatu negara yang melakukan perjalanan wisata dalam batas wilayah negaranya sendiri.
4. Wisatawan domestik asing (Indigenous Tourist).
Wisatawan domestik asing adalah warga suatu negara tertentu, yang karena tugasnya di luar negeri, pulang ke negara asalnya dan melakukan perjalanan wisata di wilayah negara asalnya.
5. Wisatawan transit (Transit Tourist).
Wisatawan transit wisatawan dalam perjalanan wisata ke suatu negara tertentu yang terpaksa singgah di suatu negara bukan atas kemampuannya sendiri.
6. Wisatawan bisnis (Business Tourist).
Wisatawan bisnis adalah orang (baik orang asing maupun warga negara sendiri) yang melakukan perjalanan bukan dengan tujuan sebagai wisata, tetapi perjalanan wisata akan dilakukan setelah tujuan utama selesai.

Pariwisata Menurut Letak Geografisnya

Menurut Yoeti (1996), Berdasarkan letak geografisnya pariwisata dapat dikelompokkan sebagai berikut :
1. Kepariwisataan lokal.
Kepariwisataan lokal adalah pariwisata setempat, yang memiliki ruang lingkup relatif sempit dan terbatas dalam tempat-tempat tertentu saja. Misalnya kepariwisataan kota Bandung.
2. Kepariwisataan regional.
Kepariwisataan regional adalah kegiatan kepariwisataan yang berkembang di suatu tempat atau daerah yang ruang lingkupnya lebih luas dibandingkan dengan kepariwisataan lokal. Misalnya kepariwisataan Jawa Barat.
3. Kepariwisataan nasional.
Kepariwisataan nasional adalah kegiatan kepariwisataan yang berkembang dala wilayah suatu negara, selain kegiatan forum domestik juga dikembangkan forum asing dimana selain adanya lalu lintas wisatawan dalam negeri juga terdapat lalu lintas wisatawan luar negeri. Misalnya kepariwisataan Indonesia.
4. Kepariwisataan regional-internasional.
Kepariwisataan regional-internasional adalah kegiatan yang berkembang di suatu wilayah internasional yang terbatas. Misalnya kepariwisataan ASEAN.
5. Kepariwisataan internasional.
Kepariwisataan internasional adalah kegiatan kepariwisataan yang berkembang di seluruh negara di dunia, termasuk di dalamnya, selain kepariwisataan regional-internasional juga kepariwisataan nasional.

Tips Bagaimana Membaca Buku Dengan Efektif

1. Ketika anda mulai membaca buku baru, bacalah terlebih dahulu isi luar buku tersebut, resensi buku dibelakang, biografi penulis, kata pengantar, daftar isi dan lain-lain.
2. Ketika membaca ubah kebiasaan anda menggerakkan bibir, menunjuk tulisan, dan vokalisasi bacaan karena akan memperlambat anda dalam membaca dan itu membuang waktu anda untuk membaca kembali halaman selanjtnya atau bahkan buku yang lainnya.
3. Cobalah berlatih membaca cepat sehingga kecepatan anda membaca terus meningkat, cobalah membaca buku belajar membaca cepat yang ditujukan agar anda dapat berlatih membaca dengan efektif dan efisien.
4. Baca setiap tulisan tiap paragraf dengan teratur jangan melompat keparagraf selanjutnya sebelum anda menyelesaikan paragraf tersebut. setelah selesai membaca beberapa halaman dari buku tersebut tanyakan kepada diri anda beberapa pertanyaan dari bacaan tersebut, jika anda belum dapat memahaminya baca sekali lagi.
5. Temukan ide pokok pada buku yang anda baca, membacalah lebih kritis, jika perlu siapkan catatan kecil untuk bagian bacaan yang perlu di ingat.
6. Cobalah konsentrasi dalam membaca bacaan yang cukup berat, gunakan tips cara belajar yang sudah diberikan untuk menambah konsentrasi.
7. Gunakan setiap waktu luang anda untuk membaca, usahakan anda membawa buku bacaan yang seukuran dengan saku anda atau surat kabar. Anda Dapat membacanya pada saat menunggu bis, menunggu makanan, atau pada saat menunggu teman anda.Sehingga waktu anda tidak terbuang percuma. Anda hanya membutuhkan waktu minimal 15 menit untuk membaca dalam setiap waktu luang anda. Akan tetapi ini bukan untuk jenis bacaan berat seperti textbook kuliah anda, paper dosen anda atau bacaan berat lainnya yang membutuhkan konsentrasi yang tinggi untuk membacanya.
Sumber: www.persmaitb.itgo.com