Tampilkan postingan dengan label VIRUS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label VIRUS. Tampilkan semua postingan

Senin, 25 Oktober 2010

cara mengusir virus New Heur level9

Ini merupakan kisah nyata yang di alami oleh saya ketika saya sedang bermain komputer, pada saat itu ketika sedang asik tiba-tiba sesuatu datang dan menghampiri komputer saya dan para penjaga komputer pun langsung mengintrogasinya dan ternyata mereka semua adalah para teroris komputer yang siap bertempur melawan para antivirus di komputer saya, akan tetapi anti virus saya secara sigap langsung mengkarantina dan menghapusnya, akan tetapi dengan kekuatan yang dimiliki oleh virus tersebut virus tersebut hidup kembali dan memperbanyak dirinya kembali, dan pada saat itu pun saya mulai kewalahan dan hampir menyerah akan tetapi untung ada cara jitu untuk meyiasatinya yaitu dengan cara seperti di bawah ini:

  1. scan menggunakan smadav
  2. masuk ketool yang ada di smadav pilih win-force dan klik ke4 aplikasi yang ada di bawahnya
  3. restart komputer lalu masuk ke dalam safe mode seperti biasa
  4. cari disetiap drive "autorun.inf" lalu buka "autorun.inf" menggunakan notepad rubah atau hupus isinya lalu save dan jangan di save as, kemudian hapus virus yang satunya seperti biasa
  5. restart kembali komputer dan masuk ke dalam windows seperti biasa
  6. scan kembali menggunakan smadav lalu hapus dan repair registry yang rusak
  7. jreng" sekarang komputer anda terbebas deh dari virus tersebut
Note : Jika autorun tidak di temukan kemungkinan autorunnya di hideen, cara untuk memunculkannya kita masuk ke Dos dengan cara "run-cmd-lalu masuk ke drive yang mau di munculkan lalu ketikan 'attrib -r -h' tanpa petik".

 Dan akhirnya sang pemimpin pasukan tersebut dapat saya lumpuhkan dan berhasil di kalahkan.

semoga cerita dan tips ini dapat membantu dan bermanfaat maaf bila ada yang salah ataupun kurang, namanya juga berbagi ilmu.

Hohohohoh............

Rabu, 23 Desember 2009

Virus Buatan Indonesia Lebih Berbahaya Dari Virus Asing

virusSurabaya (ANTARA News) - Virus buatan Indonesia diyakini lebih berbahaya dari produksi asing, karena virus lokal tersebut bisa menghilangkan data file.

"Sementara, virus asing tidak sampai menghilangkan file penting penggunanya. Produsen virus tersebut hanya ingin menunjukkan kelemahan windows yang ada saat ini," kata Technical Security Consultant, ESET Indonesia, perusahaan di bidang keamanan digital, Yudhi Kukuh, saat dihubungi ANTARA, di Surabaya, Minggu.

Namun, jelas dia, dari sejumlah virus yang menyebar di seluruh jaringan komputer di dunia, virus asal Indonesia hanya menyumbang 0,1 persen.

"Meski penguasaannya terbilang minim secara internasional, pengguna komputer perlu menyadari pentingnya antivirus untuk melindungi data," ujarnya.

Sampai saat ini, kata dia, variasi virus di dunia sangat beragam. Akan tetapi, yang kini menjadi tren dan berbahaya adalah virus "configure". Virus ini sifatnya bisa menggandakan diri, sehingga kini variannya bisa mencapai turunan ke-30 ("configure" varian AQ).

"Mayoritas, selama ini yang menyerang komputer di antaranya `configure generic`, `configure` varian A, dan `configure` varian AA," katanya.

Sementara, ia mencontohkan, ragam virus lokal yang juga membahayakan data pengguna komputer seperti babon, aksika, "coolface & coolface MP3 player", W32/Kill AV, pendekar "blank", pacaran, "blue fantassy", "Windx-Matrox".

"Selain itu, ada juga virus amburadul, `FD Shield`, Purwo C, dan Nadia Saphira," katanya mengungkapkan.

Terkait pengguna antivirus ESET, "Marketing Communications" ESET Indonesia, Chrissie Maryanto, menyatakan, sampai saat ini pasar terbesar sebanyak 60 persen berada di Jakarta, 30 persen di Surabaya, dan 10 persennya menyebar di kota lain.

"Dari jumlah tersebut, segmentasi pasar kami terdiri dari 80 persen kalangan korporasi dan 20 persen pelaku usaha ritel," katanya.

Khusus di Surabaya, ia siap menembus pasar ritel di kota tersebut. Salah satunya dengan menjalin kerja sama dengan peritel yang bergerak di bidang teknologi informasi (TI). Sementara itu, sejak Agustus ini ia telah memiliki `reseller` di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Jember, Bali, Balikpapan, dan Papua.

"Mengenai upaya menarik konsumen, kami memberikan promo Merdeka Dari Virus dengan harga promosi untuk `Home Edition` seperti ESET Antivirus NOD32 yang kini menjadi 24,99 dolar Amerika Serikat (AS), dari harga normal 39,99 dolar AS," katanya.(*)

source : antaranews.com

www.forum-buku.blogspot.com

Senin, 27 Oktober 2008

Tips Menanggulangi Virus Yang Semakin Merajalela


Dari dulu saat jamannya DOS, penyebaran virus telah merajalela. Pada saat komputer masih berdiri masing-masing, penyebaran virus tidaklah seberbahaya sekarang ini dimana penyebaran virus kebanyakan melalui media disket-disket yang saling dipertukarkan. Beberapa tips yang bila kita ikuti, akan membuat kita terhindar dari virus ini. Tips ini antara lain adalah :



• Tidak menjalankan program yang tidak dikenal, terutama file yang bisa di eksekusi yaitu .com, bat dan .exe
• Instalasi program antivirus didalam komputer

Seiring dengan perkembangan komputer yang sedemikian cepatnya dimana pemakai di suguhi dengan berbagai teknologi dengan kemudahan-kemudahannya, tips penanggulangan virus yang masih di percayai sebagaian besar masyarakat kita sebenarnya sudah tidak berlaku sepenuhnya lagi.

Worm
Seperti yang telah saya kemukakan tadi, tips menghindari virus telah tidak sepenuhnya berlaku pada saat ini. Pada tanggal 31 juli 2001, masyarakat dunia dikejutkan oleh adanya virus komputer yang bisa menyebar dengan sendirinya tanpa perlu adanya intervensi dari manusia. Tidak seperti dulu dimana dengan kehati-hatian yang bisa membuat anda terhindar dari virus, jenis virus ini bisa menginfeksi anda seketika ketika komputer anda terhubung ke internet. Virus ini di namakan sebagai virus CodeRed, yang merupakan salah satu generasi virus terbaru yang dinamakan sebagai Worm. CodeRed hanyalah merupakan salah satu dari sekian banyak worm yang beredar dipasaran dan merajaleja seperti Nimda dan Sircam serta variannya yang mencapai puluhan.

Worm adalah generasi virus terbaru dimana proses infeksi dilakukan tanpa melibatkan interaksi manusia, artinya anda yang selalu berhati-hatipun akan dengan mudahnya terinfeksi oleh virus-virus ini.

Worm adalah jenis virus yang biasanya melakukan eksploitasi terhadap kelemahan yang terdapat pada sistem operasi maupun aplikasi yang digunakan. Contohnya adalah worm CodeRed yang memanfaatkan kelemahan pada file idq.dll yaitu suatu kelemahan buffer overflow pada sistem operasi default pada Windows 2000. Jadi ketika anda menggunakan windows 2000 dan tidak melakukan patch atau memperbaharui kelemahan pada sistem operasi anda, dengan mudahnya virus ini akan menginfeksi komputer anda baik komputer pribadi maupun server (http://www.microsoft.com/technet/security/bulletin/MS01-033.asp). Jadi walaupun anda telah mengikuti peraturan lama untuk tidak sembarangan menjalankan file, tapi hanya dengan melakukan koneksi ke internet komputer anda sudah terdapat kemungkinan dimasuki oleh virus.

Contoh lain yang telah disebutkan adalah Worm Klez yang terdeteksi sekitar pada tanggal 17 januari 2002. Jenis worm ini bahkan selain menyebar melaui program email yang digunakan yaitu outlook dan outlook express juga menyerang sharing file di network. Jadi ketika komputer anda yang melakukan sharing direktory pada jaringan kantor, secara otomatis komputer anda juga akan diserang oleh virus ini. Hal inilah yang menjadikannya sangat berbahaya dimana kita yang masih memegang prinsip kuno untuk berhati-hati menjalankan file ternyata tanpa basa-basi telah terinfeksi oleh virus. Untuk masalah pada virus ini yang memanfaatkan kelemahan pada program mail server yang banyak dipakai ini anda bisa melakukan patch atau perbaikan pada program tersebut pada web site microsoft http://www.microsoft.com/technet/security/bulletin/MS01-020.asp

Dari contoh-contoh ini terlihat bahwa tampaknya kita semakin tidak berkutik dengan penyebaran virus ini yang tentunya akan sangat berbahaya untuk data-data kita yang tersimpan dalam komputer. Ketergantungan kita akan komputer yang semakin meningkat mengharuskan kita untuk bisa memahami fenomena yang berkembang dan menghindari diri kita sebagai korban.

Worm yang telah aktif di komputer korban akan secara otomatis mencari korban berikutnya. Begitu korban berikutnya ditemukan, worm akan secara otomatis menularkan dirinya ke komputer baru tersebut dan mengaktifkan dirinya sendiri jika memungkinkan. Setelah itu, komputer baru akan menjadi sumber penyebaran virus, demikian seterusnya sehingga sangat cepat penyebaran yang terjadi.

Hindari Diri Anda Menjadi Korban
Beberapa tips terbaru ini bisa anda gunakan untuk menghindari diri anda menjadi korban virus-virus yang semakin cepat penyebarannya di dunia komputer :

• Gunakan Anti Virus yang terupdate
Penggunakan antivirus tentunya sudah menjadi hal yang biasa dan dari dulu memang telah digunakan. Tapi yang perlu kita ketahui adalah sampai saat ini tidak ada satupun antivirus yang bisa membasmi dan mendeteksi semua virus yang beredar di pasaran. Terlebih lagi virus-virus baru selalu muncul dengan teknologi yang selalu di perbaharui dan saling berlomba dengan program anti virus. Untuk itu sudah menjadi keharusan bagi anda untuk menggunakan program antivirus dan selalu melakukan update definisi virus terbaru dari program antivirus anda yang mungkin jarang anda lakukan dulunya.

Kenapa harus selalu di update ? karena antivirus anda kemungkinan tidak mengenali virus atau worm terbaru sehingga biasanya produsen program antivirus seperti Symantec, F-secure, CA, dll selalu menyediakan update informasi pada program antivirus mereka agar bisa mengenali virus yang sedang beredar. Update definisi virus ini bisa saja terjadi setiap harinya, sehingga anda harus rajin-rajin melakukan update jika memungkinkan.

• Cek selalu informasi kelemahan terbaru
Sudah menjadi keharusan juga untuk selalu mengecek informasi dari setiap software yang kita gunakan. Misalkan jika kita menggunakan produk microsoft maka sudah menjadi keharusan bagi kita untuk mengikuti mailing list dari microsoft mengenai masalah keamanan serta update terbaru dari produk mereka. Dengan selalu melakukan update, komputer kita akan semakin kecil terserang oleh virus-virus atau worm.

• Tidak melakukan boot dari sembarang CD atau disket
Semua yang anda lakukan akan sia-sia jika anda melakukan booting dari CD ataupun disket, karena begitu anda melakukan Boot dari CD yang bervirus, komputer anda dengan antivirus yang paling canggihpun akan percuma. Untuk itu usahakan untuk merubah sistem pada BIOS anda agar tidak melakukan boot dari CD untuk menghindari ketidak sengajaan karena CD yang masih terdapat dalam CDROM. Ketika anda membutuhkan boot dari CD, anda tinggal mengaktifkan fasilitas boot dari CDROM.

• Hilangkan autorun
Beberapa kelebihan yang diberikan program yang anda gunakan bisa menjadi suatu bumerang buat anda. Hal ini seperti fasilitas autorun pada windows yang akan menjalankan program secara otomatis ketika anda memasukkan CD kedalam CDROM. Memang ini merupakan fasilitas yang sangat menyenangkan karena ketika kita memasukkan cd lagi, otomatis lagu akan di putar untuk kita. Ketika kita memasukkan CD program, maka secara otomatis program instalasi akan muncul sehingga kita hanya perlu klik tombol next dan tidak perlu mencari-cari program yang akan dijalankan. Tapi hal ini juga dimanfaatkan oleh virus di CD yang akan menjalankan dirinya sendiri tanpa kita ketahaui. Untuk itu anda sangat disarankan agar menghilangkan fasilitas ini. Untuk menghilankan fasilitas autorun pada CD :

1. Control Panel, system
2. Device Manager
3. CDRom
4. Autoinsert Notivication

Semoga dengan sedikit tips ini bisa menghindarkan anda menjadi korban dari penyebaran virus komputer yang semakin meningkat setiap harinya. Komputer bisa saja di format ulang tapi data anda dan waktu yang terbuang tentunya belum tentu bisa dihargai dengan yang bukan ?

Celah Pemicu aktifnya Virus


Program virus yang dikopi ke komputer yang bersih dari virus tidak mengakibatkan komputer tersebut tertular. Virus tersebut menjadi aktif dan mulai bekerja ketika program tersebut dijalankan oleh user, misalnya ketika diklik dua kali melalui Windows Explorer atau My Computer. Jadi infeksi virus pertama kali ke komputer diakibatkan oleh user sendiri. Sekali saja diberi kesempatan,

virus dapat secara leluasa membuat jadwal aktif sesuai yang diinginkan pembuatnya. Dengan melihat celah-celah yang dapat menjadi pemicu aktifnya virus, kita akan lebih mudah menemukan sarang persembunyian virus kemudian meringkusnya.

Registry
Registry menyediakan fasilitas yang memungkinkan program aktif sendiri sebelum start menu muncul. Fasilitas ini sebenarnya disediakan untuk program-program aplikasi, namun banyak
dimanfaatkan oleh virus. Setting registry dapat dilihat dan dimanipulasi menggunakan program REGEDIT bawaan Windows (Run, REGEDIT). Struktur di dalamnya terdiri atas lima root (HKEY_CLASSES_ROOT,HKEY_CURRENT_USER, HKEY_LOCAL_MACHINE, HKEY_USERS, dan HKEY_CURRENT_CONFIG), masing-masing root memiliki banyak cabang yang disebut key. Setiap key dapat memuat beberapa key dan/atau value. Dalam struktur manajemen file, root dapat diidentikkan dengan drive, key identik dengan folder, dan value identik dengan file. Seperti halnya folder, key tidak dapat memuat data, ia hanya dapat memuat key lain dan value. Data registry yang dapat mempengaruhi perilaku sistem secara keseluruhan dimuat dalam value. Untuk mengetahui struktur registry secara lebih jelas, jalankan REGEDIT. Hati-hati menjalankan REGEDIT, karena salah prosedur dapat mengakibatkan sistem lumpuh total!!!

Key "Run"
Key "Run" dibuat untuk menampung daftar program yang akan dijalankan sistem sesaat sebelum start menu aktif. Di registry, key ini dapat ditemukan di beberapa tempat yaitu
di:

"HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion"
"HKEY_LOCAL_MACHINE\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion"

Jika satu atau beberapa user didaftarkan dalam User Account (Control Panel > User Account), maka pada root HKEY_USERS akan terdapat beberapa key yang menampung setting untuk masing-masing user. Sebagian dari key ini juga berisi key "Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion" dan di dalamnya mungkin juga memuat
key "Run".

Value "Shell" dan "Userinit" di dalam Key "Winlogon"

Value "Shell" dan value "Userinit" di dalam key "Winlogon" dapat memberikan efek yang sama efektifnya—bagi virus—dengan value yang disimpan di dalam key "Run". Umumnya data untuk kedua value tersebut adalah:
• Shell = "Explorer.exe"
• Userinit = "C:\WINDOWS\system32\userinit.exe,"
• Key "Winlogon" berada di:
“HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion”
“HKEY_LOCAL_MACHINE\Software\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion”

Selain value dan key yang disebutkan di atas, sangat dimungkinkan masih banyak key/value yang dapat dimanfaatkan oleh virus, meskipun mungkin tidak efektif, dan selama ini penulis belum pernah menemukan. Jika ditemukan value yang mencurigakan, lakukan analisis yang memadai sebelum memutuskan untuk menghapusnya. Jangan asal hapus!!!


Start Menu dan Desktop
• Folder "StartUp" di start menu disediakan untuk menampung program-program yang akan dijalankan secara otomatis oleh Windows ketika proses booting selesai. Virus dapat memanfaatkan folder ini untuk memicu aktifnya virus tersebut dengan membuat shortcut di dalamnya, atau dengan membuat duplikat virus di dalamnya.
• File-file link atau shortcut (file berekstensi “.LNK” dan “.PIF”) yang berada di start menu atau di desktop berfungsi sebagai “jalan pintas” ke file program untuk memudahkan user menjalankan program tersebut. File semacam ini, karena bukan benar-benar program, umumnya berukuran kecil, tidak lebih dari 4KB. File ini dapat dimanipulasi virus sehingga tidak menunjuk ke program yang seharusnya, tetapi dibelokkan ke program virus. Untuk mengetahui shortcut tersebut dibelokkan atau tidak, klik kanan pada file shortcut tersebut, klik “Properties”, kemudian lihat keterangan pada kotak “Target”.

File shortcut juga bisa saja dihapus oleh virus kemudian diganti dengan program virus
yang ikonnya dibuat sama dengan file shortcut yang asli. Kasus semacam ini jarang, tetapi pernah terjadi. Jika hal ini terjadi, umumnya ukuran file ‘shortcut’ tersebut lebih dari 4KB. Tetapi ukuran file "shortcut" yang besar tidak menjadi jaminan bahwa file tersebut telah dimanipulasi menjadi program virus. Untuk memastikannya harus dilihat isinya menggunakan program HEX Editor. Sayangnya hanya orang-orang tertentu—terutama yang pernah mempelajari pemrograman atau teknik elektronika digital —yang bisa memahami program HEX Editor. File shortcut umumnya memiliki gambar panah, kecuali jika file tersebut dilihat di start menu. Jika kita melihat isi folder start menu menggunakan Windows Explorer, semua file shortcut asli (bukan folder) akan memiliki gambar panah. Jika tidak ada gambar panahnya, kemungkinan (bukan jaminan) file shortcut tersebut sudah bukan shortcut beneran.

Task Scheduler
Scheduled Tasks untuk melihat daftar jadwal periodik yang sudah dijadwalkan di sistem. Virus kadang-kadang membuat jadwal di sini untuk menjalankan program virus dari lokasi tertentu. Hapus scheduled task yang merugikan saja.


AUTOEXEC.BAT
Setiap booting, komputer akan memeriksa file C:\AUTOEXEC.BAT dan menjalankan perintah-perintah di dalamnya, jika ada. Tentu saja peluang ini menguntungkan program aplikasi maupun program virus. Periksa isinya, dan hapus perintah yang merugikan atau yang menunjuk ke file virus. Jika tidak yakin dengan akibatnya, file AUTOEXEC.BAT dapat dikopi dulu, sehingga jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, dapat dikembalikan seperti semula dengan menimpa file AUTOEXEC.BAT dengan kopian yang telah dibuat. Untuk menonaktifkan satu atau beberapa perintah di dalam file AUTOEXEC.BAT dapat ditambahkan kata "REM" (tanpa tanda petik).

Ambil Alih Program
Virus bisa juga mengambil alih program dengan cara sebagai berikut:
• Mengubah nama program aplikasi yang sering digunakan user.
Misalnya WINWORD.EXE (Microsoft Word) diubah menjadi WINWORD1.EXE.
• Membuat duplikat virus dengan nama program yang sering digunakan user. Dalam contoh ini, virus membuat duplikat dengan nama WINWORD.EXE.
• Ketika user bermaksud menjalankan program aplikasi (Microsoft Word), user sebenarnya
menjalankan program virus, kemudian program virus tersebut memanggil program aplikasi yang asli yang telah diubah namanya (WINWORD1.EXE) Strategi ini diterapkan oleh virus d2/Decoil daun, dengan mengambil alih program Winamp. Untuk memeriksanya, cek program-program yang shortcutnya tersedia di start menu atau di desktop. Program virus umumnya kecil, yaitu antara 30KB sampai 300KB, sedangkan program aplikasi biasanya berukuran relatif besar (WINWORD.EXE berukuran lebih dari 8.000KB, EXCEL.EXE berukuran lebih dari 6.000KB). Tanggal pembuatan program juga dapat digunakan untuk mengetahui apakah suatu program masih asli atau tidak, meskipun sebenarnya suatu file dapat diubah tanggalnya dengan mudah.